home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Harus dengan Viagra, Ini 6 Cara Mengatasi Impotensi Secara Alami

Tak Harus dengan Viagra, Ini 6 Cara Mengatasi Impotensi Secara Alami

Obat kuat seperti Viagra (sildenafil) kerap digunakan untuk mengatasi masalah impotensi. Padahal, ada beberapa langkah alami yang bisa Anda tempuh untuk menangani kondisi ini. Cara mengatasi impotensi secara alami juga diketahui memiliki risiko efek samping yang jauh lebih kecil.

Cara mengatasi impotensi secara alami

Masalah impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Tak jarang, pemicunya berasal dari gaya hidup dan masalah psikologis. Jika impotensi memang disebabkan oleh faktor tersebut, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan langkah berikut:

1. Berolahraga secara rutin

Kunci mengatasi impotensi secara alami adalah dengan memperlancar peredaran darah. Pasalnya, ereksi dapat terjadi karena darah mengalir menuju penis saat tubuh menerima rangsangan seksual.

Olahraga secara rutin dapat memperlancar aliran darah, menjaga kesehatan jantung, dan memelihara fungsi pembuluh darah. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, atau berlari setidaknya selama 30 menit setiap hari.

2. Memperbaiki pola makan

mencegah herpes

Pola makan tinggi lemak dan gula dapat meningkatkan risiko penyumbatan arteri, diabetes, serta penyakit jantung. Ketiga penyakit ini bisa menghambat aliran darah menuju penis sehingga penis sulit mengalami ereksi.

Untuk mengatasi impotensi secara alami, cobalah memperbaiki pola makan Anda dengan membatasi makanan tinggi lemak dan gula. Perbanyak makanan alami yang menyehatkan jantung seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan ikan.

3. Tidak merokok

Merokok terbukti memiliki kaitan erat dengan gangguan ereksi. Penelitian menemukan bahwa bahan kimia di dalam rokok memicu kerusakan pada pembuluh darah, mempersempit pembuluh darah, dan akhirnya menghambat aliran darah menuju penis.

Semakin sering Anda merokok, semakin tinggi risiko impotensi. Risikonya bahkan bertambah 60% jika Anda merokok lebih dari 20 batang dalam sehari. Oleh sebab itu, tidak merokok adalah cara paling tepat untuk mengatasi impotensi secara alami.

4. Mengelola stres dan masalah dalam hubungan

konsultasi psikologi

Masalah sehari-hari dan perselisihan dengan pasangan dapat menimbulkan stres berkepanjangan. Stres menghambat pengiriman sinyal dari otak yang berfungsi meningkatkan aliran darah menuju penis. Akibatnya, penis kesulitan mengalami ereksi.

Stres memang tidak dapat dihindari, tapi Anda bisa mengelolanya. Jika upaya Anda tidak membuahkan hasil, cobalah berkonsultasi kepada tenaga kesehatan mental profesional. Mereka akan membantu Anda mengatasi stres yang Anda rasakan melalui terapi sehingga berpengaruh pada masalah impotensi yang Anda alami.

5. Tetap aktif berhubungan seksual

Gangguan ereksi memang akan mempersulit Anda untuk berhubungan seksual. Namun, gangguan ereksi yang Anda alami justru dapat bertambah parah jika Anda menghindari berhubungan seksual sama sekali.

Sedapat mungkin, cobalah untuk tetap aktif berhubungan seksual dengan pasangan Anda. Rangsangan seksual dan ereksi yang konsisten (walaupun tidak bertahan lama) akan membantu mengembalikan fungsi seksual Anda secara alami.

6. Menjaga berat badan ideal

laju metabolisme

Cara lain untuk mengatasi impotensi secara alami adalah dengan menjaga berat badan ideal. Jika Anda mengalami obesitas, risiko diabetes dan penyakit pada peredaran darah akan meningkat. Keduanya merupakan faktor yang menyebabkan impotensi.

Mulailah membatasi makanan tinggi lemak dan gula, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan air, serta beristirahat dengan cukup. Pantau berat badan Anda setiap bulan agar nilainya tetap terkontrol.

Impotensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum. Untungnya, ada cukup banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah impotensi secara alami.

Cara alami mungkin tidak memberikan efek yang cepat seperti Viagra maupun obat kuat alami lainnya. Meski demikian, metode ini jauh lebih aman dan efeknya dapat bertahan lebih lama. Dengan usaha yang konsisten, fungsi seksual Anda akan membaik seperti sedia kala.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Erectile dysfunction – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776 Diakses pada 2 Agustus 2019.

Erection Ejaculation: How It Occurs. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10036-erection-ejaculation-how-it-occurs Diakses pada 2 Agustus 2019.

Smoking Can Lead to Erectile Dysfunction. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/news/20030307/smoking-can-lead-to-erectile-dysfunction Diakses pada 2 Agustus 2019.

Can Stress and Anxiety Cause Erectile Dysfunction? https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction-anxiety-stress#causes Diakses pada 2 Agustus 2019.

Can Lifestyle Changes and Natural Treatments Help Erectile Dysfunction? https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes-lifestyle-factors-and-erectile-dysfunction#1 Diakses pada 2 Agustus 2019.

5 natural ways to overcome erectile dysfunction. https://www.health.harvard.edu/mens-health/5-natural-ways-to-overcome-erectile-dysfunction Diakses pada 2 Agustus 2019.

What are the alternatives to viagra? https://www.medicalnewstoday.com/articles/314348.php Diakses pada 2 Agustus 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 13/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x