Apa itu atrial fibrilasi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu atrial fibrilasi?

Atrial fibrilasi adalah kondisi jantung di mana denyut jantung tidak beraturan dan sering kali cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait penyakit jantung lainnya.

Normalnya, jantung akan berdenyut sekitar 60-100 kali per menit saat Anda sedang beristirahat. Namun pada atrial fibrilasi, denyut jantung Anda tidak teratur dan terkadang bahkan bisa sangat cepat. Dalam beberapa kasus, denyut jantung seseorang yang mengami atrial fibrilasi bisa lebih dari 100 kali per menit.

Atrial fibrilasi adalah salah satu kondisi yang bisa hilang timbul atau dapat pula tidak kunjung menghilang. Meski biasanya tidak mengancam nyawa, namun atrial fibrilasi merupakan kondisi medis serius yang terkadang memerlukan perawatan darurat agar mencegah terjadinya komplikasi yang parah. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, atrial fibrilasi dapat menyebabkan penggumpalan darah yang membuat aliran darah tersumbat. 

Seberapa umumkah atrial fibrilasi?

Atrial fibrilasi adalah aritmia yang paling sering terjadi. Penyakit ini dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dan risiko cenderung akan meningkat dengan bertambahnya usia. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang di atas 50 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala atrial fibrilasi?

Atrial fibrilasi (AF) biasanya menyebabkan ruang jantung bawah dan ventrikel memompa darah lebih cepat dari normal.

Saat AF terjadi, ventrikel tidak dapat mengisi darah dengan sempurna, sehingga jantung tidak dapat memompa cukup darah ke paru-paru dan tubuh. Nah, hal tersebut memunculkan tanda dan gejala seperti:

  • Palpitasi (rasa seperti jantung berhenti berdetak, berdebar-debar, atau berdetak terlalu keras atau cepat)
  • Sesak napas
  • Lemah atau masalah olahraga
  • Nyeri dada
  • Pusing atau pingsan
  • Lemas (merasa lelah)
  • Bingung

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gejala dan tanda fibrilasi atrial yang menetap atau memburuk
  • Nyeri dada
  • Jika Anda curiga Anda mengalami stroke

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab atrial fibrilasi?

Atrial fibrilasi adalah gangguan sinyal listrik jantung. Jantung Anda terdiri dari 4 ruang, yaitu dua ruang jantung atas (atrium) dan 2 ruang jantung bawah (ventrikel).

Normalnya, sinyal elektrik dimulai dari pacemaker, yang disebut dengan sinus node. Pacemaker ini terletak di ruang jantung kanan atas (atrium kanan). Sinyal listriklah yang menciptakan denyut jantung. Seiring sinyal bergerak melalui bagian atas jantung, atrium akan berkontraksi dan mengalirkan darah ke bagian bawah jantung. Lalu sinyal listrik ini akan bergerak turun ke bagian bawah jantung menyebabkan ventrikel kontraksi dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Pada atrial fibrilasi, sinyal mengalami gangguan dan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Hal ini menyebabkan denyut jantung meningkat, menjadi 100-175 kali per menit. Padahal denyut jantung normal Anda 60-100 kali per menit.

Kerusakan atau perubahan pada struktur jantung dapat menyebabkan fibrilasi atrial. Penyebab lain dari fibrilasi atrial adalah:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk atrial fibrilasi?

Beberapa faktor risiko untuk fibrilasi atrial adalah:

  • Usia. Semakin bertambahnya usia, risiko Anda mengembangkan penyakit ini pun akan meningkat.
  • Riwayat penyakit jantung. Penderita penyakit jantung, seperti penyakit katup jantung, penyakit jantung kongenital, gagal jantung kongenital, penyakit jantung koroner, atau riwayat serangan jantung atau operasi jantung, meningkatkan risiko terkena fibrilasi atrial.
  • Tekanan darah tinggi. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, terlebih jika tidak terkontrol dengan perubahan pola hidup atau obat-obatan, ini dapat meningkatkan risiko Anda terhadap fibrilasi atrial.
  • Kondisi kronik lainnya. Orang dengan kondisi kronik tertentu seperti masalah tiroid, sleep apnea, sindrom metabolik, diabetes, penyakit ginjal kronik atau penyakit paru meningkatkan risiko fibrilasi atrial.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk atrial fibrilasi?

Beberapa pilihan pengobatan untuk atrial fibrilasi adalah:

  • Memperbaiki ritme jantung normal. Disebut juga kontrol ritme. Kontrol ritme membuat atrial dan ventrikel bekerja bersama untuk memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh.
  • Dokter Anda dapat memberikan obat anti-aritmia. Obat tersebut misalnya sotalol, amiodarone, dan flecainide.
  • Mengobati penyakit lain yang menyebabkan atau meningkatkan risiko atrial fibrilasi seperti hipertiroid.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk fibrilasi atrial?

Dokter dapat melihat pola tertentu di elektrokardiogram (EKG), yang menggambarkan aktivitas listrik jantung.

Dokter dapat memeriksa pergerakan atrial dengan ekokardiogram (menggunakan ultrasound untuk memeriksa jantung dan mengambil gambar bergerak dalam video). Jika fibrilasi atrial Anda hilang timbul, dokter Anda akan menyarankan pemakaian rekam jantung yang mudah dibawa.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi atrial fibrilasi?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi fibrilasi atrial adalah

  • Mengonsumsi makanan yang bernutrisi untuk jantung dan menerapkan diet sehat rendah lemak dan kolesterol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Kurangi stres.
  • Olaraga sebanyak yang Anda mampu jika Anda mengonsumsi obat dengan benar dan gejala tidak muncul lagi.
  • Konsumsi obat Anda sesuai anjuran dokter.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara rutin untuk memantau perkembangan kondisi Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 28, 2018

Yang juga perlu Anda baca