Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Efek Samping Minyak Zaitun untuk Wajah, Ketahui di Sini

    Efek Samping Minyak Zaitun untuk Wajah, Ketahui di Sini

    Minyak zaitun memang dikenal baik untuk melembapkan kulit. Meski begitu, bahan ini ternyata bisa menimbulkan keluhan pada wajah. Lantas, apa saja efek samping minyak zaitun untuk wajah?

    Apakah minyak zaitun memiliki efek samping untuk kulit?

    Minyak zaitun bisa menimbulkan efek samping pada kulit, terutama bila memiliki tipe kulit berminyak.

    Asam oleat dalam minyak alami zaitun justru membuat kulit semakin berminyak sehingga rentan menimbulkan masalah lainnya.

    Meski mengandung antioksidan, kualitas antioksidan pada minyak zaitun biasa tidak sebaik minyak zaitun murni.

    Hanya minyak zaitun murni atau extra virgin olive oil (EVOO) yang memiliki sifat antioksidan terbaik.

    Jadi, minyak zaitun yang dioles ke wajah justru tidak memberikan manfaat yang berarti, apalagi jika sudah dalam keadaan yang tengik.

    Berikut efek samping minyak zaitun untuk wajah.

    1. Komedo

    Komedo merupakan salah satu efek samping yang bisa muncul ketika minyak zaitun dioles langsung pada wajah.

    Ya, kandungan asam oleat ini membuat kadar minyak pada kulit bertambah dan menumpuk.

    Lama-lama, minyak pada kulit akan terjebak di dalam pori-pori bersama dengan debu dan kotoran lainnya. Akibatnya, pori-pori tersumbat dan komedo pun terbentuk.

    Jenis komedo yang timbul pun bisa berupa komedo tertutup atau terbuka. Masing-masing ditandai dengan warna putih dan kehitaman.

    2. Jerawat

    bercak cokelat di kulit seperti panu akibat jerawat

    Jerawat yang timbul merupakan imbas dari komedo. Kulit yang semakin berminyak dan berkomedo bisa membuat bakteri penyebab jerawat tubuh dan berkembang.

    Akibatnya, kulit pun meradang dan timbullah efek samping minyak zaitun berupa jerawat.

    Mulanya, jerawat yang timbul hanya berupa bentolan padat dan kemerahan. Lama-lama, jerawat bisa berkembang lebih parah sehingga menimbulkan bintik nanah.

    Dalam kasus yang lebih berat, jerawat bernanah bisa bergerombol dan peradangan semakin dalam.

    3. Merusak skin barrier

    Mengutip studi terbitan International Journal of Molecular Sciences (2018), asam oleat justru bisa merusak skin barrier atau lapisan pelindung alami pada permukaan kulit.

    Hal ini diakibatkan asam oleat justru bisa memecahkan komponen minyak alami pada skin barrier sekaligus membuatnya mencair.

    Tentu, hal ini membuat skin barrier tak lagi kokoh. Akibatnya, kulit pun rentan mengalami iritasi.

    4. Memperparah efek samping skincare

    Perlu diketahui, ada beberapa produk skincare yang menimbulkan efek samping iritasi, di antaranya vitamin C, produk eksfoliasi, serta retinol.

    Studi sebelumnya ternyata menemukan bahwa asam oleat pada minyak zaitun bisa meningkatkan penyerapan bahan produk perawatan kulit yang dioles.

    Hal ini justru membuat produk skincare bekerja lebih intens sehingga iritasi yang ditimbulkan pun semakin parah.

    5. Alergi

    Bila Anda belum pernah memakai produk berbahan minyak zaitun, waspadai efek samping sampingnya untuk kulit.

    Bisa jadi Anda punya alergi zaitun, tetapi tidak diketahui sebelumnya.

    Alergi minyak zaitun memang jarang terjadi karena bahan pemicu alergi (alergen) lebih banyak ditemukan pada buahnya.

    Namun, bukan tidak mungkin bila minyak zaitun terkontaminasi alergen dari buah.

    Sebagai efek samping minyak zaitun, reaksi alergi yang bisa muncul pada kulit, yaitu:

    • ruam,
    • gatal,
    • kemerahan,
    • bengkak, serta
    • kering, mengelupas, dan terluka.

    Dalam kasus yang lebih parah, reaksi alergi bisa menjadi serius dan mengancam nyawa. Kondisi ini disebut dengan anafilaksis.

    Segera ke fasilitas kesehatan bila sulit bernapas, pusing dan pingsan, pembengkakan pada wajah, serta kebingungan.

    Kapan perlu ke dokter karena alergi?

    • Tidak bisa tidur dan sulit beraktivitas sehari-hari.
    • Nyeri kulit.
    • Mencurigai adanya infeksi.
    • Gejala terus muncul meskipun sudah mencoba berbagai perawatan.

    6. Dermatitis

    Macam-macam dermatitis

    Dermatitis adalah peradangan dan iritasi pada kulit.

    Kondisi ini timbul akibat kumpulan berbagai efek samping yang timbul akibat minyak zaitun untuk wajah, yaitu alergi, kerusakan skin barrier, dan meningkatkan keparahan efek samping skincare.

    Iritasi yang dibiarkan begitu saja bisa menimbulkan reaksi meradang dan mengakibatkan dermatitis.

    Gejala yang dermatitis pun mirip dengan alergi kulit atau pun iritasi kulit secara umum, seperti kulit kering dan mengelupas, kemerahan, dan gatal.

    Efek samping minyak zaitun memang bisa memperparah kondisi kulit berminyak, seperti komedo dan jerawat.

    Meski begitu, minyak zaitun ternyata juga bisa menimbulkan efek samping pada kulit kering.

    Bila Anda ingin memakai bahan ini, sebaiknya pilihlah dari produk perawatan kulit, bukan minyak zaitun biasa.

    Produk skincare sudah melewati berbagai tahapan sehingga kandungannya sudah disesuaikan untuk kondisi kulit.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Kabaran, S. (2018). Olive oil: antioxidant compounds and their potential effects over health. Functional foods. https://doi.org/10.5772/intechopen.80993

    Sanmartin, C., Venturi, F., Sgherri, C., Nari, A., Macaluso, M., Flamini, G., Quartacci, M. F., Taglieri, I., Andrich, G., & Zinnai, A. (2018). The effects of packaging and storage temperature on the shelf-life of extra virgin olive oil. Heliyon, 4(11). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2018.e00888

    Comedonal acne | DermNet. (2022). Retrieved 16 September 2022, from https://dermnetnz.org/topics/comedonal-acne

    Yamakoshi, T., Makino, T., Matsunaga, K., Yoshihisa, Y., Rehman, M. U., Seki, T., Hayashi, Y., & Shimizu, T. (2012). Efficacy of chlorhexidine gluconate ointment (Oronine H®) for experimentally-induced comedones. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 5, 79-83. https://doi.org/10.2147/CCID.S33361

    Yamakoshi, T., Makino, T., Matsunaga, K., Yoshihisa, Y., Rehman, M. U., Seki, T., Hayashi, Y., & Shimizu, T. (2012). Efficacy of chlorhexidine gluconate ointment (Oronine H®) for experimentally-induced comedones. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 5, 79-83. https://doi.org/10.2147/CCID.S33361

    Esteve, C., Montealegre, C., Marina, M., & García, M. (2012). Analysis of olive allergens. Talanta, 92, 1-14. https://doi.org/10.1016/j.talanta.2012.01.016

    Anaphylaxis. (2017). Retrieved 16 September 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/anaphylaxis/

    Skin Allergies | Causes, Symptoms & Treatment | ACAAI Public Website. (2022). Retrieved 16 September 2022, from https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/skin-allergy/

    Lin, K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2018). Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. International Journal of Molecular Sciences, 19(1). https://doi.org/10.3390/ijms19010070

    Jiang, S., & Zhou, X. (2003). Examination of the Mechanism of Oleic Acid-Induced Percutaneous Penetration Enhancement: An Ultrastructural Study. Biological And Pharmaceutical Bulletin, 26(1), 66-68. https://doi.org/10.1248/bpb.26.66

    Serba-Serbi Retinoid, Kandungan Skincare yang Lagi Hits Saat Ini. (2018). Retrieved 16 September 2022, from https://perdoski.id/article/detail/1107-serba-serbi-retinoid-kandungan-skincare-yang-lagi-hits-saat-ini

    Manfaat AHA dan BHA untuk Kulit. (2018). Retrieved 16 September 2022, from https://perdoski.id/article/detail/1158-manfaat-aha-dan-bha-untuk-kulit

    Dermatitis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 16 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
    Next article: