Edema Makula Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/06/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Edema makula diabetik, atau dikenal pula sebagai diabetic macular edema (DME), adalah komplikasi diabetes yang ditandai dengan menumpuknya cairan pada makula. Makula merupakan bagian mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Tanpa penanganan yang tepat, komplikasi ini dapat mengakibatkan kebutaan.

Bagaimana edema makula diabetik bisa terjadi?

mata malas menyebabkan kebutaan

Pada bagian belakang mata Anda, terdapat lapisan jaringan yang disebut retina. Fungsi retina adalah menangkap cahaya, mengubahnya menjadi sinyal, lalu meneruskannya menuju otak. Otak kemudian menerjemahkan sinyal tersebut menjadi gambar.

Makula adalah salah satu bagian dari retina. Hampir seluruh fungsi penglihatan utama terpusat di makula, sebab sel fotoreseptor yang menangkap cahaya terkumpul di sini. Sementara itu, area retina yang lain lebih banyak berfungsi dalam penglihatan samping.

Retina dan makula dipenuhi oleh pembuluh darah yang kecil dan rapuh. Pada penderita diabetes, gula darah yang tinggi bisa menyebabkan perbedaan konsentrasi antara cairan di dalam dan di luar pembuluh darah. Hal tersebut kemudian mengakibatkan cairan keluar dari pembuluh darah.

Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik. Bila tidak ditangani dengan baik, cairan dari pembuluh darah akan menumpuk pada retina. Penumpukan cairan lama-kelamaan mengganggu fungsi makula, dan inilah yang disebut sebagai edema makula diabetik.

Gejala dan cara mendiagnosis edema makula akibat diabetes

mata buram sebelah

Gejala utama dari edema makula yakni penglihatan kabur, bergelombang, atau tampak ganda. Gangguan ini biasanya muncul di tengah atau di sekitar jarak pandang. Selain itu, Anda mungkin juga akan melihat floater atau bayangan yang melayang-layang.

Gejala edema makula berbeda pada tiap orang, tergantung seberapa parah kerusakan pembuluh darah. Beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala atau hanya mengalami pandangan kabur, tapi ada pula yang sampai tidak bisa melihat sama sekali.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan dan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda menderita edema makula diabetik. Dilansir dari National Eye Institute, pemeriksaan tersebut di antaranya:

  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan dengan beberapa deret huruf. Pemeriksaan ini mirip dengan tes untuk mendiagnosis mata minus.
  • Pemeriksaan kemampuan mata untuk melebar dan mengerut. Caranya dengan meneteskan cairan khusus pada pupil mata.

Jika kedua pemeriksaan tersebut menunjukkan tanda edema makula, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan yang mencakup:

  • Fluorescein angiogram (FA), yakni pengambilan gambar retina untuk mendeteksi pembuluh darah yang bocor.
  • Optical coherence tomography (OCT) dengan kamera khusus untuk memperoleh foto retina beserta cairan yang menumpuk.

Cara mencegah dan mengobati edema makula diabetik

bahaya pakai obat tetes mata steroid

Kerusakan pembuluh darah akibat diabetes memang sulit dicegah. Namun, Anda dapat mengurangi risikonya dengan rutin berolahraga, makan makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, dan memeriksa gula darah secara rutin.

Periksakan mata Anda minimal satu tahun sekali. Waspadalah bila penglihatan Anda mulai menjadi buram, berbayang, berkabut, atau mengalami gangguan lainnya. Segera kunjungi dokter mata agar Anda dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jika Anda terdiagnosis mengalami edema makula diabetik, berkonsultasilah dengan dokter guna menentukan prosedur pengobatan yang sesuai bagi Anda. Pilihan metode yang tersedia antara lain:

  • Suntikan langsung ke dalam mata untuk mencegah pembuluh darah tumbuh terlalu cepat.
  • Suntik kortikosteroid untuk mengatasi peradangan dan bengkak pada retina.
  • Obat tetes mata nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) untuk pasien yang tidak bisa menggunakan kortikosteroid.
  • Operasi laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor.

Edema makula diabetik adalah komplikasi diabetes yang cukup serius. Meski demikian, Anda tetap bisa melindungi kesehatan mata dengan menjalani gaya hidup sehat serta menjalani pemeriksaan mata dan gula darah secara rutin.

Upaya ini mungkin tidak sepenuhnya mencegah edema makula, tetapi Anda dapat mengurangi risikonya. Dengan cara ini, diabetes tidak menjadi penghalang bagi Anda untuk memiliki mata yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . 3 menit baca

Mengenal Jenis-Jenis Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah kondisi komplikasi dari diabetes. Neuropati diabetik tidak hanya 1 jenis, melainkan ada 4 jenis yang bisa dibedakan gejalanya.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Diabetes, Health Centers 04/02/2020 . 5 menit baca

Suka Makan Jantung Pisang? Ini 5 Manfaat yang Wajib Anda Tahu

Manfaat jantung pisang mampu menangkal beragam bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu. Jantung pisang juga membantu mengatasi komplikasi diabetese.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 29/12/2019 . 4 menit baca

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Diabetes dulu disebut "penyakit orang tua" karena banyak menyerang orang-orang usia senja. Tapi sekarang lebih banyak penderita diabetes yang mati muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca
neuropati diabetik

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . 4 menit baca
vitamin b untuk penderita diabetes

Ini Pentingnya Vitamin B untuk Diabetesi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . 4 menit baca