home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Tendangan ke Selangkangan Rasanya Sangat Sakit?

Kenapa Tendangan ke Selangkangan Rasanya Sangat Sakit?

Di dunia ini, mungkin hanya ada satu hal yang paling ditakuti oleh kaum Adam lebih dari apapun: menjadi sasaran empuk dari tendangan bola maut yang melayang ke selangkangan, yang membuat buah zakar sakit minta ampun.

Setelah selesai mengerang kesakitan, pernahkah Anda penasaran, kenapa rasa sakitnya bisa begitu tidak tertahankan sampai seringkali bikin pria jadi menangis?

Apa yang menyebabkan buah zakar sakit teramat sangat saat terkena tendangan?

Buah zakar memang terkenal sensitif. Itu karena bagian vital tersebut ditanami oleh ribuan saraf sensorik yang lebih banyak daripada bagian tubuh manapun. Ujung saraf ini, disebut nosiseptor, bekerja sebagai mekanisme keamanan dan bertugas memperingatkan otak tentang perubahan suhu, getaran, dan tekanan yang bisa merusak tubuh melalui sensasi nyeri.

Saat buah zakar Anda ditendang, kumpulan nosiseptor ini menyala aktif secara bersamaan untuk mengirimkan ombak sinyal sakit ke otak. Kemudian otak merespon sinyal tersebut dengan melepaskan senyawa kimia pemicu rasa sakit fisik, yang membuat Anda cepat bereaksi menghadapi hantaman tersebut — entah dengan meringkuk kesakitan atau menjerit.

Dan tak seperti sebagian besar tubuh kita yang dilindungi oleh lapisan otot, tulang, atau tulang rawan, buah zakar (skrotum) berada tepat di luar rongga tubuh. Ini membuat kantung pelir Anda berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap benturan fisik yang langsung tepat mengenainya. Testis hanyalah sepasang kelenjar kecil yang terlindungi oleh kulit tipis dari buah zakar, sehingga kelenjar tersebut terpaksa menyerap seluruh kekuatan benturan sendirian tanpa lapisan otot dan lainnya untuk membantali kerasnya hantaman.

Sakitnya buah zakar saat ditendang bisa bikin sakit kepala, perut sakit, dan bahkan muntah

Tendangan ke selangkangan tidak hanya mengakibatkan buah zakar sakit, tapi juga bisa menyebabkan pria mengalami rasa nyeri di bagian perut hingga — walaupun benturannya tidak terjadi langsung di bagian tubuh tersebut.

Meski tampilannnya bergantung, testis awalnya terbentuk di dalam perut bagian bawah dekat pinggang, dekat lambung dan ginjal. Dari sana, testis turun menuju buah zakar sambil menarik saraf sensoriknya ikut turun. Jadi ketika Anda terkena tendangan bebas tepat di selangkangan, benturannya akan berjalan dari testis ke bagian atas tubuh Anda melalui saraf sensitif yang membentang di antaranya.

Anda juga mungkin akan merasa mual parah atau bahkan hingga muntah ketika buah zakar ditendang. Testis terhubung dengan refleks vagus, yang mengirimkan sinyal saraf dalam jumlah besar dari testis ke sumsum tulang belakang dan batang otak untuk mengaktifkan pusat mual dan muntah di otak Anda. Tapi muntah atau tidaknya Anda setelah menjadi korban na’as tendangan maut akan banyak bergantung pada seberapa besarnya tingkat toleransi diri terhadap rasa sakit.

Tak jarang pula banyak pria yang mengalami sakit kepala hebat saat terkenda tendangan di organ vital tersebut. Ini karena otak juga melepaskan endorfin sebagai respons terhadap rasa sakit, yang menguras sebagian oksigen yang ada di otak — membuat kepala terasa sakit nyut-nyutan.

Tendangan ke buah zakar yang sangat parah bisa membuat pria mandul

Kalau Anda suka bermain sepak bola, hati-hati. Salah-salah, tendangan bebas ke arah selangkangan tidak cuma bisa bikin buah zakar sakit, namun juga mengancam perluang Anda untuk punya anak di masa depan.

Pada dasarnya, sensitivitas buah zakar terhadap panas, getaran, dan tekanan semata bertujuan untuk melindungi kesehatan sperma. Ini sebabnya mengapa buah zakar Anda sangat sensitif terhadap rasa sakit, bahkan rasa nyeri yang remeh sekalipun. Kualitas sperma yang terkena benturan luar biasa keras dari tendangan yang diterima selangkangan Anda bisa sangat rusak, sehingga pada kasus ekstrim bisa membuat Anda mandul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 09/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri