6 Jenis Obat untuk Mengatasi Eksim Kering dan Basah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
Bagikan sekarang

Eksim atau dermatitis atopik merupakan penyakit kulit tidak menular yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Orang Indonesia sendiri mungkin lebih familier dengan istilah eksim kering dan basah. Lantas jika eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi berbeda, apakah obat yang digunakan juga akan berbeda?

Rekomendasi obat untuk eksim basah dan kering

Banyak orang yang menggangap eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi medis yang berbeda. Namun kenyataannya, dunia kedokteran tidak mengakui kedua istilah tersebut. Baik eksim basah dan eksim kering bukanlah penyakit yang terpisah.

Istilah eksim kering merujuk pada tahapan awal penyakit yang membuat kulit menjadi kering kemerahan dan gatal. Di sisi lain, eksim basah menggambarkan kemunculan bintil lepuhan berair pada kulit yang terdampak pada tahapan lebih lanjut. Bintil lepuhan tersebut dapat pecah atau mengelupas yang kemudian mengeluarkan cairan.

Eksim kering dan eksim basah hanyalah penyebutan awam bagi perbedaan gejala eksim yang muncul pada kulit. Oleh karena itu, pengobatan yang digunakan untuk mengatasi eksim kering dan basah masih termasuk obat yang sama dengan pengobatan eksim atau dermatitis atopik pada umumnya.

Penggunaan obat bisa membantu mengendalikan gejala eksim basah dan kering sekaligus menyembuhkannya dengan cepat agar tidak mudah kambuh lagi.

Eksim kering biasanya merujuk pada kondisi peradangan yang tidak atau belum terlalu parah. Gejala eksim kering pada tahap awal biasanya dapat diatasi menggunakan obat oles ataupun dengan pemakaian pelembap yang rutin.

Sementara itu, eksim basah kemungkinan menunjukkan tahap penyakit sudah lebih parah, atau bahkan sudah menimbulkan luka terbuka tanda dermatitis atopik yang terinfeksi. Maka, mengatasi kulit yang terdampak eksim basah biasanya memerlukan obat dengan potensi steroid yang lebih kuat, bahkan pengobatan tambahan melalui injeksi atau obat oral.

Secara umum, berikut adalah pilihan obatnya:

1. Obat kortikosteroid

Berbagai jenis obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep, krim, tablet, ataupun pil sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim. 

Dosis obat jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala eksim. Jika gejala eksim menunjukan kulit yang teriritasi, basah, dan merah  dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Satu yang perlu diingat dari cara mengobati eksim dengan salep kortikosteroid adalah penggunaannya tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang melihat potensi efek samping dari kortikosteroid.

Menurut studi yang dipublikasikan Indian Dermatology Online Journal, efek samping yang paling umum dari obat eksim jenis kortikosteroid dalam varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat.

Itu sebabnya, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang ada pada label kemasan sebelum Anda mulai menggunakan obat eksim ini.

2. Salep antiradang NSAID

Beberapa jenis salep NSAID, seperti jenis obat crisaborole, yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim dengan gejala kering hingga basah.

Diskusikan dulu dengan dokter mengenai penggunaan obat eksim jenis ini untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Pelembap

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Untuk membantu mengobati eksim gunakan pelembap kulit agar kulit tidak cepat menjadi kering atau mengalami pecah-pecah.

Namun, Anda sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu.

Menggunakan pelembap paling tidak dua kali per hari untuk melembapkan dan melindungi kulit Anda. pilihlah pelembap yang memiliki kandungan minyak tinggi, namun tidak mengandung banyak bahan kimia dan pewangi.

4. Antibiotik

Menggaruk kulit gatal akibat eksim lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Untuk mengobati eksim basah yang semakin parah akibat garukan, dokter dapat meresepkan obat eksim berupa antibiotik.

Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim basah biasanya berbentuk krim, salep, tablet, atau kapsul.

Untuk infeksi ringan biasanya menggunakan obat eksim dengan varian krim atau salep. Oleskan obat eksim berupa salep secara merata pada daerah yang terinfeksi.

5. Obat imunosupresan

Bila dicurigai adanya respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan sebagai penyebab munculnya penyakit ini, dokter mungkin akan meresepkan obat imunosupresan.

Sistem kekebalan tubuh pada penderita eksim dapat bereaksi tidak wajar dan menimbulkan peradangan. Akibatnya, Anda mengalami gejala berupa kulit merah dan gatal.

Eksim basah dan kering yang muncul akibat gangguan pada sistem imun dapat diatasi dengan obat imunosupresan. Obat eksim tersebut bekerja dengan cara mengendalikan atau menekan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dengan obat ini, sistem kekebalan tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan timbulnya gejala eksim di wajah.

6. Calcineurin inhibitor

Cara mengobati eksim kering atau basah dengan obat berupa krim steroid sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang. Risiko efek sampingnya dapat menipiskan lapisan kulit.

Bila pengobatan eksim diperlukan untuk jangka panjang, dokter mungkin akan mengganti dengan obat lain.

Sebagai alternatif, dokter dapat menyarankan penggunaan obat mengandung calcineurin inhibitor, seperti pimecromilus, yang bekerja menghambat senyawa kimia pemicu kambuhnya eksim.

7. Fototerapi

Apabila menggunakan obat saja tidak efektif meredakan gejala eksim kering dan malah berubah menjadi eksim basah, pengobatan fototerapi biasanya akan disarankan oleh dokter.

Fototerapi dilakukan dengan cara memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) secara langsung pada kulit wajah Anda. Sinar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan bakteri pada kulit.

Namun, Anda tidak disarankan untuk menjalani fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Perawatan kulit sementara pakai obat untuk eksim kering dan basah

Selain obat, terdapat juga cara menjaga kesehatan kulit yang bisa Anda lakukan untuk melengkapi pengobatan eksim yang dijalani.

Cara mengobati secara sederhana ini bisa mencegah berkembangnya gejala eksim kering menjadi basah:

  1. Menghindari segala hal yang menyebabkan iritasi kulit, seperti tidak menggunakan bahan seperti kain wol atau nilon.
  2. Rutin memotong kuku untuk mengurangi risiko kerusakan kulit akibat terlalu sering digaruk.
  3. Menghindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama untuk bagian kulit yang terdampak. Gunakan tabir surya khusus untuk eksim dengan kandungan SPF saat keluar rumah.
  4. Jangan mandi terlalu lama dan sering karena bisa menyebabkan kulit menjadi semakin kering sehingga rentan teriritasi.
  5. Kelola stres dengan memperbanyak melakukan aktivitas yang menyenangkan agar pikiran tetap sehat. Stres nyatanya bisa membuat gejala eksim semakin buruk.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020