Kegunaan, Cara Pakai, dan Kemanjuran Obat Sirup untuk Mengatasi Batuk

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Banyak orang berpendapat bahwa obat berbentuk sirup lebih mudah dan cepat terserap ke dalam tubuh dibandingkan obat tablet. Hal yang sama juga berlaku untuk mengobati batuk. Katanya, obat batuk sirup diklaim lebih efektif dibandingkan obat batuk tablet. Apa benar demikian?

Mengenal jenis obat batuk sirup

Jenis obat batuk sirup

Batuk sebenarnya adalah respons alami tubuh yang bertujuan membersihkan saluran pernapasan dari dahak dan zat halus penyebab iritasi, seperti asap atau debu. Batuk juga umumnya disebabkan oleh penyakit ringan, seperti flu dan pilek, meski juga bisa pertanda masalah yang lebih serius.

Namun apa pun penyebabnya, batuk yang terjadi terus menerus bisa mengganggu aktivitas harian Anda.

Untungnya, Anda bisa dengan mudah mendapatkan obat batuk nonresep di apotek, toko obat, atau supermarket terdekat. Sebagian besar jenis obat batuk tanpa resep dikemas dalam bentuk sirup dibanding dalam bentuk tablet.

Obat batuk sirup umumnya terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah:

  • Supresan
  • Ekspektoran
  • Dekongestan
  • Antihistamin

Setiap jenis dibuat dengan kandungan aktif yang memiliki kegunaan berbeda-beda.

Obat batuk supresan mengandung dexthromertophan (DXM) yang berfungsi menekan refleks batu sehingga mengurangi frekuensi terjadinya batuk. Jenis obat batuk sirup ekspektoran memiliki kandungan guaifenesin yang bisa mengencerkan dahak berlebih di saluran pernapasan.

Sementara itu, obat dekongestan seperti efedrin bekerja dengan mempersempit pembuluh darah sehingga melancarkan saluran napas yang tersumbat.

Obat batuk jenis antihistamin seperti loratadine mengurangi pembengkakan akibat peradangan di hidung dan tenggorokan sehingga bisa mengurangi produksi dahak penyebab batuk yang berlebih ketika mengalami alergi.

Ada juga obat batuk sirup yang merupakan obat kombinasi. Artinya, obat tersebut tersusun lebih dari satu kandungan aktif. Beberapa bahkan terdiri dari kandungan yang juga berfungsi untuk mengatasi gejala lain, seperti demam dan rasa nyeri.

Efektivitas obat batuk sirup masih menjadi perdebatan

batuk gejala pilek

Terdapat anggapan bahwa obat batuk sirup lebih efektif daripada obat batuk tablet dikarenakan efek hangatnya bisa secara langsung melegakkan rasa sakit di tenggorokan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan anggapan tersebut.

Menurut American Chemistry Society Reactions, tidak banyak bukti penelitian yang menunjukkan efektivitas dari obat batuk nonresep untuk menyembuhkan batuk, baik dalam bentuk sirup maupun tablet.

Hasil dari penelitan bukan menunjukkan obat tidak bekerja sama sekali. Hanya saja, peneliti tidak menemukan bukti bahwa obat efektif menyembuhkan keparahan batuk. Obat batuk nonresep memang tidak ditujukan untuk menghentikan sumber penyakit penyebab batuk, tapi hanya membantu mengurangi terjadinya refleks batuk.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dokter Norman Edelman, spesialis penyakit pernapasan dari American Lung Association. Menurutnya, sebagian besar orang yang mengonsumsi obat batuk hanya ingin menenangkan diri.

Dalam anggapan mereka, orang yang sakit memerlukan obat untuk sembuh. Padahal peran obat batuk dalam kesembuhan mereka hanya sedikit. Tak lain, mereka sebenarnya sedang dalam pengaruh efek plasebo, yaitu efek psikologis positif terhadap perbaikan kondisi kesehatan.

Dibandingkan menggunakan obat batuk sirup yang ditelan, pakar kesehatan lebih menyarankan obat batuk tetes. Obat tetes akan melarutkan lendir sehingga tenggorokan pun akan jauh lebih tenang dan batuk pun menjadi lebih ringan.

Kurangnya bukti kuat mengenai efektivitas obat batuk sirup pun membuat FDA selaku badan pengawas oakanan dan obat-obatan di Amerika Serikat melarang penggunaan obat ini untuk anak-anak di bawah umur 4 tahun. Pasalnya, tidak seperti saat dikonsumsi orang dewasa, risiko munculnya efek samping obat batuk OTC lebih tinggi saat dikonsumsi anak dalam kelompok umur tersebut.

Tips mengatasi batuk tanpa obat batuk sirup

istirahat karena sakit

Meskipun aman digunakan orang dewasa, Dokter Edelman memperingatkan tentang berbahayanya efek samping dari penggunaan obat batuk sirup secara berlebih. Hal ini kerap dilakukan ketika berganti-ganti menggunakan obat batuk yang berbeda karena batuk tidak kunjung membaik.

Dosis berlebih dari obat batuk yang mengandung DXM misalnya, dapat menyebabkan tubuh lemas, kejang, percepatan irama jantung, dan pergerakan mata yang sulit dikontrol.

Jika obat batuk sirup tidak terlalu membantu dalam meredakan batuk lantas langkah pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan? Beberapa cara perawatan sederhana, termasuk dengan obat batuk alami, di rumah dapat dilakukan untuk menyembuhkan batuk ringan tanpa perlu mengonsumsi obat.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk cepat meredakan batuk tanpa obat:

1. Banyak minum cairan

Mengonsumsi banyak cairan, seperti air putih, saat pilek dapat membantu mengencerkan lendir yang menyebabkan batuk.

Selain itu, memperbanyak minum juga akan membantu menjaga selaput lendir di sepanjang saluran napas tetap lembap sehingga iritan atau kotoran tidak mudah mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk bertambah parah.

Tidak hanya air putih, kebutuhan cairan tubuh saat mengalami pilek dengan gejala batuk juga dapat dipenuhi dengan mengonsumsi obat batuk alami dari teh hangat yang dicampur madu.

Jus buah-buahan yang mengandung zat antiperadangan seperti jus nanas juga dapat menjadi obat batuk alami yang membantu mengatasi batuk akibat pilek.

2. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam dapat membantu mengurangi rasa gatal dan kering di tenggorokan yang menyebabkan batuk, sekaligus memberikan efek lega di tenggorokan untuk sementara waktu.

Untuk membuat larutan obat kumur dari garam, Anda hanya perlu melarutkan 1/2 sendok garam ke dalam air hangat. Lalu, berkumurlah dalam waktu beberapa menit, tapi berhati-hatilah jangan sampai larutan air garam tertelan. Berkumur dengan air garam sebaiknya dilakukan 3-4 kali dalam sehari sehingga bisa lebih efektif mengurangi refleks batuk akibat pilek.

3. Melembabkan udara dengan humidifier

Udara yang kering lebih mudah memicu terjadinya batuk. Alat humidifier dapat meningkatkan kelembaban ruangan sehingga udara menjadi lebih bersih dan terbebas dari kotoran, iritan, dan kuman penyakit.

Pasanglah humidifier ketika malam hari saat udara bertambah kering, sehingga Anda bisa tidur tanpa perlu terganggu atau bahkan terbangun karena batuk.

Akan tetapi jika Anda terus mengalami batuk selama lebih dari 2 minggu, bukan berarti Anda lekas beralih pada obat batuk sirup.

Batuk menerus yang berlangsung lebih dari 2 minggu merupakan batuk kronis yang dapat menandakan penyakit atau masalah pernapasan yang lebih serius.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Health Centers 24/10/2019

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Jika ingin menghindari risiko efek samping dari obat apotek, sebaiknya gunakan berbagai obat batuk alami untuk ibu hamil ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Health Centers 04/10/2019

Mucohexin

PenggunaanUntuk apa mucohexin digunakan? Mucohexin adalah sebuah merek obat yang tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung bromhexine sebagai kandungan utamanya. Bromhexine termasuk ke dalam golongan obat ...

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Batuk Kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak disertai dahak. Cari tahu gejala, penyebab, dan langkah pengobatannya secara lebih mendalam di artikel ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
anak batuk sampai muntah

Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
cara memilih obat batuk

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020