backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan

6 Penyebab Benjolan pada Jari Tangan Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 10/03/2023

6 Penyebab Benjolan pada Jari Tangan Plus Cara Mengatasinya

Benjolan bisa muncul di area tubuh mana pun, termasuk jari tangan. Apalagi, tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering menyentuh benda yang mungkin menjadi sarang bakteri atau zat lain.

Anda tentu tak ingin benjolan ini mengganggu aktivitas harian dan penampilan Anda, bukan? Simak ulasan berikut ini tentang berbagai penyebab serta cara menghilangkan benjolan di jari tangan.

Berbagai penyebab benjolan di jari tangan

Benjolan yang muncul di jari tangan bisa kecil, besar, lunak, atau keras. Terkadang, benjolan tampak seperti daging yang tumbuh di jari tangan, tetapi bisa juga terlihat ada cairan di dalamnya.

Beberapa di antara benjolan ini menimbulkan rasa sakit, tetapi ada pula yang tidak. Adapun perbedaan ciri benjolan ini menunjukkan bahwa ada ragam kondisi yang bisa menyebabkannya.

Dengan mengetahui penyebab dari kondisi ini dapat membantu Anda mencari tahu serta mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berikut adalah beberapa kondisi yang menjadi penyebab benjol di jari tangan Anda.

1. Kutil

kutil di kelamin

Salah satu penyebab munculnya benjolan di jari tangan adalah kutil. Kutil adalah pertumbuhan kulit yang umumnya disebabkan oleh virus dan bisa ditularkan lewat sentuhan.

Benjolan ini dapat terjadi pada anak dan dewasa muda. Bentuk benjolan umumnya kecil dan seperti daging tumbuh, terasa kasar saat disentuh, serta terdapat titik-titik hitam di jari tangan.

Seiring berjalannya waktu, kutil bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, beberapa penderitanya memilih untuk menghilangkan benjolan ini karena alasan penampilan.

2. Pseudokista myxoid digital

Pseudokista myxoid digital merupakan benjolan halus bersifat nonkanker yang umumnya ditemukan di ujung jari tangan atau kaki.

Umumnya, benjolan ini berada dekat dengan pangkal kuku. Permukaannya tampak mengkilap atau semitransparan dan terkadang seperti ada cairan yang keluar dari benjolan.

Orang-orang dengan osteoarthritis sering mengalami kondisi ini. Bahkan, penelitian pada Journal of Cutaneous Medicine and Surgery menunjukkan bahwa 64—93% orang dengan penyakit ini mengalami kista tersebut. 

3. Rambut yang tumbuh ke dalam

Bagi Anda yang suka mencabuti bulu jari tangan, bulu yang akan tumbuh bisa mengarah ke dalam kulit. Kondisi ini disebut juga dengan rambut tumbuh ke dalam atau ingrown hairs.

Meski jarang terjadi pada jari tangan, ingrown hairs di bagian tubuh ini bisa menimbulkan benjol yang kecil, kemerahan, serta pembengkakan yang mungkin terasa sakit.

Selain itu, rambut yang tumbuh ke dalam ini dapat mengakibatkan infeksi pada folikel rambut atau yang biasa disebut folikulitis. 

4. Gigitan semut api

obat digigit semut api

Semut api merupakan semut yang berwarna merah. Jika semut berwarna merah ini menggigit Anda, rasa sakit yang disertai dengan gatal atau seperti terbakar akan terasa di area gigitan.

Selang satu jam, benjolan umumnya akan muncul di area tubuh yang tergigit semut. Sementara dalam waktu 24 jam, benjolan ini akan berisi cairan seperti nanah berwarna putih atau kekuningan.

Selain menyebabkan gatal, benjolan akibat gigitan semut api juga terkadang dapat menimbulkan reaksi alergi. 

5. Kista ganglion

Kista ganglion adalah benjolan berisi cairan yang muncul pada persendian atau tendon. Selain lutut dan pergelangan tangan, jenis benjolan ini juga bisa muncul pada jari-jari tangan.

Kista ganglion terlihat seperti benjolan halus yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan yang muncul di jari tangan bisa kecil seukuran kacang, tetapi juga bisa lebih besar.

Benjolan akibat kista ganglion bisa terasa menyakitkan. Bahkan, rasa nyerinya bisa menjalar dari jari tangan hingga ke lengan.

6. Abses

Bila benjolan yang muncul tampak merah, bengkak, dan tampak berwarna putih atau kuning di tengahnya, bisa jadi itu adalah abses. Abses umumnya terjadi karena infeksi bakteri.

Melansir Cleveland Clinicfelon finger dan infeksi kuku (paronychias) merupakan infeksi yang paling umum terjadi pada tangan, termasuk jari.

Felon finger umumnya menimbulkan benjol di ujung jari, sedangkan paronychias terjadi di sekitar kuku tangan.

Cara menghilangkan benjolan di jari tangan

obat jari tangan bengkak dan bernanah

Cara mengatasi benjolan di bagian tubuh ini tergantung pada kondisi yang menyebabkannya.

1. Penanganan untuk abses karena infeksi bakteri

Jika terjadi akibat infeksi bakteri, pemberian obat antibiotik umumnya akan dokter lakukan.

Abses yang terbentuk akibat infeksi juga mungkin akan dokter keringkan. Dalam kasus yang jarang, sebagian kuku pada penderita paronychias juga mungkin harus dicabut.

2. Penanganan untuk kutil dan pseudokista myxoid digital

Namun, bila kutil yang menjadi penyebabnya, dokter mungkin akan menghilangkan benjolan di jari tangan dengan cara krioterapi, mengoleskan obat asam salisilat, atau prosedur pembedahan.

Krioterapi dan operasi juga mungkin akan dokter lakukan untuk mengatasi benjolan akibat pseudokista myxoid digital. Namun, pemberian injeksi steroid juga dapat membantu mengatasinya.

3. Penanganan untuk rambut yang tumbuh ke dalam

Sementara bila disebabkan oleh ingrown hairs, mengompres benjolan kecil di jari tangan dengan kompres hangat terkadang sudah cukup untuk mengatasi kondisi ini.

Pemberian obat-obatan, termasuk untuk eksfoliasi daerah bulu yang tumbuh ke dalam, juga bisa menjadi salah satu solusi yang dokter berikan. 

4. Penanganan untuk gigitan semut api

Kompres bisa dilakukan untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri akibat gigitan semut api. Hanya saja, konsumsi obat antihistamine terkadang dibutuhkan untuk mengurangi rasa gatal.

Meski cara menghilangkannya beragam, umumnya benjolan di jari tangan tidak membahayakan. Bahkan, beberapa di antaranya tidak membutuhkan perawatan khusus.

Akan tetapi, tak ada salahnya jika Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat agar penyakit yang Anda alami tidak berkembang menjadi parah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 10/03/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan