Jenis Obat Batuk yang Ampuh Meredakan Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/06/2020 . 11 menit baca
Bagikan sekarang

Batuk menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak dikonsultasikan ke dokter. Minum obat pasti menjadi solusi Anda saat batuk tak sembuh-sembuh. Ada banyak jenis obat over the counter (OTC) yang bisa digunakan untuk menyembuhkan batuk, tapi harus disesuaikan dengan jenis batuk yang dialami; apakah itu batuk kering atau batuk berdahak. Mengenali jenis batuk yang Anda alami membantu Anda mendapatkan obat yang paling ampuh meredakan batuk Anda.

Kenali jenis batuk untuk memilih obat yang tepat

jenis batuk

Bila Anda sedang batuk kering dan minum obat untuk batuk berdahak, tentu tidak cukup ampuh untuk meredakan gejalanya. Begitu pula saat Anda mengalami batuk berdahak dan malah mengonsumsi obat untuk batuk kering.

Coba perhatikan lagi gejala batuk yang Anda alami, lalu sesuaikan dengan jenis batuk yang paling umum dialami berikut ini.

Batuk berdahak

Batuk berdahak dapat terjadi karena adanya lendir atau dahak yang menumpuk di saluran tenggorokan dan paru-paru. Akibatnya, batuk Anda terdengar bunyi grok-grok dan rasa gatal di tenggorokan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit termasuk pilek, flu, dan infeksi saluran pernapasan.

Batuk kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak. Selama mengalaminya, tenggorokan terasa kering dan perih. Gejala batuk kering biasanya terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan). Selain itu, batuk kering juga dapat disebabkan oleh alergi, asma, atau menghirup asap atau debu secara terus menerus.

Pilihan obat batuk sesuai penyebab

obat batuk berdahak

Batuk bisa ditangani secara mandiri dengan membeli obat di apotek atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Sebagian besar jenis obat batuk tanpa resep biasanya dikemas dalam bentuk sirup dibandingkan bentuk tablet. Setiap jenis obat dibuat dengan kandungan aktif yang memiliki kegunaan berbeda-beda.

Meski mudah diperoleh, bukan berarti Anda bisa sembarang minum obat yang dijual bebas. Alih-alih cepat sembuh, gejalanya malah akan semakin parah jika salah mengonsumsi obat batuk.

Merujuk artikel dalam Journal of Pediatric Health Care berikut merupakan rekomendasi obat OTC apa saja yang aman dan paling ampuh mengatasi batuk.

1.Dekongestan 

Dekongestan adalah jenis obat untuk melegakan batuk berdahak dan hidung berair atau tersumbat karena pilek dan flu, reaksi alergi, radang selaput lendir hidung, dan sinusitis. Dekongestan juga dapat digunakan sebagai obat batuk kering karena alergi dan flu. Dekongestan yang biasanya digunakan untuk mengatasi batuk adalah jenis pseudoefedrin.

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di hidung Anda, yang membantu membuka saluran udara. Dengan begitu, Anda akan cenderung lebih jarang batuk.

Dekongestan sebaiknya tak dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur 12 tahun. Dekongestan hanya ditujukan untuk pengobatan batuk jangka pendek, tidak lebih dari 5 hari. Obat dekongestan biasanya tersedia dalam bentuk spray, cairan, kapsul, dan sirup. 

2.Antihistamin

Pelepasan zat histamin yang dipicu reaksi alergi dapat mengakibatkan timbulnya batuk kering. Guna dapat menyembuhkan batuk kering akibat alergi, Anda perlu menggunakan obat dengan kandungan antihistamin yang mampu mengurangi efek pelepasan zat tersebut. 

Ada dua jenis antihistamin yang memiliki efek samping berbeda dalam penggunaannya. Antihistamin versi lama seperti chlorphenamine, hydroxyzine, dan promethazine bisa menimbulkan efek kantuk. Sementara itu, antihistamin terbaru seperti loratadin, cetirizine, dan levocetirizine tidak terlalu menyebabkan kantuk.

3. Supresan 

Jika Anda mengalami batuk kering, pastikan jenis obat yang Anda pilih berlabel supresan atau antitusif. Jenis obat supresan mengandung dekstrometorpan yang mampu menghambat refleks batuk sehingga Anda jadi lebih jarang batuk. 

Obat supresan dengan kandungan dextromethorphan dinyatakan aman penggunaannya oleh FDA (Food and Drug Association). Namun, tetap terdapat efek samping yang ditimbulkan saat mengonsumsi obat ini, di antaranya seperti rasa kantuk, kepala pening, dan perut kembung.

4. Ekspektoran

Ekspektoran sangat berguna saat Anda merasakan sesak nafas akibat dahak atau lendir yang memenuhi paru-paru. Ekspektoran bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran napas sehingga Anda bisa bernapas lebih lancar dan merasa lega. Maka dari itu, ekspektoran menjadi obat batuk berdahak yang paling ampuh. 

Guaifenesin adalah kandungan ekspektoran yang berfungsi mengencerkan dahak yang menyelimuti paru-paru tersebut. Obat ini tersedia dalam bentuk sirup maupun tablet.

5. Obat kombinasi

Ada juga obat batuk sirup atau tablet yang merupakan obat kombinasi. Artinya, obat tersebut tersusun lebih dari satu kandungan aktif. Beberapa bahkan terdiri dari kandungan yang juga berfungsi untuk mengatasi gejala lain, seperti demam dan rasa nyeri.

Jenis obat kombinasi bisa Anda pakai saat Anda tidak hanya menderita batuk, tetapi juga pilek atau demam.

Biasanya obat kombinasi mencampur ekspektoran dan supresan dengan antihistamin, dekongestan, dan pereda nyeri. Antihistamin berfungsi untuk meredakan gatal di tenggorokan dan juga memiliki efek penenang. Sedangkan, dekongestan mampu meringankan hidung tersumbat.

Jika yang Anda alami adalah batuk kering, sebaiknya tidak mememilih pengobatan kombinasi dengan ekspektoran dan dekongestan karena lebih ditujukan untuk meringankan batuk berdahak.

6. Obat topikal

Untuk membantu meredakan gejala, Anda juga bisa menggunakan jenis obat batuk topikal. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan ke tubuh atau dihirup secara langsung. Obat topikal ini biasanya juga digunakan untuk meringankan gejala lain seperti hidung tersumbat.

Kandungan obat ini biasanya adalah minyak kayu putih, champor, dan mentol yang memberikan efek hangat untuk menekan batuk. Obat ini biasanya berbentuk balsem, obat hirup, atau vaporizer.

Bagi Anda yang memiliki alergi saluran pernapasan atau asma, Anda berisiko lebih sering terkena penyakit batuk. Maka dari itu, penting untuk menyimpan persedian obat-obatan nonresep di atas sebagai penanganan pertama.

Obat yang diperoleh dari resep dokter

Obat batuk yang ampuh

Obat yang diberikan dokter mungkin memang lebih efektif dalam menyembuhkan batuk yang Anda derita. Pasalnya, pengobatan tersebut ditentukan setelah berhasil mendiagnosis jenis penyakit penyebab batuk melalui serangkaian pemeriksaan. Dari diagnosis, dokter dapat memberikan resep obat batuk yang paling ampuh. 

Di awal pemeriksaan, saat dokter belum dapat memastikan penyebab dari batuk tersebut, biasanya dokter akan memberikan obat supresan yang membantu mempercepat penyembuhan dari gejala-gejala batuk yang dialami. 

Seperti yang dilansir Mayo Clinic, dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat berikut ini:

  • Antihistamin, korticosteroid, dan dekongestan: Dalam standar pengobatan batuk, dokter biasa memberikan ketiga obat ini untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh alergi dan post-nasal drip
  • Korticosteroid dan bronchodilatorsDapat dengan efektif menghentikan batuk yang disebabkan oleh asma karena mereduksi inflamasi dan melegakan saluran pernapasan.
  • Antibiotik: Apabila diketahui bakteri sebagai penyebab dari batuk, dokter akan memberikan antibiotik untuk meredakan infeksi.
  • Acid blocker: Obat jenis ini akan diberikan saat hasil diagnosis memperlihatkan terdapat produksi asam yang tertahan di dalam tubuh yang mengiritasi tenggorokan.

Kapan antibiotik untuk batuk diperlukan?

Resep pengobatan

Antibiotik akan bekerja menyembuhkan batuk secara efektif saat yang menyebabkan infeksi dalam saluran pernapasan adalah bakteri. Akan tetapi, pada batuk yang disebabkan oleh virus, virus tidak dapat dimusnahkan oleh antibiotik. Sementara dalam hampir sebagian kasus batuk dan pilek, penyakit merepotkan ini disebabkan oleh virus.

Terdapat juga kondisi di mana bakteri dapat menginfeksi bersamaan dengan saat seseorang terkena batuk akibat virus. Dalam kondisi ini, obat antibiotik dapat membantu proses penyembuhan. Jenis antibiotik yang biasanya diresepkan dokter dalam pengobatan batuk adalah amoxicilin.

Amoxicilin

Amoxicilin merupakan antibiotik golongan penicillin yang memliki kemampuan membasmi bakteri. Amoxicillin mencegah bakteri tumbuh untuk membangun jaringan dinding baru yang dapat melukai tenggorokan.

Obat antibiotik ini digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri, seperti bronkitis, pneumonia, dan infeksi yang terjadi di saluran napas (hidung, tenggorokan), telinga, kulit, dan kantung kemih.

Amoxicillin tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan larutan. Jika digunakan untuk mengatasi batuk, antibiotik ini dikonsumsi sebanyak dua kali dalam sehari, tepatnya setiap 12 jam dan 8 jam sekali. Namun, dosis juga akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien.

Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penicillin sebelum mengonsumsinya. Untuk berjaga-jaga, dokter akan memberikan dosis amoxicillin yang aman untuk Anda.

Hati-hati efek resistansi obat dari antibiotik untuk batuk

Antibiotik secara spesifik ditujukan untuk mengobati infeksi bakteri. Ketika Anda terus menerus minum antibiotik untuk mengobati batuk yang disebabkan oleh infeksi virus, pengobatan antibiotik menjadi tidak efektif untuk memerangi bakteri jahat.

Salah satu dampak dari kesalahan penggunaan antibiotik secara terus-menerus tanpa mengikuti aturan dari dokter adalah resistansi antibiotik. Ini adalah kondisi di mana meningkatnya kemampuan adaptasi bakteri terhadap zat antibiotik yang digunakan untuk melawannya.

Sederhananya, bakteri sudah kebal terhadap efek yang diberikan oleh antibiotik. Bakteri  tetap bertahan dan terus berkembang, memperparah infeksi di saluran pernapasan. Alhasil batuk Anda pun tak kunjung sembuh.

Efek samping pemakaian obat batuk

perempuan berkacamata batuk

Faktor efek samping obat batuk seringkali tidak dapat dihindarkan. Untuk memilih jenis obat batuk yang aman, Anda juga perlu mengetahui seberapa besar potensi efek samping yang ditimbulkan saat mengonsumsi obat tersebut. 

Efek samping yang umum muncul dalam pengobatan penyakit batuk di antaranya adalah:

  • Mengantuk
  • Tubuh menggigil
  • Kepala pening
  • Mual dan diare
  • Konstipasi atau sembelit

Sementara efek samping yang bisa ditimbulkan oleh antibotik untuk batuk adalah:

  • Dada terasa sesak
  • Sulit bernapas
  • Gatal-gatal
  • Muncul ruam pada kulit
  • Pembengkakkan wajah dan tenggorokan

Apabila obat dikonsumsi oleh ibu hamil, efek samping yang ditimbulkan juga bisa menguat. Ibu hamil tidak bisa sembarangan meminum obat karena dapat memicu terjadinya penyakit jantung, asma, dan glaukoma.

Efek samping tersebut dapat menyebabkan janin terkena alergi, bahkan yang lebih parahnya dapat mengancam keselamatan jiwa baik ibu maupun janinya. 

Penggunaan obat nonresep juga sebaiknya tidak diberikan pada anak berusia di bawah dua tahun karena berpotensi menimbulkan efek candu.

Perhatikan hal ini sebelum minum obat batuk nonresep

membeli di apotek

Bacalah aturan pemakaian obat dengan teliti sebelum mengonsumsinya, terutama jika Anda akan minum obat batuk tanpa resep. Aturan pakai tersebut biasanya tertera di bagian luar kemasan obat. Anda sebaiknya memahami dengan baik, Anda bisa menanyakannya pada apoteker yang berjaga. 

Apabila obat diperoleh dari resep dokter, pastikan Anda meminum sesuai dengan yang aturan yang dianjurkan. Menambah dosis penggunaan obat dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Hindari menggunakan dua jenis obat batuk secara bersamaan selain yang dianjurkan oleh dokter. Obat mengandung zat aktif yang perlu disaring di dalam hati, maka saat semakin banyak mengonsumsi obat maka hati akan dua kali lipat bekerja lebih keras. Mengonsumsi dua obat sekaligus dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan overdosis.

Bolehkah obat batuk nonresep dikonsumsi anak?

Menurut American Academy of Family Physicians, tidak banyak bukti penelitian yang menunjukkan efektivitas dari obat OTC atau nonresep untuk menyembuhkan batuk pada anak.

Hasil dari penelitan yang ada bukan menunjukkan obat tidak bekerja sama sekali. Hanya saja, peneliti tidak menemukan bukti bahwa obat cukup ampuh meredakan keparahan batuk.

Obat batuk nonresep memang tidak ditujukan untuk menghentikan sumber penyakit penyebab batuk, tapi hanya membantu mengurangi terjadinya refleks batuk.

Seperti yang dijelaskan oleh American Academy of Pedriatrics, kurangnya bukti kuat mengenai efektivitas obat OTC pun membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) melarang penggunaannya untuk anak-anak di bawah umur 4 tahun. Pasalnya, tidak seperti saat dikonsumsi orang dewasa, risiko munculnya efek samping obat OTC lebih tinggi saat dikonsumsi anak dalam kelompok umur tersebut.

Apabila obat batuk nonresep bukan yang paling ampuh karena tidak kunjung meredakan batuk, Anda dapat mencoba penggunaan obat batuk alami yang lebih aman dan juga pengobatan rumahan yang cepat meredakan batuk. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kondisi terus memburuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Anak batuk sampai muntah disebabkan oleh beberapa faktor. Sebelum batuk memicu refleks muntah pada anak, sebaiknya ibu perlu memberikan obat yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Anak, Parenting 09/04/2020 . 4 menit baca

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Cara memilih obat batuk yang tepat adalah dengan mengenali jenis dari batuk yang dialami karena obat batuk memiliki kandungan yang berbeda-beda pula.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Batuk, Health Centers 18/02/2020 . 4 menit baca

3 Tips yang Dapat Dilakukan Agar Batuk Berdahak Cepat Hilang

Batuk berdahak tidak dapat dianggap sepele. Selain dapat mengganggu aktivitas, batuk ini dapat menjadi pertanda gejala dari penyakit yang lebih serius.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Batuk, Health Centers 24/01/2020 . 4 menit baca

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 24/10/2019 . 11 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . 3 menit baca
membedakan jenis batuk

Tak Semua Batuk Itu Tanda COVID-19, Bagaimana Membedakannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 4 menit baca
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 5 menit baca