Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Terpapar Merkuri dari Kosmetik? Ini Cara Menghilangkannya

Terpapar Merkuri dari Kosmetik? Ini Cara Menghilangkannya

Saat memilih kosmetik, Anda perlu menghindari produk yang mengandung merkuri. Zat ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan, bahkan risiko kanker kulit. Namun, bagaimana jika Anda telanjur menggunakan kosmetik atau skincare berbahan merkuri? Cari tahu cara menghilangkan merkuri (detoks) di wajah pada ulasan ini.

Bahaya menggunakan skincare berbahan merkuri

Anda bisa mengetahui produk kosmetik mengandung merkuri jika terdapat mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury tercantum pada daftar komposisi.

Produk-produk tersebut biasanya dipasarkan sebagai pencerah kulit dan produk antipenuaan yang menghilangkan bintik-bintik wajah, kusam, dan kerutan.

Anda juga bisa menemui kandungan serupa pada produk perawatan jerawat.

Saat Anda menggunakan produk dengan merkuri, zat kimia berbahaya ini akan terserap sampai ke kelenjar minyak dan keringat, keduanya terletak di lapisan terdalam kulit.

Di dalam kulit, merkuri bisa menyebabkan sejumlah reaksi. Jurnal yang diterbitkan WHO menjelaskan penggunaan jangka panjang kosmetik bermerkuri akan menyebabkan gangguan sistem saraf, kerusakan otak, dan gagal ginjal.

Lebih lanjut, sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Daru: journal of Faculty of Pharmacy (2014) menjelaskan bahwa bahaya merkuri memengaruhi tubuh manusia dengan:

  • mengganggu fungsi imun,
  • mengubah dinding sel tubuh,
  • mengganggu sistem enzim,
  • mengganggu keseimbangan kalsium, dan
  • menghambat penggabungan protein dengan DNA.

Anda juga bisa mengalami keracunan merkuri akibat penggunaan berkepanjangan.

Gejalanya keracunan merkuri termasuk kelelahan, depresi, lesu, sakit kepala, batuk, nyeri dada atau sensasi terbakar, sesak napas, atau radang jaringan paru-paru.

Meski begitu, gejala keracunan ini bisa muncul tiba-tiba jika Anda terpapar merkuri dalam jumlah besar.

Cara menghilangkan merkuri di wajah atau detoks merkuri

Menurut Mayo Clinic, kadar normal merkuri dalam darah adalah 0 – 9 nanogram per mililiter (ng/ml).

Kadar merkuri 10 – 15 ng/ml menunjukkan adanya paparan ringan. Sementara itu, lebih dari 50 ng/ml menunjukkan paparan berat merkuri organik.

Kebanyakan orang tidak memerlukan detoks (penetralan racun) merkuri selama kadarnya dalam darah tidak di atas 15 ng/ml.

Tubuh Anda dirancang untuk menyaring zat-zat beracun, biasanya dengan bantuan ginjal dan hati Anda.

Namun, kadar merkuri yang tinggi dapat membanjiri ginjal dan hati sehingga mengganggu fungsi kedua organ ini.

Saat kadar merkuri darah yang mendekati 50 ng/ml atau menyebabkan keracunan, Anda perlu melakukan detoksifikasi merkuri.

Jika Anda mengalami keracunan merkuri karena paparan tinggi, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi khelasi.

Khelasi merupakan pemberian cairan infus atau suntikan yang mengandung obat chelators. Obat ini mengikat merkuri dalam tubuh dan membantunya keluar.

Anda juga dapat mencoba melakukan detoks merkuri sederhana tanpa obat dan terapi khusus dengan cara berikut.

1. Makan lebih banyak serat

diet tinggi serat

Tubuh Anda secara alami membuang merkuri dan zat beracun lainnya melalui feses.

Untuk melancarkan pencernaan dan buang air besar, cobalah konsumsi makanan tinggi serat. Serat membantu usus bergerak mendorong feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Membiasakan konsumsi makanan berserat tinggi juga membuat frekuensi BAB Anda lebih teratur. Alhasil, kotoran dan zat beracun, termasuk merkuri, bisa segera keluar dari dalam tubuh.

Beberapa contoh makanan berserat tinggi seperti oat, kacang-kacangan, lentil, apel, dan buah berry.

2. Minum lebih banyak air

Merkuri juga dapat dikeluarkan melalui urine. Jadi, minum air lebih banyak dapat membantu mempercepat proses detoks merkuri.

Umumnya, seseorang disarankan untuk meminum sebanyak 1,5 liter air setiap harinya. Namun, jumlah ini bisa berubah sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan tubuh.

3. Menghindari paparan merkuri

Cara lain menghilangkan merkuri di wajah adalah dengan menghindari penggunaan produk dengan kandungan zat berbahaya ini.

Anda yang telanjur menggunakan kosmetik dengan kandungan merkuri sebaiknya segera menghentikan pemakaiannya.

Berapa lama Anda perlu detoks untuk menghilangkan merkuri di wajah? Ini tergantung seberapa tinggi paparan merkuri pada wajah Anda.

Proses detoks alias pembersihan merkuri dari dalam tubuh dapat memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pasalnya, zat beracun ini perlu secara berangsur dikeluarkan dari tubuh.

Cara menghindari produk bermerkuri

produk skincare

Anda perlu lebih jeli dalam memilih produk kosmetik. Perhatikan ciri-ciri skincare yang mengandung merkuri, lihat dengan saksama daftar komposisi yang tercantum dalam label produk.

Pastikan juga Anda membeli kosmetik yang sudah terdaftar di BPOM. Standardisasi BPOM untuk kosmetik biasanya ditunjukkan oleh adanya nomor seri atau kode bilah (barcode) tertentu.

Jangan mudah tergiur dengan penawaran klinik kecantikan atau produk perawatan kulit yang menjanjikan kulit lebih cerah dalam waktu singkat.

Efek mencerahkan kulit dalam sekejap biasanya berasal dari kandungan merkuri.

Kapan perlu ke dokter?

Jika Anda terpapar merkuri dalam kadar yang tinggi, cara detoksifikasi di atas mungkin tidak akan cukup untuk menghilangkan zat ini sepenuhnya.

Terlebih, keracunan merkuri dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi kepada dokter kulit untuk memastikan kondisi Anda.

Jika Anda mengalami gejala keracunan merkuri, segera lakukan pemeriksaan medis.

Apabila hasil tes menunjukkan tingkat merkuri terlalu tinggi, Anda mungkin memerlukan perawatan medis untuk menghindari komplikasi.

Verifying...


Pernah alami gangguan menstruasi?

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abbas, Hasriwiani Habo; Sakakibara, Masayuki; Sera, Koichiro; Nurgahayu, ; Andayanie, Ella  (2020). Mercury Exposure and Health Problems of the Students Using Skin-Lightening Cosmetic Products in Makassar, South Sulawesi, Indonesia. Cosmetics, 7(3). https://doi.org/10.3390/cosmetics7030058

Bernhoft R. A. (2012). Mercury toxicity and treatment: a review of the literature. Journal of environmental and public health, 2012, 460508. https://doi.org/10.1155/2012/460508 

Rafati-Rahimzadeh, M., Rafati-Rahimzadeh, M., Kazemi, S., & Moghadamnia, A. A. (2014). Current approaches of the management of mercury poisoning: need of the hour. Daru : journal of Faculty of Pharmacy, Tehran University of Medical Sciences, 22(1), 46. https://doi.org/10.1186/2008-2231-22-46  

Syversen, T., & Kaur, P. (2012). The toxicology of mercury and its compounds. Journal of trace elements in medicine and biology : organ of the Society for Minerals and Trace Elements (GMS), 26(4), 215–226. https://doi.org/10.1016/j.jtemb.2012.02.004 

Mercury, Blood. Mayo Clinic. Retrieved April 25, 2022 from, https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/overview/8618#Clinical-and-Interpretive 

Mercury in Consumer Products. United States Evironmental Protection Agency. Retrieved April 25, 2022 from, https://www.epa.gov/mercury/mercury-consumer-products   

Mercury poisoning from skin lightening products Fact sheet for health care providers. Minnesota Department of Health. Retrieved April 25, 2022 from, https://www.health.state.mn.us/communities/environment/skin/provfs.html 

Mercury Poisoning Linked to Skin Products. (2021). U.S. Food & Drug. Retrieved April 25, 2022 from, https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/mercury-poisoning-linked-skin-products

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui May 24
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan