Apa itu tiroiditis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tiroiditis?

Tiroiditis adalah peradangan (pembengkakan) tiroid. Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang berperan penting dalam mengendalikan metabolisme. Peradangan dapat mengakibatkan meningkatnya tiroid (hipertiroidisme) atau berkurangnya aktivitas tiroid (hipotiroidisme).

Jenis tiroiditis paling umum adalah peradangan tiroid Hashimoto. Bentuk lain tiroditis seperti tiroiditis subakut dan tiroiditis diam dapat menyebabkan hipertiroidisme. Tiroiditis postpartum mungkin juga terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan.

Tiroiditis dapat menyebabkan tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif, tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya.

Seberapa umumkah tiroiditis?

Penyakit ini dapat terjadi pada orang usia berapapun. Namun, wanita lebih sering terkena tiroiditis daripada pria. Wanita 10 kali lipat lebih mudah terserang penyakit ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tiroiditis?

Gejala tergantung pada jenis tiroiditis dan keparahan penyakit. Gejala umum di tahap awal adalah bengkaknya tiroid, kadang-kadang merasa sakit dan tegang, mata dan mulut kering, namun tidak terlalu menyakitkan.

Gejala tiroiditis bisa menyerupai gejala hipertiroidisme, termasuk kehilangan berat badan, nafsu makan bertambah, diare, siklus menstruasi tidak teratur, detak jantung lebih cepat, cemas, sensitif terhadap panas dan menggigil.

Selain itu, dalam fase tiroiditis akan muncul gejala hipotiroidisme. Gejala meliputi berat badan bertambah namun nafsu makan hilang, sembelit, kelelahan, depresi, sensitif terhadap dingin, dan lemah.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Karena peran tiroid yang mengendalikan metabolisme, tiroiditis akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda. Hubungi dokter jika:

  • Sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil
  • Sesak napas, detak jantung semakin kencang setelah memulai terapi hormon tiroid
  • Demam tinggi atau sakit keras
  • Alergi obat
  • Merasa lelah meskipun mendapatkan perawatan selama beberapa minggu

Penyebab

Apa penyebab tiroiditis?

Terdapat banyak penyebab tiroiditis. Penyebab paling umum adalah karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel tiroid. Doktor tidak tahu pasti mengapa sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid. Sejumlah ilmuwan percaya bahwa bakteri atau virus mungkin memicu respon ini, sementara yang lainnya percaya ini mungkin berhubungan dengan cacat genetik. Hasilnya adalah level hormon yang lebih tinggi (hipertiroidisme), disusul oleh menurunnya hormon (hipotiroidisme).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tiroiditis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko tiroiditis, termasuk:

  • Jenis kelamin: Wanita lebih rentan terhadap tiroiditis Hashimoto
  • Umur: Penyakit Hashimoto dapat terjadi pada orang semua umur namun paling sering pada orang paruh baya
  • Genetik: risiko lebih tinggi jika ada anggota keluarga dengan penyakit tiroid atau penyakit autoimun lainnya
  • Penyakit autoimun lainnya: rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, lupus erythematosus

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk tiroiditis?

Orang yang diobati dengan hormon tiroid mungkin memerlukan perawatan jangka panjang.

Orang yang menderita Hashimoto akan menggunakan levothyroxine (hormon tiroid) untuk menggantikan hormon yang hilang. Tiroiditis diam dan subakut mungkin hilang sendiri tanpa pengobatan atau mungkin memerlukan obat anti-radang. Obat-obatan termasuk obat anti-radang nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug/NSAID) atau prednisone untuk rasa sakit. Bisa juga menggunakan beta-blocker propranolol atau atenolol, contohnya, untuk mengatur ritme jantung dengan cepat.

Apa saja tes tiroiditis yang paling umum?

Dokter akan mengambil riwayat pengobatan, melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan tes darah. Tes ini akan mengukur konsentrasi hormon perangsang tiroid (thyroid stimulating hormone/TSH) dan antibodi tiroid. Teknik gambaran bernama pengukuran khusus penyerapan iodine radioaktif (radioactive iodine absorption/Raiu) mungkin juga digunakan.

Tes hormon: Tes darah yang mengukur jumlah hormon yang diproduksi kelenjar tiroid dan pituitari. Jika pasien mengalami hipotiroidisme, level hormon tiroid yang rendah namun secara bersamaan jumlah TSH yang tinggi akan merangsang kelenjar pituitari supaya memproduksi hormon tiroid jauh lebih banyak.

Tes antibodi: Penyakit Hashimoto karena penyakit autoimun mungkin berhubungan dengan generasi antibodi yang tidak normal. Melakukan tes darah dapat memastikan keberadaan antibodi tiroid peroxidase, hormon di kelenjar tiroid yang normal, serta memainkan peran penting dalam produksi hormon tiroid.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk tiroiditis?

Dokter akan mengambil riwayat pengobatan, melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan tes darah. Tes ini akan mengukur konsentrasi hormon perangsang tiroid (thyroid stimulating hormone/TSH) dan antibodi tiroid. Teknik gambaran bernama pengukuran khusus penyerapan iodine radioaktif (radioactive iodine absorption/Raiu) mungkin juga digunakan.

Tes hormon: Tes darah yang mengukur jumlah hormon yang diproduksi kelenjar tiroid dan pituitari. Jika pasien mengalami hipotiroidisme, level hormon tiroid yang rendah namun secara bersamaan jumlah TSH yang tinggi akan merangsang kelenjar pituitari supaya memproduksi hormon tiroid jauh lebih banyak.

Tes antibodi: Penyakit Hashimoto karena penyakit autoimun mungkin berhubungan dengan generasi antibodi yang tidak normal. Melakukan tes darah dapat memastikan keberadaan antibodi tiroid peroxidase, hormon di kelenjar tiroid yang normal, serta memainkan peran penting dalam produksi hormon tiroid.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tiroiditis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi tiroiditis:

  • Kunjungi dokter secara teratur. Tiroiditis bisa sewaktu-waktu berubah dan hipertiroidisme bisa menjadi hipotiroidisme
  • Pelajari tentang jenis tiroiditis. Temukan apakah Anda menderita hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Minum obat sesuai resep dokter

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Sumber
Yang juga perlu Anda baca