Definisi

Apa itu inkontinensia alvi?

Inkontinensia alvi adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat mengontrol kapan harus buang air besar. Bagi orang normal, buang air besar terjadi secara lazim, tetapi bagi orang dengan inkontinensia alvi, terkadang terjadi kebocoran buang air besar di tengah malam.

Ketika makan, kita menghasilkan kombinasi makanan yang tidak tercerna, bakteri, lender dan sel-sel mati dalam bentuk padat. Kombinasi ini disebut tinja atau feses. Tinja kemudian bergerak melalui usus ke rektum dan keluar di anus. Seluruh proses ini dikenal sebagai buang air besar. Inkontinensia alvi terjadi ketika ada sesuatu yang salah dalam proses kendali usus. Terutama, Anda tidak dapat memutuskan kapan akan mengeluarkan tinja atau kapan harus menahannya. Hal ini seringkali membuat diri malu. Untungnya, inkontinensia alvi bukanlah penyakit serius dan ada obat penyembuhnya.

Seberapa umumkah inkontinensia alvi?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala inkontinensia alvi?

Cukup jelas apa saja gejala yang menyertai inkontinensia alvi. Kebocoran atau sedikit kehilangan kontrol usus adalah gejala yang harus Anda waspadai. Selain itu, karena inkontinensia alvi dapat muncul bersamaan dengan penyakit lainnya, ketika Anda mengalami diare atau sembelit, berhati-hatilah terhadap ancaman kondisi inkontinensia ini. Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika masalah ini mulai mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Jangan terlalu memercayai intuisi Anda. Sekali sfingter anus kehilangan kontrol, semua bisa jadi berantakan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab inkontinensia alvi?

Sfingter anus yang rusak adalah salah satu penyebab paling umum untuk kondisi ini. Sfingter anus adalah otot-otot di sekitar anus yang bertugas menahan atau merenggang di bawah perintah Anda. Jika otot-otot ini atau sarafnya rusak, maka Anda kehilangan kemampuan untuk mengontrol buang air besar, yang berakibat pada kebocoran tinja yang tidak disengaja atau dalam skenario terburuk, kehilangan kontrol buang air besar sepenuhnya.

Ada faktor lain yang dapat berkontribusi pada penyebab inkontinensia alvi. Diare atau sembelit bisa jadi salah satunya karena merupakan dua kondisi kesehatan umum yang berkaitan dengan buang air besar. Penyakit radang usus terkadang dapat menjadi penyebabnya karena pengaruhnya pada saluran pencernaan. Kerusakan saraf seperti yang disebutkan di atas dapat menyebabkan otot merenggang dengan sendirinya. Penyakit Alzheimer juga dapat mengganggu kemampuan untuk buang air besar.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk inkontinensia alvi?

Kebanyakan orang bisa mengalami inkontinensia alvi sekali dalam hidup mereka, terutama yang disertai dengan kondisi yang disebutkan sebelumnya seperti diare atau sembelit. Namun, wanita yang menjalani metode kelahiran normal dua kali lebih berisiko untuk mengalami inkontinensia alvi. Selain itu, lansia berisiko tinggi mengalami inkontinensia alvi karena kondisi kesehatan yang berkaitan dengan usus yang mungkin mereka alami seiring penuaan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana inkontinensia alvi didiagnosis?

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan penyebab masalahnya. Colok dubur dilakukan untuk memeriksa kontraksi sfingter anus. Ada juga tes lainnya seperti pengujian tinja, endoskopi di mana selang dimasukkan ke dalam anus untuk memeriksa potensi masalah yang berkaitan dengan saluran pencernaan. Tes saraf bisa menunjukkan hasil jika ada kerusakan saraf. Terkadang, ultrasound dapat digunakan untuk melihat apakah ada masalah pada anus dan dinding dubur.

Apa saja pengobatan untuk inkontinensia alvi?

Pengobatan inkontinensia alvi akan berkisar dari non-operasi hingga operasi, tergantung pada kondisi Anda.

  • Pengobatan non-operasi melibatkan konsumsi obat-obatan, perubahan diet, konsumsi banyak air putih, pengaturan rutinitas buang air besar untuk melatih usus Anda, dll.
  • Operasi atau prosedur invasive minimal diperlukan jika inkontinensi tidak dapat diobati bila menggunakan cara normal.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia alvi?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi inkontinensia alvi:

  • Gunakan latihan Kegel.
  • Lakukan perubahan diet dengan menjaga apa yang Anda makan, mengonsumsi cukup fiber dan minum lebih banyak air.
  • Jika Anda mengalami inkontinensi tinja, berikut tips praktisnya:
  • Buang air besarlah sebelum Anda pergi keluar.
  • Kenakan pakaian dalam tipe 1 atau pad jika Anda tidak bisa mengontrol.
  • Bawa pakaian bersih untuk ganti.
  • Cari toilet umum di sekitar tempat yang Anda kunjungi,
  • Gunakan obat untuk mengurangi bau.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan