Benarkah Jarang Keramas Bikin Rambut Jadi Ketombean?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketombe memang sangat mengganggu. Bukan hanya karena gatal, serpihan kulit kepala yang sering berjatuhan bisa mengurangi kepercayaan diri Anda. Apalagi saat mengenakan pakaian berwarna gelap, ketombe akan sangat terlihat dan jadi pusat perhatian. Sebenarnya, apa yang menyebabkan ketombe muncul pada rambut Anda? Apakah salah satu penyebab ketombe adalah jarang cuci rambut?

Penyebab ketombe yang utama itu karena jamur

Masalah pada rambut memang bermacam-macam. Mulai dari rambut kering, rambut rontok, sampai rambut berminyak bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda. Kondisi rambut ini, paling umum disebabkan oleh kesalahan Anda dalam merawat rambut jarang cuci rambut.

Nah, apakah penyebab ketombe pada rambut juga disebabkan oleh hal yang sama?

Ketombe adalah kondisi kronis yang menyebabkan pengelupasan kulit kepala. Pengelupasan tersebut berupa kulit kering berwarna putih dengan ukuran beragam yang menempel pada kulit kepala dan berjatuhan dari rambut Anda sewaktu-waktu. Walaupun tidak berbahaya, kondisi ini tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dapat dikurangi keparahannya.

Sebenarnya pengelupasan kulit kepala adalah hal yang normal terjadi. Sama seperti kulit di tubuh lain yang akan terkelupas dan berganti dengan sel-sel kulit yang baru, kulit kepala pun demikian. Bedanya, orang yang berketombe mengalami pengelupasan kulit kepala yang sangat cepat daripada seharusnya sehingga kulit kepala yang terkelupas akan terus bertumpuk.

Dilansir dari WebMD, munculnya ketombe menunjukkan adanya masalah pada kulit kepala, bukan pada rambut. Peneliti sepakat bahwa munculnya ketombe dipicu jamur malassezia. Jamur ini hidup di kulit kepala manusia yang sehat tanpa masalah. Akan tetapi, bisa menyebabkan ketombe pada orang-orang tertentu. Sebuah teori menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh yang salah bisa bereaksi berlebihan dengan jamur ini sehingga menyebabkan ketombe.

Meski bukan penyebab utama, keramas itu penting dilakukan

keramas saat flu

Penyebab ketombe yang paling utama diyakini karena jamur pada kulit kepala. Jamur memakan kelebihan minyak dan sel-sel kulit mati, menyebabkan sel-sel lebih cepat mengelupas dan menjadi serpihan di kulit kepala.

Hampir semua orang berpikir bahwa jarang cuci rambut bisa menyebabkan ketombe sehingga membuat Anda sering mencuci rambut. Padahal ini tidak sepenuhnya benar, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan.

Keperluan mencuci rambut setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada jenis rambut dan kondisi kulit kepala. Misalnya, orang yang memiliki rambut berminyak direkomendasikan untuk mencuci rambut mereka lebih sering dibanding dengan orang yang memiliki rambut normal.

Dilansir dari Everyday Health, kulit kepala memproduksi minyak yang penting untuk menjaga kelembapan. Bila tidak dibersihkan, minyak akan menumpuk dan membuat rambut menjadi lepek, gatal, dan bau.

Belum lagi, aktivitas sehari-hari juga membuat rambut Anda terpapar berbagai kotoran dan keringat. Kondisi ini bisa membuat rambut menjadi berminyak dan lebih kotor nantinya. Keadaan minyak yang berlebih tersebut bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan tumbuhnya jerawat di kulit kepala.

Jarang mencuci rambut, membuat minyak dan sel-sel kulit mati pada rambut semakin menumpuk. Kondisi ini memicu jamur semakin aktif untuk memakannya. Akhirnya, serpihan ketombe malah semakin bertambah banyak.

Jangan terlalu sering keramas juga, sesuaikan dengan kebutuhan

keramas

Namun jangan salah paham, terlalu berlebihan dalam mencuci rambut dengan sampo juga bisa menyebabkan ketombe yang sudah ada menjadi lebih buruk. Kondisi kulit kepala menjadi semakin kering karena adanya zat surfaktan sehingga lebih mudah iritasi.

Jadi, panduan untuk mencuci rambut yang benar adalah ketahui jenis rambut dan kulit kepala terlebih dahulu. Untuk rambut dan kulit kepala yang normal, sebaiknya cuci rambut disesuaikan dengan kondisi rambut saat itu. Bila sudah lepek, lengket, dan tidak nyaman segera cuci rambut Anda hingga bersih.

Sementara, rambut yang tebal atau berketombe, cuci rambut sebaiknya dilakukan lebih sering, namun tidak boleh berlebihan. Anda mungkin membutuhkan sampo khusus untuk antiketombe yang bisa mengurangi keparahan ketombe. Jika Anda sudah melakukan perawatan tapi kondisinya tidak membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Kemungkinan Anda memiliki dermatitis seboroik bukan ketombe.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Rambut Botak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Merawat rambut botak perlu dilakukan bagi mereka yang botak. Caranya cukup mudah dan Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk perawatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Obat Ketombe yang Ampuh dan Mudah Digunakan di Rumah

Ketombe pasti membuat Anda jengkel, karena rasa gatal atau serpihan putih yang mengotori rambut Anda. Atasi dengan pilihan obat ketombe berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Ketombe

%%title%% adalah serpihan sel kulit mati yang dapat mengganggu penampilan Anda. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan ketombe di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Cara Tepat dan Mudah Merawat Rambut untuk Wanita Berhijab

Berhijab bukan alasan untuk terlepas dari tugas merawat rambut bagi wanita. Bagaimana cara merawat rambut berhijab yang tepat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk rambut

Yuk, Pakai Minyak Kelapa untuk Rambut Indah dan Berkilau!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
creambath rambut

Serba-serbi Creambath Rambut dan Perbedaannya dengan Hair Spa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sambung rambut atau hair extension

Serba-serbi Sambung Rambut (Hair Extension) yang Kerap Dilakukan di Salon

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit