5 Tips Mencegah Iritasi Pada Ketiak Setelah Bercukur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Efek samping yang paling sering terjadi akibat mencukur bulu ketiak adalah razor burn alias iritasi. Kendati bisa sembuh dengan sendirinya, rasa gatal dan perih akibat iritasi tetap saja mengganggu. Lantas, apa saja hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah iritasi akibat mencukur bulu ketiak?

Tips mencegah iritasi pada ketiak setelah bercukur

Iritasi pada ketiak dapat disebabkan oleh cara bercukur yang salah, kulit ketiak kering, serta faktor lain yang mungkin tidak disadari selama bercukur. Alih-alih memiliki ketiak yang bersih dan mulus, Anda justru berisiko mengalami iritasi.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mencegah iritasi setelah mencukur bulu ketiak:

1. Mengeksfoliasi kulit ketiak sebelum bercukur

Folikel rambut pada ketiak dapat tersumbat oleh sel kulit mati, sisa deodoran, minyak, bakteri, serta kotoran. Mencukur bulu ketiak akan mempermudah bakteri dan kotoran untuk memasuki folikel pada kulit ketiak. Akibatnya, kulit ketiak rentan terkena iritasi.

Eksfoliasi bermanfaat untuk menghilangkan lapisan kulit mati dan kotoran sehingga kulit ketiak tetap bersih saat dicukur. Caranya, usapkan kain lembut atau scrub berbutir kecil pada ketiak, lalu bilas dengan air. Lakukan secara rutin setiap 2-3 kali seminggu.

ketiak sakit

2. Menjaga kulit ketiak tetap lembap selama bercukur

Mencukur bulu ketiak dalam keadaan kering akan meningkatkan risiko timbulnya luka. Hal ini disebabkan karena kulit area ketiak sangat sensitif. Untuk mencegah iritasi, Anda perlu menjaga kulit ketiak tetap lembap selama mencukur area tersebut.

Anda dapat menggunakan gel cukur ataupun mengoleskan bahan alami seperti minyak kelapa pada malam hari sebelum bercukur. Atau, Anda juga bisa mandi terlebih dulu sehingga kulit ketiak menjadi lebih lembut begitu Anda mencukurnya.

3. Mencukur dengan cara yang tepat

Iritasi pada ketiak juga dapat disebabkan oleh cara bercukur yang salah. Kesalahan yang paling umum adalah mencukur ketiak dengan arah yang sama berulang kali, mencukur melawan arah tumbuhnya rambut, serta terlalu menekan pisau cukur.

Dr. Ellen Marmur, seorang dokter spesialis kulit di New York, menyarankan bercukur dengan arah huruf X agar Anda bisa mencapai seluruh permukaan ketiak. Anda juga perlu mengurangi tekanan pisau saat mencukur ketiak untuk mencegah iritasi.

4. Mengganti pisau cukur secara rutin

Pisau cukur yang tumpul tidak bisa membabat bulu ketiak dengan efektif. Akhirnya, Anda harus lebih menekan pisau cukur untuk memangkas bulu ketiak hingga ke pangkalnya. Selain tidak efektif, cara ini juga akan meningkatkan risiko luka dan iritasi.

Gantilah pisau cukur Anda setiap 1-3 kali penggunaan, tergantung kondisi pisau. Saat membeli alat cukur yang baru, pilihlah alat cukur dengan pisau ganda untuk memperoleh hasil cukur yang lebih merata.

gejala ketiak sensitif

5. Mencukur secara perlahan pada waktu yang tepat

Untuk mencegah iritasi, pastikan Anda mencukur bulu ketiak secara perlahan hingga mencapai seluruh permukaan ketiak. Bercukur dengan terburu-buru tidak hanya dapat memicu iritasi, tapi juga menyisakan helai bulu yang bisa memperparah iritasi tersebut.

Mengutip laman Kids Health, beberapa orang juga tidak harus mencukur bulu ketiak setiap hari bila pertumbuhan bulu ketiaknya termasuk lambat. Cukup bercukur ketika bulu ketiak sudah memanjang atau mulai menimbulkan rasa tidak nyaman.

Iritasi setelah mencukur ketiak memang sering terjadi, tapi Anda bisa mencegah hal ini dengan beberapa cara sederhana. Jaga kulit ketiak tetap lembap saat bercukur, jangan gunakan pisau cukur yang tumpul, dan bercukurlah mengikuti arah tumbuhnya rambut. Selain itu, lakukan pula rutinitas setelah bercukur untuk menjaga kulit tetap sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Menghilangkan Rambut yang Tumbuh di Payudara?

Tidak hanya pria, pada payudara wanita pun dapat ditumbuhi bulu. Pertanyaanya, tumbuh rambut di payudara ini boleh dihilangkan atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 25 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Tidak Boleh Menggunakan Scrub Badan untuk Wajah

Scrub badan tentu tak dibuat sama persis dengan scrub muka. Pemakaian scrub yang sembarangan dan tidak sesuai fungsinya dapat membuat kulit iritasi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 25 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Panduan Cara Mencukur Bulu Kemaluan Pria

Jangan asal-asalan mencukur rambut kemaluan! Supaya hasilnya maksimal, pria wajib simak cara mencukur bulu kemaluan yang benar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Pria, Hidup Sehat 11 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Perlukah Wanita Mencukur Bulu Kemaluan Secara Rutin?

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan adalah pilihan setiap wanita. Lantas, mana pilihan yang lebih tepat untuk kenyamanan dan kesehatan organ intim?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 6 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
mengganti pisau cukur

Seberapa Sering Pisau Cukur Harus Diganti?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
cara bercukur yang benar

Dari Ketiak Hingga Rambut Kemaluan, Ini Cara Bercukur yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah ingrown hair

Bagaimana Cara Mencegah Ingrown Hair agar Tidak Semakin Parah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit