Benarkah Jarang Keramas Menyebabkan Infeksi Kulit Kepala?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ingin memiliki rambut yang sehat dan kuat? Tentu kulit kepala Anda juga harus sehat. Untuk itu, kebersihan rambut dan kulit kepala harus diperhatikan. Lalu, bagaimana jika Anda jarang keramas? Benarkah bisa menimbulkan infeksi kulit kepala?

Benarkah jarang keramas menyebabkan infeksi kulit kepala?

Infeksi kulit kepala adalah masalah umum yang dihadapi semua kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Biasanya terjadi akibat masuknya bakteri atau jamur pada folikel rambut yang rusak. Infeksi ini menimbulkan beragam gejala, umumnya kemerahan, gatal, dan lenting berisi nanah.

Ada beberapa jenis infeksi kulit kepala, di antaranya kurap, folikulitis, dermatitis seboroik, impetigo, atau infeksi jamur ragi candida. Semua penyakit tersebut bukan hanya menimbulkan rasa gatal parah yang mengganggu aktivitas, tapi juga kebotakan sehingga mengurangi penampilan Anda. Sebenarnya, apa penyebab infeksi ini? Apakah jarang keramas adalah satu penyebabnya?

Karena jenisnya cukup banyak, penyebab infeksi pada kulit kepala ini juga beragam. Salah satunya karena kurangnya menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, seperti jarang keramas. Ya, kurap di kulit kepala (tinea capitis) contohnya.

Tinea capitis adalah infeksi jamur dermatofita yang hidup pada jaringan mati di rambut, kuku, dan lapisan kulit terluar. Jamur ini berkembang dengan baik pada area kulit yang hangat dan lembap.

Jika Anda jarang keramas, keringat dan kotoran akan menumpuk di kulit kepala. Akibatnya, jamur akan berkembang dengan pesat dan menyebabkan infeksi. Selain jarang keramas, kondisi rambut yang cenderung lembap dan adanya luka terbuka di kepala juga bisa menyebabkan tinea capitis.

Selain tinea capitis, infeksi jamur ragi candida juga disebabkan oleh jamur. Hanya saja, bukan terjadi karena jarang keramas, melainkan karena paparan zat kimia dari produk pembersih rambut yang mengganggu keseimbangan jamur di kulit kepala. Penggunaan obat-obatan tertentu, pola makan yang tidak sehat, kondisi medis tertentu juga bisa jadi penyebab lainnya.

kesalahan saat keramas

Penyebab lain infeksi kulit kepala

Infeksi tinea capitis memang bisa disebabkan oleh jarangnya Anda membersihkan rambut. Sementara infeksi jamur candida bisa disebabkan oleh pemilihan sampo yang tidak tepat. Namun, penyebab infeksi kulit kepala tidak hanya itu. Ada beberapa jenis infeksi kulit kepala lain yang disebabkan oleh penyebab yang berbeda-beda, di antaranya:

Penyebab dermatitis seboroik

Meski tidak diketahui secara pasti penyebabnya, dermatitis seboroik tidak terjadi akibat alergi atau kurangnya kebersihan rambut dan kulit kepala. Namun, dipercaya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai hal, seperti faktor genetik, stres, pemakaian obat-obatan tertentu, dan kulit kepala yang kering.

Penyebab folikulitis

Infeksi kulit kepala ini terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut. Seseorang bisa mendapatkan folikulitis akibat mengenakan penutup kepala yang ketat, kulit kepala cenderung lembap, dan keseringan menyentuh kulit kepala saat tangan tidak bersih.

Penyebab impetigo

Impetigo adalah infeksi bakteri Staphylococcus yang memasuki kulit kepala yang rusak. Bakteri ini hidup di kulit dan dapat menyebar melalui kontak kulit, sentuhan pada benda, bersin, dan batuk. Jika Anda memiliki luka terbuka pada kulit dan sering berinteraksi dengan orang dengan impetigo, risiko tertular penyakit ini akan semakin besar.

Penyebab psoriasis

Psoriasis dapat terjadi di sekitar kulit kepala. Masalah kulit ini tidak disebabkan oleh jarang keramas, melainkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Orang dengan psorasis mengalami pergantian sel-sel kulit lebih cepat daripada orang normal sehingga kulitnya akan bersisik keperakan, kering, mengelupas, meneal, dan terasa sangat gatal.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca