Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala IniIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Batuk dan pilek menjadi penyakit yang sudah tidak asing dijumpai. Setiap tahunnya, Anda pasti mengalami batuk setidaknya satu kali. Pada umumnya, Anda mungkin ingin segera meredakan batuk dengan obat. Namun, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa jenis batuk yang dialami agar dapat memilih obat batuk yang sesuai dengan gejala yang dirasakan.

Membedakan jenis batuk sebelum memilih obat

Batuk merupakan pertanda atau gejala dari berbagai jenis penyakit atau gangguan kesehatan. Terkadang, Anda dapat mengetahui penyebab batuk dari gejala yang dirasakan.

Batuk dapat dikategorikan berdasarkan:

  • Perilaku dan pengalaman. Kapan dan bagaimana batuk biasanya mulai terjadi? Apakah malam hari, setelah makan, atau ketika berolahraga?
  • Karakter. Bagaimana suara atau dampak yang dirasakan ketika Anda batuk? Apakah kering atau berdahak?
  • Durasi. Apakah batuk berlangsung kurang dari dua atau enam minggu? Atau bahkan mungkin lebih dari delapan minggu?

Memilih obat batuk dengan cara mengenali gejalanya

Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang dari 40% konsumen mengenali kandungan aktif  umum yang terdapat pada obat batuk, pilek, dan flu. Hanya 43% saja yang mau bertanya kepada apoteker untuk menanyakan kandungannya.

Padahal, sebelum memilih obat batuk atau obat apa pun, penting untuk mengetahui manfaat dari kandungannya. Beberapa kandungan utama yang paling sering terdapat pada obat batuk, di antaranya:

  • Analgesik: Termasuk asetaminofen dan antiradang, Aspirin, Ibuprofen, dan Naproxen sodium.
  • Dekongestan: Bermanfaat untuk hidung tersumbat dan sesak pada dada. Contohnya adalah Pseudoephedrine dan Phenylephrine.
  • Ekspektoran: Dapat mengencerkan lendir dalam dada, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Salah satu contohnya adalah Guaifenesin.
  • Antihistamin: Digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi alergi, yang dapat memicu gejala mirip pilek. Chlorpheniramine maleate, Diphenhydramine, dan Doxylamine succinate termasuk antihistamin.
  • Cough suppressants (penekan batuk): Kandungan yang bekerja sesuai namanya, yaitu mengurangi frekuensi batuk. Contoh dari kandungan yang dapat menekan batuk adalah Dextromethorphan.

Terdapat obat yang merupakan kombinasi dari kandungan-kandungan tersebut. Obat jenis ini mampu mengatasi lebih dari satu jenis gejala saat Anda batuk.

Berikut kandungan yang disarankan untuk mengatasi batuk sesuai dengan gejalanya.

Batuk dan pilek

Apabila Anda mengalami batuk dan pilek pada saat yang bersamaan, pilihlah obat batuk yang mengandung Dextromethorphan, Doxylamine Succinate, dan Pseudoephedrine. Kandungan obat ini diminum saat batuk dan pilek, bukan hanya gejala batuk saja. Hidung tersumbat merupakan salah satu gejala yang cukup umum terjadi sehingga Anda butuh peran dari kandungan Pseudoephedrine.

Batuk tidak berdahak disertai alergi

Batuk yang merupakan gejala dari pilek biasanya tidak akan berlangsung lama. Namun, batuk juga dapat menjadi gejala dari alergi yang terjadi lebih parah ketika berada pada cuaca atau lingkungan tertentu.

Oleh karena itu, Anda dapat memperhatikan kandungan dari obat batuk dan memilih yang mengandung antihistamin dan penekan batuk, yaitu seperti  Dextromethorphan dan Diphenhydramine.

Batuk berdahak

Batuk berdahak atau disebut juga batuk produktif merupakan jenis batuk yang biasanya disertai keluarnya lendir atau dahak. Cara memilih obat untuk mengatasi batuk berdahak tidak sama seperti batuk lainnya. Anda harus mempertimbangkan untuk memilih obat yang mengandung ekspektoran, contohnya seperti Guafanesin agar dahak dapat lebih mudah dikeluarkan.

Batuk kering

Batuk merupakan cara untuk tubuh membersihkan saluran pernapasan dari penyebab iritasi dan lendir. Ketika batuk kering, Anda tidak dapat mengeluarkan lendir atau dahak. Beberapa hal dapat menyebabkan batuk kering, salah satunya adalah alergi. Oleh sebab itu, Anda dapat memilih obat untuk membantu mengatasi batuk kering dengan kandungan Dextromethorphan (penekan batuk) dan Chlorphenamine Maleate (Antihistamin).

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 18, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca