Obat Batuk Paling Manjur Berdasarkan Jenis Batuknya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/04/2020
Bagikan sekarang

Batuk menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak dikonsultasikan ke dokter. Minum obat pasti menjadi solusi Anda saat batuk tak sembuh-sembuh. Ada banyak jenis obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk, tapi harus disesuaikan dengan jenis batuknya; apakah itu batuk kering atau batuk berdahak. Mengenali jenis batuk yang Anda alami membantu Anda mendapatkan obat yang tepat.

Kenali jenis batuk untuk memilih obat yang tepat

jenis batuk

Bila Anda sedang batuk kering dan minum obat untuk batuk berdahak, tentu tidak cukup ampuh untuk meredakan gejalanya. Begitu pula saat Anda mengalami batuk berdahak dan malah mengonsumsi obat untuk batuk kering.

Coba perhatikan lagi gejala batuk yang Anda alami, lalu sesuaikan dengan jenis batuk berikut ini.

Batuk berdahak

Batuk berdahak dapat terjadi karena adanya lendir atau dahak yang menumpuk di saluran tenggorokan dan paru-paru. Akibatnya, batuk Anda terdengar bunyi grok-grok dan gatal di tenggorokan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit termasuk pilek, flu, dan infeksi.

Batuk kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak. Hal ini biasanya terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan). Selain itu, batuk kering juga dapat disebabkan oleh alergi, asma, atau menghirup asap atau debu secara terus menerus.

Pilihan obat batuk sesuai penyebab

obat batuk berdahak

Batuk bisa ditangani secara mandiri dengan membeli obat di apotek atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Meski mudah diperoleh, bukan berarti Anda bisa sembarang minum obat yang dijual bebas. Alih-alih cepat sembuh, gejalanya malah akan semakin parah jika salah mengonsumsi obat.

Merujuk artikel Pharmacology of Cough and Cold Medicine yang dirilis Journal of Pediatric Health Care berikut merupakan rekomendasi obat OTC apa saja yang aman dan juga manjur menyembuhkan batuk.

1.Dekongestan 

Dekongestan adalah jenis obat untuk melegakan hidung meler atau tersumbat karena pilek dan flu, reaksi alergi, radang selaput lendir hidung, dan sinusitis. Dekongestan juga dapat digunakan sebagai obat batuk kering karena alergi dan flu.

Dekongestan bekerja mengurangi pembengkakan pembuluh darah di hidung Anda, yang membantu membuka saluran udara. Dengan begitu, Anda akan cenderung lebih jarang batuk.

Jenis obat dekongestan biasanya mengandung pseudoefedrin. Dekongestan sebaiknya tak dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur 12 tahun. Dekongestan hanya ditujukan untuk pengobatan batuk jangka pendek, tidak lebih dari 5 hari.

Dekongestan ada yang berbentuk spray, cairan, kapsul, dan sirup. 

2.Antihistamin

Pelepasan zat histamin yang dipicu reaksi alergi dapat mengakibatkan timbulnya batuk kering.

Guna dapat menyembuhkan batuk kering akibat alergi, Anda perlu menggunakan obat dengan kandungan antihistamin yang mampu mengurangi efek pelepasan zat tersebut. 

Ada dua jenis antihistamin yang memiliki efek samping berbeda dalam penggunaannya. Antihistamin versi lama seperti chlorphenamine, hydroxyzine, dan promethazine bisa menimbulkan efek kantuk.

Sementara itu, antihistamin terbaru seperti loratadine, cetirizine, dan levocetirizine tidak terlalu menyebabkan kantuk.

3. Supresan 

Jika Anda mengalami batuk kering, pastikan jenis obat batuk yang Anda pilih berlabel supresan atau antitusif. Jenis obat batuk supresan mengandung dextromethorphan yang mampu menghambat refleks batuk sehingga Anda jadi lebih jarang batuk. 

Obat batuk supresan dengan kandungan dextromethorphan dinyatakan aman penggunaannya oleh FDA (Food and Drug Association). Namun, tetap terdapat efek samping yang ditimbulkan saat mengonsumsi obat ini, di antaranya seperti rasa kantuk, kepala pening, dan perut kembung.

4. Ekspektoran

Ekspektoran sangat berguna saat Anda merasakan sesak nafas akibat dahak atau lendir yang memenuhi paru-paru. Ekspektoran akan mengencerkan dahak yang menebal sehingga Anda bisa merasa lebih lega. Maka dari itu, ekspektoran menjadi jenis obat andalan untuk mengatasi batuk berdahak. 

Guaifenesin adalah kandungan ekspektoran yang berfungsi mengencerkan dahak yang menyelimuti paru-paru tersebut. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup maupun tablet.

5. Obat batuk kombinasi

Jenis obat batuk kombinasi bisa Anda pakai saat Anda tidak hanya menderita batuk, tetapi juga pilek atau demam. Obat kombinasi biasanya mengandung lebih dari satu bahan aktif sehingga dapat Anda manfaatkan untuk mengobati gejala lainnya seperti pilek, hidung tersumbat, dan lainnya.

Biasanya obat kombinasi mencampur ekspektoran dan supresan dengan antihistamin, dekongestan, dan pereda nyeri. Antihistamin berfungsi untuk meredakan gatal di tenggorokan dan juga memiliki efek penenang. Sedangkan, dekongestan mampu meringankan hidung tersumbat.

Sebelum memilih obat kombinasi ini, sebaiknya baca dulu keterangan obat dan sesuaikan dengan gejala sakit Anda.

Jika yang Anda alami adalah batuk kering, sebaiknya tidak mememilih pengobatan kombinasi dengan ekspektoran dan dekongestan karena lebih ditujukan untuk meringankan batuk berdahak.

6. Obat batuk topikal

Untuk membantu meredakan gejala, Anda juga bisa menggunakan jenis obat batuk topikal. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan ke tubuh atau dihirup secara langsung. Obat topikal ini biasanya juga digunakan untuk meringankan gejala lain seperti hidung tersumbat.

Kandungan obat ini biasanya adalah minyak kayu putih, champor, dan menthol yang memberikan efek hangat untuk menekan batuk. Obat ini biasanya berbentuk balsem, obat hirup, atau vaporizer.

Bagi Anda yang memiliki alergi saluran pernapasan atau asma, Anda berisiko lebih sering terkena penyakit batuk. Maka dari itu, penting untuk menyimpan persedian obat batuk nonresep sebagai penanganan pertama.

Obat yang diperoleh dari resep dokter

Obat batuk yang ampuh

Obat yang diberikan dokter mungkin memang lebih efektif dalam menyembuhkan batuk yang Anda derita. Pasalnya, pengobatan tersebut ditentukan setelah berhasil mendiagnosis jenis penyakit penyebab batuk melalui serangkaian pemeriksaan. 

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan umum dengan menanyakan riwayat kesehatan dan macam-macam gejala yang dialami. Jika obat yang direkomendasikan tidak membuat kondisi Anda membaik, maka selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan lab, bronkoskopi atau rinoskopi, sehingga dapat memberikan resep obat yang lebih akurat. 

Di awal pemeriksaan, saat dokter belum dapat memastikan penyebab dari batuk tersebut, biasanya dokter akan memberikan cough suppressant  yang membantu mempercepat penyembuhan dari gejala-gejala batuk yang dialami. 

Seperti yang dilansir Mayo Clinic, dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat berikut ini  agar Anda cepat sembuh:

  • Antihistamin, korticosteroid, dan dekongestant: Dalam standar pengobatan batuk, dokter biasa memberikan ketiga obat ini untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh alergi dan postnasal drip. 
  • Korticosteroid dan bronchodilatorsDapat dengan efektif menghentikan batuk yang disebabkan oleh asma karena mereduksi inflamasi dan melegakan saluran pernafasan.
  • Antibiotik: Apabila diketahui bakteri sebagai penyebab dari batuk, dokter akan memberikan antibiotik untuk meredakan infeksi.
  • Acid blocker: Obat jenis ini akan diberikan saat hasil diagnosis memperlihatkan terdapat produksi asam yang tertahan di dalam tubuh yang mengiritasi tenggorokan.

Efek samping pemakaian obat batuk

perempuan berkacamata batuk

Faktor efek samping obat seringkali tidak dapat dihindarkan. Untuk memilih jenis obat batuk yang aman, Anda juga perlu mengetahui seberapa besar potensi efek samping yang ditimbulkan saat mengonsumsi obat tersebut. 

Efek samping yang umum muncul dalam pengobatan penyakit batuk di antaranya adalah mengantuk, tubuh menggigil, kepala pening, mual, diare, dan konstipasi. Kondisi ini biasanya diakibatkan kala mengonsumsi obat-obat OTC.

Apabila obat dikonsumsi oleh ibu hamil, efek samping yang ditimbulkan juga bisa menguat. Ibu hamil tidak bisa sembarangan meminum obat karena dapat memicu terjadinya penyakit jantung, asma, dan glaukoma.

Efek samping tersebut dapat menyebabkan janin terkena alergi, bahkan yang lebih parahnya dapat mengancam keselamatan jiwa baik ibu maupun janinya. 

Penggunaan obat nonresep juga sebaiknya tidak diberikan pada anak berusia di bawah dua tahun karena berpotensi menimbulkan efek candu. 

Perhatikan aturan pemakaian obat batuk

membeli obat di apotek

Bacalah aturan pemakaian obat dengan teliti sebelum mengonsumsinya. Aturan pakai tersebut biasanya tertera di bagian luar kemasan obat. Anda sebaiknya memahami dengan baik, Anda bisa menanyakannya pada apoteker yang berjaga. 

Apabila obat diperoleh dari resep dokter, pastikan Anda meminum sesuai dengan yang aturan yang dianjurkan. Menambah dosis penggunaan obat dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika pengobatan yang dilakukan tidak kunjung membaik.

Hindari menggunakan dua jenis obat batuk secara bersamaan selain yang dianjurkan oleh dokter. Obat mengandung zat toksik yang perlu disaring di dalam hati, maka saat semakin banyak mengonsumsi obat maka hati akan dua kali lipat bekerja lebih keras.

Oleh sebab itu, mengonsumsi dua obat sekaligus dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan overdosis obat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Cara memilih obat batuk yang tepat adalah dengan mengenali jenis dari batuk yang dialami karena obat batuk memiliki kandungan yang berbeda-beda pula.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

3 Tips yang Dapat Dilakukan Agar Batuk Berdahak Cepat Hilang

Batuk berdahak tidak dapat dianggap sepele. Selain dapat mengganggu aktivitas, batuk ini dapat menjadi pertanda gejala dari penyakit yang lebih serius.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Jika ingin menghindari risiko efek samping dari obat apotek, sebaiknya gunakan berbagai obat batuk alami untuk ibu hamil ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
membedakan jenis batuk

Tak Semua Batuk Itu Tanda COVID-19, Bagaimana Membedakannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
anak batuk sampai muntah

Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020