Supaya Tetap Sehat, Baiknya Potong Rambut Sering-Sering Atau Jarang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memotong rambut biasanya menjadi aktivitas rutin yang dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Selain untuk menghilangkan rambut-rambut kering dan bercabang, potong rambut dilakukan untuk merapikan penampilan. Oleh sebab itu, kebiasaan potong rambut pada sebagian orang berbeda-beda. Ada yang sering tetapi ada juga yang sangat jarang. Namun, sebenarnya mana yang lebih sehat, potong rambut sering-sering atau jarang?

Fakta mengenai pertumbuhan rambut

rambut tebal

Apakah Anda tahu berapa jumlah rambut di kepala? Jumlahnya rata-rata sekitar 100.000 folikel. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, beberapa folikel berhenti memproduksi rambut. Ini ditandai dengan kerontokan rambut. Menurut The American Academy of Dermatology, rata-rata rambut tumbuh sekitar 1,25 cm per bulannya. Jadi dalam setahun rambut tumbuh kurang lebih sepanjang 15 cm.

Biasanya cepat lambatnya pertumbuhan rambut bergantung pada:

  • Usia
  • Jenis rambut
  • Riwayat keturunan keluarga
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan

Kemudian hal lain yang penting untuk diketahui yaitu fase pertumbuhan rambut. Rambut tumbuh dalam tiga tahap, yaitu:

  • Anagen: Fase pertumbuhan aktif rambut yang berlangsung 2 hingga 8 tahun.
  • Katagen: Fase transisi di mana rambut berhenti tumbuh, berlangsung selam 4 hingga 6 minggu.
  • Telogen: Fase istirahat di mana rambut mengalami kerontokan, bertahan selama 2 hingga 3 bulan.

Jika dikira-kira, kulit kepala rata-rata memiliki 90 hingga 95 persen folikel rambut dalam fase anagen. Tandanya ada sekitar 5 hingga 10 persen rambut berada di fase telogen. Artinya dalam keadaan normal ada sekitar 100 hingga 150 helai rambut yang rontok setiap harinya.

Sebaiknya potong rambut sering-sering atau jarang?

Dokter kulit dan spesialis rambut di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, dr. Melissa Piliang menyatakan bahwa memotong rambut secara teratur memang tidak membantu memanjangkan rambut, tetapi bisa membuat rambut lebih sehat. Hal ini karena ujung rambut yang rusak bisa membuat rambut terlihat lebih tipis dan bisa menyebabkan kerusakan. Tak hanya itu, rambut rusak yang dibiarkan terlalu lama juga dapat mengurangi keindahan rambut.

Apalagi jika Anda memiliki rambut panjang, maka Anda harus rutin memotongnya. Pasalnya, rambut panjang rentan mengalami kerusakan. Sehingga dengan memotongnya, hal ini bisa membantu menjaga rambut Anda tetap kuat dan sehat. Oleh karena itu, Anda disarankan memotong rambut setidaknya tiga bulan sekali. Namun, jika Anda merasa terlalu banyak bagian rambut yang rusak Anda bisa memangkasnya lebih sering sekitar 6 hingga 8 minggu sekali.

Terlebih jika Anda memiliki rambut yang diwarnai, diluruskan, atau dikeriting maka Anda perlu memerhatikan betul kondisinya. Pasalnya, rambut yang melalui proses kimiawi lebih rentan patah, kering, dan pecah-pecah. Untuk itu, segeralah pergi ke salon untuk memotong rambut jika rambut yang rusak sudah terlihat banyak dan mengganggu.

Sumber: Sangbe

Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak memotongnya terlalu sering atau terlalu jarang. Potonglah rambut di waktu yang tepat dengan memerhatikan kondisinya. Jika rambut sehat tetapi ingin mengganti model potongan maka Anda bisa melakukannya setiap tiga bulan sekali sebagai waktu yang cukup ideal. Tidak terlalu sering dan juga tidak terlalu jarang.

Jika Anda ingin memanjangkan rambut, Anda tetap harus memotongnya secara rutin. Tidak perlu banyak-banyak, Anda cukup meminta penata rambut untuk memotong ujung-ujung rambut yang rusak. Hal ini dilakukan agar rambut terhindar dari kerusakan yang lebih parah dan tentu saja memaksimalkan potensi pertumbuhan rambut Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dari Ketiak Hingga Rambut Kemaluan, Ini Cara Bercukur yang Benar

Jangan sembarangan mencukur bulu ketiak dan bulu kemaluan. Ada beberapa cara bercukur yang benar agar Anda terhindar dari luka. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mencegah Ingrown Hair agar Tidak Semakin Parah?

Kamu memiliki kondisi rambut tumbuh ke dalam, atau ingrown hair? Berikut cara mencegah ingrown hair agar tidak semakin parah dan melebar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Minyak Peppermint untuk Rambut yang Lebih Lebat dan Indah

Selain digunakan untuk kesehatan tubuh, ternyata minyak peppermint juga sering digunakan untuk menumbuhkan rambut. Efektif atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 16/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Maksimalkan Keindahan Rambut dengan Mengenali Jenis-jenisnya

Jenis rambut tidak sebatas lurus dan keriting saja. Ternyata ada banyak tipe rambut yang bisa dikenali dan disesuaikan dengan perawatan rambut Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 29/11/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya tidur dengan rambut basah

Bahayakah Tidur dengan Rambut Basah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27/08/2020 . Waktu baca 3 menit
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat rambut keriting

10 Cara Merawat Rambut Keriting agar Mudah Diatur

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
dewasa pakai sampo bayi

Apa Orang Dewasa Boleh Pakai Sampo Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/02/2020 . Waktu baca 3 menit