Definisi

Apa itu sleep apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.

Ada 2 jenis utama dari sleep apnea:

  • Sleep apnea obstruktif: jenis yang lebih umum, disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pernapasan.
  • Sleep apnea pusat: tidak disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan, namun disebabkan oleh tidak stabilnya pusat kendali pernapasan. Akibatnya, otak gagal memberi sinyal untuk otot bernapas.

Seberapa umumkah sleep apnea?

Sleep apnea sangat umum terjadi. Biasanya terjadi pada lebih banyak pria daripada wanita, sekitar 2-3 pria banding 1 wanita. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun lebih banyak terjadi pada orang dewasa paruh baya. Sleep apnea dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sleep apnea?

Gejala-gejala umum dari sleep apnea adalah:

  • Mendengkur kencang
  • Orang lain menyadari ada beberapa interupsi napas saat Anda tidur
  • Bangun mendadak disertai sesak napas
  • Bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan
  • Sakit kepala pagi hari
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih (hypersomnia)
  • Masalah dalam perhatian
  • Mudah merasa kesal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mendengkur dengan kencang yang mengganggu tidur orang lain atau tidur Anda sendiri
  • Sesak napas, terengah-engah, atau tersedak yang membangunkan Anda dari tidur
  • Ada jeda pada pernapasan saat tidur
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih
  • Lelah, mengantuk, dan mudah marah

Penyebab

Apa penyebab sleep apnea?

Penyebab sleep apnea obstruktif dan sleep apnea sentral berbeda:

  • Untuk sleep apnea obstruktif, saat otot belakang tenggorokan mengendur, saluran pernapasan menyempit dan menutup saat bernapas. Hal ini dapat menurunkan oksigen pada tubuh. Kondisi ini disadari otak dan membangunkan pasien dari tidur untuk membuka kembali saluran pernapasan. Biasanya bangun sangat sebentar hingga pasien dengan sleep apnea tidak mengingatnya.
  • Untuk sleep apnea sentral, otak pasien gagal mengirimkan sinyal untuk otot bernapas. Hal ini membuat otot tidak bernapas untuk beberapa waktu. Pasien dapat bangun dengan sesak napas atau memiliki kesulitan untuk tidur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sleep apnea?

Ada banyak faktor risiko untuk sleep apnea, yaitu:

Sleep apnea obstruktif

  • Pria
  • Berat badan berlebih
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Memiliki lingkar leher besar (43 cm atau lebih pada pria dan 40 cm atau lebih pada wanita)
  • Memiliki amandel yang besar, lidah yang besar atau rahang kecil
  • Memiliki sejarah keluarga terhadap sleep apnea
  • Asam lambung
  • Penggunaan alkohol, sedatif atau penenang
  • Merokok
  • Hidung tersumbat

Sleep apnea sentral

  • Berusia paruh baya atau lebih tua
  • Kelainan jantung
  • Penggunaan penawar rasa sakit narkotik, seperti methadone
  • Stroke.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sleep apnea?

Penanganan untuk sleep apnea obstruktif dapat meliputi:

  • Continuous positive airway pressure (CPAP): menggunakan alat untuk menghantarkan tekanan udara melalui masker yang menutupi hidung saat tidur.
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP): menggunakan alat serupa CPAP namun dengan tekanan yang lebih tinggi saat menghirup dan tekanan lebih rendah saat menghela napas.
  • Expiratory positive airway pressure (EPAP): menggunakan alat yang kecil dan sekali pakai sebelum tidur yang membantu udara masuk dengan bebas, namun saat menghela, udara melewati lubang kecil pada katup.
  • Alat pada mulut: menggunakan alat di mulut yang menjaga tenggorokan tetap terbuka. Alat pada mulut lebih mudah digunakan daripada CPAP.

Aabila perawatan lainnya gagal, operasi mungkin dilakukan, meliputi:

  • Pengangkatan jaringan: jaringan diangkat dari bagian belakang mulut dan bagian atas tenggorokan. Amandel dan adenoid biasanya diangkat.
  • Memposisikan ulang rahang.
  • Implan batang plastik pada langit-langit setelah Anda dibius lokal.
  • Membuat saluran udara baru (trakeostomi saluran metal atau plastik dimasukkan).
  • Operasi hidung untuk mengangkat polip atau meluruskan partisi di antara lubang hidung yang bengkok.
  • Operasi penurunan berat badan.

Pengobatan untuk sleep apnea sentral dapat meliputi:

  • Perawatan untuk kondisi medis terkait: gangguan jantung atau neuromuskular yang dapat menyebabkan sleep apnea.
  • Oksigen tambahan: menggunakan oksigen tambahan saat tidur.
  • Adaptive servo-ventilation (ASV): menggunakan alat yang menormalkan pola pernapasan dan mencegah jeda pada pernapasan.
  • Continuous positive airway pressure (CPAP). 
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP). 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sleep apnea?

Tes untuk mendeteksi sleep apnea meliputi:

  • Nocturnal polysomnography
  • Tes home sleep: mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah, aliran udara dan pola pernapasan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sleep apnea?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sleep apnea:

  • Kurangi berat badan berlebih
  • Olahraga
  • Hindari alkohol dan obat-obatan tertentu seperti penenang dan pil tidur
  • Tidur pada sisi atau tengkurap dibanding tidur telentang pada punggung
  • Jaga saluran nasal tetap terbuka saat malam hari
  • Berhenti merokok jika Anda perokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016