5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Asma adalah kondisi yang membuat dada anak terasa nyeri seperti dililit kencang oleh tali, sehingga menyebabkannya kesulitan bernapas lega, batuk-batuk, dan mengeluarkan napas berbunyi (mengi). Cara pengobatan asma pada anak yang paling direkomendasikan adalah menggunakan obat-obatan medis dari dokter. Namun khusus untuk anak, asma juga dapat diredakan dengan obat tradisional dari bahan-bahan herbal yang sudah ada di dapur, lho! Penasaran apa saja?

Obat tradisional asma dari bahan herbal untuk anak

Berikut beberapa pilihan obat tradisional dari bahan herbal yang mungkin berguna untuk membantu meredakan asma anak.

1. Kunyit

Kunyit untuk obat batuk alami

Gejala asma pada anak-anak cenderung lebih melemahkan ketimbang orang dewasa. Selain karena saluran pernapasan anak yang sensitif, daya tahan tubuh mereka pun cenderung masih lemah. Maka dari itu, asma pada anak-anak sangat rentan kambuh.

Nah, jika Anda punya persediaan kunyit di dapur, rempah kuning satu ini dapat Anda olah menjadi obat tradisional agar asma anak agar tidak gampang kumat. Kunyit diketahui memiliki sifat antialergi yang bekerja menghambat histamin, zat kimia dalam tubuh pemicu peradangan.

Hal ini pun didukung oleh sebuah studi dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research. Studi tersebut melaporkan, rutin minum suplemen kunyit selama sebulan dapat membantu melonggarkan jalur napas yang tersumbat.

Sayangnya, penelitian ini masih berupa skala kecil. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan manfaat dan risiko kunyit sebagai obat herbal untuk anak yang sakit asma.

2. Ginseng dan bawang putih

khasiat bawang putih

Bawang putih bersifat antiradang yang dipercaya para ahli mampu mengurangi peradangan pada saluran napas akibat asma. Menariknya, studi terbaru mengungkapkan bahwa khasiat bawang putih untuk mengatasi asma semakin meningkat bila digabungkan dengan ginseng.

Tikus yang diberikan ginseng dan bawang putih dalam kurun waktu 21 hari dilaporkan mengalami penurunan gejala dan peradangan di bagian paru-parunya. Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari fakultas kedokteran hewan, South Valley University di Mesir.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa kedua herbal ini manjur untuk pengobatan tradisional asma anak jangka panjang. Maka, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter anak mengenai penggunaan dua bahan alami ini sebagai pengobatan asma si kecil.

3. Madu

Madu sebagai obat batuk alami untuk anak

Selain menjadi obat herbal untuk batuk dan sakit tenggorokan, madu pun dipercaya bisa membantu meredakan gejala asma pada anak berkat kandungan antioksidannya yang berlimpah.

Penelitian menjelaskan bahwa antioksidan efektif untuk melawan peradangan dan meningkatkan kekebalan tubuh anak yang sakit asma. Para peneliti di UCLA menyarankan untuk mengonsumsi 2 sendok teh madu sebelum tidur.

Manisnya madu diyakini dapat memicu kelenjar ludah untuk menghasilkan lebih banyak air liur. Nah, air liur inilah yang pada akhirnya melumasi saluran udara sehingga dapat membantu meredakan batuk.

Madu juga dapat mengurangi peradangan di saluran bronkial (saluran udara di dalam paru-paru) dan membantu mengencerkan lendir yang membuat Anda sulit bernapas.

Campur 1 sendok teh madu ke dalam segelas air hangat dan mintalah si kecil untuk mengonsumsi sebanyak tiga kali dalam sehari. Guna menambah cita rasa, Anda juga bisa menambahkan perasan jeruk nipis, lemon, atau sejumput kayu manis.

4. Jahe

khasiat jahe

Jahe merupakan salah satu herbal yang punya banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk meredakan gejala asma. Tak main-main, manfaat yang dimiliki rempah satu ini bahkan sudah diakui sejak zaman nenek moyang terdahulu.

Sampai saat ini belum ada penjelasan saklek bagaimana jahe bisa berperan sebagai obat herbal asma untuk anak. Namun, penelitian melaporkan bahwa jahe mengurangi peradangan dan menghalangi kontraksi pada saluran napas.

Jahe juga dilaporkan dapat membantu melemaskan otot-otot di dinding pernapasan yang menegang, seperti yang terdapat pada beberapa obat asma. Tak heran bila jahe dapat dijadikan pengobatan pilihan untuk meredakan gejala asma pada anak.

Penelitian lain dalam Journal of Pharmaceutical Biology juga mengatakan bahwa jahe dapat membantu mengurangi respon alergi dengan menurunkan menurunkan kadar IgE dalam tubuh. Seperti yang diketahui, penyakit asma memiliki eratan yang kuat dengan alergi. Ketika kadar IgE ini menurun, maka reaksi alergi yang muncul juga perlahan-lahan akan berkurang.

Alhasil, gejala asma yang dialami anak bisa lebih dikendalikan dan jarang kambuh. Sebagai obat tradisional untuk meredakan gejala asma pada anak, Anda bisa membuat segelas wedang jahe hangat. Tambahkan perasan lemon dan madu untuk meningkatkan cita rasanya.

Hati-hati memberikan obat tradisional asma untuk anak

obat asma tradisional dan alami

Banyak orangtua memilih menggunakan pengobatan tradisional dengan bahan-bahan herbal karena dinilai lebih efektif dan minim efek samping. Faktanya, bahan herbal tidak selalu aman untuk anak-anak. Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum mencoba ramuan herbal jenis apa pun sebagai alternatif pengobatan asma anak. 

Di samping itu, penelitian tentang pengobatan tradisional asma dengan bahan-bahan herbal pun masih sangat sedikit. Sekali pun ada, studinya masih dalam lingkup kecil dan terbatas pada hewan. Maka itu, dibutuhkan banyak penelitian lain dengan cakupan yang lebih besar untuk membuktikan bahwa penggunaan obat tradisional dengan bahan alami benar-benar ampuh mengatasi asma anak. 

Anak Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apa pun ketika menggunakan bahan herbal untuk meredakan gejala asmanya. Namun, lain ceritanya bagi anak yang memang punya alergi terhadap bahan herbal tertentu. Anak dengan kondisi ini bisa saja mengalami reaksi anafilaksis yang berbahaya dan berakibat fatal.

Jadi, gunakan bahan-bahan herbal jenis apa pun dengan hati-hati. Bila anak Anda punya riwayat alergi terhadap bahan herbal maupun alami, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mencobanya. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 19, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca