Bisakah Membedakan Laki-laki yang Sudah Tidak Perjaka?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang tes keperawanan wanita. Tak seperti dugaan banyak orang, ternyata keperawanan wanita tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Lalu, bagaimana dengan para pria? Apakah ada cara tertentu untuk mengetahui mana laki-laki yang tidak perjaka, hanya dari ciri-ciri fisiknya? Untuk mempelajari lebih jauh soal keperjakaan, silakan simak ulasannya berikut ini.

Apa itu keperjakaan?

Keperjakaan bukan kondisi medis, melainkan sebuah konsep sosial dan budaya. Seorang perjaka biasanya digambarkan sebagai pria lajang yang belum pernah berhubungan seksual dengan wanita. Akan tetapi, ada perdebatan mengenai arti dari hubungan seksual itu sendiri. Sebagian masyarakat percaya bahwa hubungan seks berarti penetrasi penis ke dalam vagina. Namun, ada juga yang meyakini bahwa masturbasi atau stimulasi oleh orang lain dengan tangan (hand job) atau oral (blow job) pada penis termasuk hubungan seks.

Pada akhirnya, arti keperjakaan ditentukan oleh masyarakat dan lingkungan tempat seseorang tinggal, serta pemaknaan pribadi terhadap konsep keperjakaan.  

Bisakah keperjakaan laki-laki dicek?

Tidak, keperjakaan laki-laki tidak bisa dicek secara fisik. Faktanya, tak ada bukti fisik yang bisa menandakan apakah seorang pria pernah berhubungan seks. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seorang laki-laki masih perjaka adalah dengan bertanya langsung pada orang tersebut.

Anda mungkin pernah dengar beberapa mitos seputar tes keperjakaan laki-laki seperti mengetuk lutut. Pada kenyataannya, dari kacamata medis, lutut kopong tidak disebabkan oleh hubungan seks atau masturbasi. Lutut bisa terasa lemas, kopong, atau bunyi karena ada gangguan kesehatan seperti pengapuran sendi, kekurangan kalsium, dan osteoporosis. Maka, sebenarnya tes keperjakaan dengan cara mengetuk lutut tidak sah.

Mitos 1: Bisa melepas bra wanita berarti sudah tidak perjaka

Banyak orang percaya bahwa keperjakaan laki-laki bisa dilihat dari kemampuannya melepas bra wanita ketika bercinta. Jika ia bisa melepaskan bra dengan mudah, besar kemungkinan ia sudah tidak perjaka. Padahal, hal ini hanya sebatas mitos yang tidak bisa menjadi bukti keperjakaan.

Banyak laki-laki yang sudah berhubungan seks berkali-kali masih belum mahir membuka bra wanita. Bisa jadi karena terlalu semangat sehingga tidak fokus atau karena bra pasangannya memang sulit dilepaskan. Selain itu, laki-laki yang belum pernah berhubungan seks dengan wanita mungkin saja pandai melepas bra karena sering menonton film porno atau sudah pernah berlatih menggunakan bra wanita untuk mempersiapkan diri.

Mitos 2: Seorang perjaka pasti gugup dan tidak ahli

Sama seperti kasus melepas bra wanita, keahlian seorang laki-laki saat berhubungan seks tak bisa jadi bukti keperjakaannya. Laki-laki yang belum pernah bercinta mungkin saja sudah merasa sangat yakin dan percaya diri di malam pertamanya bersama istri, sehingga ia pun tidak terlihat gugup atau kikuk.

Sementara itu, pria yang sudah berkali-kali berhubungan seks belum tentu memahami seluk-beluk tubuh wanita sehingga ia jadi tampak tidak ahli.

Mitos 3: Ejakulasi dini menandakan keperjakaan

Ejakulasi dini memang bisa disebabkan oleh kondisi psikologis seperti rasa senang, tak sabar, gugup, atau cemas. Namun, siapa saja bisa mengalami gejolak emosi tersebut, tak hanya perjaka. Setiap orang memiliki reaksi fisik dan psikologis yang berbeda-beda saat berhubungan seks, entah untuk yang pertama kalinya atau yang kesekian kalinya. Pasalnya, banyak pria yang sudah menikah saja masih mengalami ejakulasi dini sehingga membutuhkan konsultasi dokter.

Pada kasus tertentu, ejakulasi dini dipicu oleh gangguan kesehatan atau penyakit tertentu. Penyakit yang mungkin mengakibatkan ejakulasi dini adalah gangguan hormon, gangguan prostat, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit