Benarkah Jarang Keramas Menyebabkan Infeksi Kulit Kepala?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Ingin memiliki rambut yang sehat dan kuat? Tentu kulit kepala Anda juga harus sehat. Untuk itu, kebersihan rambut dan kulit kepala harus diperhatikan. Lalu, bagaimana jika Anda jarang keramas? Benarkah bisa menimbulkan infeksi kulit kepala?

Benarkah jarang keramas menyebabkan infeksi kulit kepala?

Infeksi kulit kepala adalah masalah umum yang dihadapi semua kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Biasanya terjadi akibat masuknya bakteri atau jamur pada folikel rambut yang rusak. Infeksi ini menimbulkan beragam gejala, umumnya kemerahan, gatal, dan lenting berisi nanah.

Ada beberapa jenis infeksi kulit kepala, di antaranya kurap, folikulitis, dermatitis seboroik, impetigo, atau infeksi jamur ragi candida. Semua penyakit tersebut bukan hanya menimbulkan rasa gatal parah yang mengganggu aktivitas, tapi juga kebotakan sehingga mengurangi penampilan Anda. Sebenarnya, apa penyebab infeksi ini? Apakah jarang keramas adalah satu penyebabnya?

Karena jenisnya cukup banyak, penyebab infeksi pada kulit kepala ini juga beragam. Salah satunya karena kurangnya menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala, seperti jarang keramas. Ya, kurap di kulit kepala (tinea capitis) contohnya.

Tinea capitis adalah infeksi jamur dermatofita yang hidup pada jaringan mati di rambut, kuku, dan lapisan kulit terluar. Jamur ini berkembang dengan baik pada area kulit yang hangat dan lembap.

Jika Anda jarang keramas, keringat dan kotoran akan menumpuk di kulit kepala. Akibatnya, jamur akan berkembang dengan pesat dan menyebabkan infeksi. Selain jarang keramas, kondisi rambut yang cenderung lembap dan adanya luka terbuka di kepala juga bisa menyebabkan tinea capitis.

Selain tinea capitis, infeksi jamur ragi candida juga disebabkan oleh jamur. Hanya saja, bukan terjadi karena jarang keramas, melainkan karena paparan zat kimia dari produk pembersih rambut yang mengganggu keseimbangan jamur di kulit kepala. Penggunaan obat-obatan tertentu, pola makan yang tidak sehat, kondisi medis tertentu juga bisa jadi penyebab lainnya.

kesalahan saat keramas

Penyebab lain infeksi kulit kepala

Infeksi tinea capitis memang bisa disebabkan oleh jarangnya Anda membersihkan rambut. Sementara infeksi jamur candida bisa disebabkan oleh pemilihan sampo yang tidak tepat. Namun, penyebab infeksi kulit kepala tidak hanya itu. Ada beberapa jenis infeksi kulit kepala lain yang disebabkan oleh penyebab yang berbeda-beda, di antaranya:

Penyebab dermatitis seboroik

Meski tidak diketahui secara pasti penyebabnya, dermatitis seboroik tidak terjadi akibat alergi atau kurangnya kebersihan rambut dan kulit kepala. Namun, dipercaya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai hal, seperti faktor genetik, stres, pemakaian obat-obatan tertentu, dan kulit kepala yang kering.

Penyebab folikulitis

Infeksi kulit kepala ini terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut. Seseorang bisa mendapatkan folikulitis akibat mengenakan penutup kepala yang ketat, kulit kepala cenderung lembap, dan keseringan menyentuh kulit kepala saat tangan tidak bersih.

Penyebab impetigo

Impetigo adalah infeksi bakteri Staphylococcus yang memasuki kulit kepala yang rusak. Bakteri ini hidup di kulit dan dapat menyebar melalui kontak kulit, sentuhan pada benda, bersin, dan batuk. Jika Anda memiliki luka terbuka pada kulit dan sering berinteraksi dengan orang dengan impetigo, risiko tertular penyakit ini akan semakin besar.

Penyebab psoriasis

Psoriasis dapat terjadi di sekitar kulit kepala. Masalah kulit ini tidak disebabkan oleh jarang keramas, melainkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Orang dengan psorasis mengalami pergantian sel-sel kulit lebih cepat daripada orang normal sehingga kulitnya akan bersisik keperakan, kering, mengelupas, meneal, dan terasa sangat gatal.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Helm yang Jarang Dicuci Bisa Sebabkan Penyakit! Ini Tips Membersihkannya

Helm melindungi kepala Anda dari cedera saat berkendara. Namun, helm yang jarang dicuci juga bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan pada kulit kepala.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kepala Terbakar Matahari

Kulit kepala orang yang berambut tipis dan sering berkegiatan saat panas terik berisiko terbakar matahari. Intip cara mengatasinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

7 Cara Terbaik Mengobati Dermatitis Seboroik, Eksim di Kulit Kepala

Ketombe parah, kulit gatal, kemerahan, dan bahkan sampai bersisik, bisa jadi gejala dermatitis seboroik. Apa saja terapi dermatitis seboroik yang efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Berbagai Cara Mengatasi Infeksi Kulit Kepala Sesuai Penyebabnya

Infeksi kulit kepala disebabkan oleh berbagai penyebab dan akan bertambah parah jika tidak segera diatasi. Lantas, bagaimana caranya mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

kulit kepala gatal

Tips Menghilangkan Rasa Gatal Pada Kulit Kepala Sesuai Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020
mengganti shower cap

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Shower Cap?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/10/2019
meminjam helm orang lain

4 Risiko Kesehatan Akibat Sering Pinjam Meminjam Helm

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 08/09/2019
sampo anjing menghilangkan kutu rambut

Benarkah Sampo Anjing Ampuh Membasmi Kutu Rambut?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 01/08/2019