Area sekitar kantong testis Anda terlihat menghitam dan terasa nyeri? Pada beberapa kasus, ini bisa menjadi gejala dari suatu kondisi yang disebut fournier gangrene.
Karena kasusnya yang langka, wajar bila Anda belum pernah mendengar tentang kondisi ini. Namun, fournier gangrene perlu segera diatasi karena bisa mengancam nyawa.
Apa itu fournier gangrene?
Fournier gangrene adalah infeksi bakteri langka pada area skrotum, penis, atau perineum (area di antara anus dan alat kelamin). Kondisi ini disebut juga fournier’s gangrene atau gangren fournier.
Angka kasusnya lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita dengan perbandingan 10: 1. Sementara itu, frekuensi pria yang terserang infeksi ini adalah 2 dari 100.000 populasi.
Fournier gangrene termasuk ke dalam necrotizing fasciitis. Ini merupakan infeksi bakteri langka tetapi fatal yang bisa menyerang otot, pembuluh darah, dan saraf.
Infeksi ini akan membuat jaringan yang terinfeksi kekurangan darah sehingga mati. Karena itulah, fournier gangrene juga disebut infeksi pemakan daging.
Meski berawal dari area kelamin, infeksi ini bisa menyebar ke paha, perut, hingga dada.
Penyebab fournier gangrene

Pada dasarnya, fournier gangrene bisa terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke area genital dan menginfeksi lapisan terdalam kulit (hipodermis). Dari sinilah infeksi akan menyebar ke pembuluh darah, otot, dan saraf.
Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri aerob maupun anaerob. Bakteri aerob penyebab fournier gangrene di antaranya:
- Escherichia coli,
- Klebsiella,
- Proteus,
- Staphylococcus,
- Pseudomonas, dan
- Streptococcus.
Sementara itu, contoh bakteri anaerob yang bisa menyebabkan fournier gangrene adalah Bacteroides, Clostridium, dan Peptostreptococcus.
Berbagai bakteri tersebut kemudian bisa menginfeksi area genital melalui beberapa jalur berikut.
- Abses (kantong berisi nanah).
- Fistula ani (saluran yang terbentuk secara abnormal di antara anus dan area kulit dan sekitarnya).
- Divertikulitis (peradangan atau infeksi pada divertikula, kantong kecil pada lapisan dalam usus).
- Infeksi kandung kemih.
- Infeksi saluran kemih.
- Kanker rektal.
- Ulkus genital (luka terbuka yang muncul di area organ intim atau kulit di sekitarnya).
- Luka di area genital karena kecelakaan, hubungan intim, tindik, atau gigitan serangga.
Faktor risiko gangren fournier
Setiap orang memiliki risiko untuk terserang infeksi fournier gangren, terutama pria. Meski begitu, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa risikonya bisaa meningkat pada orang dengan:
- diabetes,
- penyakit kardiovaskular,
- sirois hati,
- HIV,
- hipertensi,
- gagal ginjal atau hati,
- kecanduan alkohol atau obat-obatan,
- usia lebih dari 50 tahun,
- indeks massa tubuh (IMT) di atas 30 (obesitas),
- kebiasaan merokok,
- perawatan kemoterapi,
- riwayat trauma di area genital, atau
- imunosupresi.
Gejala gangren fournier
Pada tahap awal, fournier’s gangrene menimbulkan gejala berupa pembengkakan dan kemerahan pada area genital yang disertai rasa nyeri.
Di samping itu, berikut adalah ciri-ciri lain yang mungkin muncul.
- Perubahan warna kulit area genital menjadi kemerahan, keunguan, kecoklatan, keabuan, kebiruan, hingga kehitaman.
- Gatal-gatal.
- Dehidrasi.
- Panas dingin.
- Lesu.
- Mual dan muntah
- Nyeri pada area perut.
- Bau tidak sedap pada area genital.
Pada tahap lanjutan, infeksi ini bisa menyebabkan sindrom kegagalan multiorgan dan syok septik.
Diagnosis fournier’s gangrene
Langkah awal yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis gangren fournier adalah melakukan pemeriksaan pada organ reproduksi.
Jika infeksi sudah cukup parah, dokter akan langsung memberikan perawatan tanpa pemeriksaan tambahan.
Sementara itu, dokter mungkin menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa tes berikut jika infeksi masih dalam tahap awal.
- CT scan untuk mengidentifikasi sumber infeksi.
- USG untuk mendeteksi kondisi lain yang punya gejala serupa, seperti epididimitis atau orkitis.
- Rontgen untuk mengetahui sejauh mana infeksi menyebar.
- Tes darah lengkap.
Pengobatan gangren fournier

Cara mengobati fournier gangrene yang paling efektif adalah dengan operasi debridement dan pemberian antibiotik.
Debridement adalah tindakan pembedahan untuk mengangkat kulit dan jaringan yang sudah mati. Operasi sering kali perlu dilakukan beberapa kali sambil melihat luka yang terbentuk pascaoperasi.
Setelah operasi, pasien akan diberikan antibiotik berspektrum luas untuk mengontrol infeksi. Dokter mungkin menambahkan antikoagulan pada pasien yang mengalami sepsis.
Jika infeksi sudah terkontrol, dokter akan merekomendasikan operasi rekonstruksi untuk memulihkan bentuk dan fungsi jaringan genital yang terdampak.
Sebagai tahap akhir pengobatan, dokter mungkin merekomendasikan terapi oksigen hiperbarik (HBOT) sehingga proses pemulihan lebih cepat.
Pencegahan gangren fournier
Sampai saat ini, tidak ada cara khusus untuk mencegah fournier’s gangrene. Akan tetapi, Anda bisa melakukan beberapa upaya berikut untuk mengurangi risikonya.
- Selalu menjaga kebersihan penis dan perineum dengan sebaik mungkin, sesederhana dengan membilas area genital setiap selesai buang air kecil dan mengeringkannya.
- Selalu gunakan pisau cukur yang bersih saat mencukur bulu kemaluan.
- Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
- Menghentikan kebiasaan merokok dan penggunaan produk tembakau lainnya.
- Menjaga kebersihan luka di area genital.
- Rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah.
Fournier’s gangrene adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu terkait kondisi ini, segera hubungi dokter.
Kesimpulan
- Fournier gangrene adalah infeksi bakteri langka pada area skrotum, penis, atau perineum. Jika dibiarkan, infeksi ini bisa mengancam nyawa.
- Gejala utama kondisi ini adalah pembengkakan pada area yang terinfeksi dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan hingga kehitaman.
- Cara terbaik untuk mengatasi kondisi adalah dengan operasi debridement. Setelah itu, pengobatan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik, operasi rekonstruksi, dan terapi oksigen hiperbarik.
- Langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko infeksi adalah dengan menjaga kebersihan area genital.
[embed-health-tool-bmi]