Sindrom Budd-Chiari (Hepatic Vein Thrombosis/HVT)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu sindrom Budd-Chiari?

Sindrom Budd-Chiari adalah penyakit yang terjadi saat pembuluh darah pada hati tersumbat oleh penggumpalan darah. Sindroma ini juga dikenal sebagai Hepatic Vein Thrombosis (HVT).

Kondisi ini menyumbat sistem drainase hati, yang menghalangi aliran darah untuk kembali ke jantung. Tanpa aliran darah yang mengalir dengan baik, organ hati tidak bisa mendapatkan oksigen segar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi normalnya. Kondisi ini dapat merusak organ hati dengan serius dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Tanda-tanda dan gejala yang disebabkan oleh sindrom ini berbeda pada setiap orang. Gejala yang terkait dengan sindrom Budd-Chiari meliputi nyeri pada bagian kanan atas perut, hati yang membesar dengan abnormal (hepatomegali), dan/atau penumpukkan cairan pada rongga di antara 2 lapis selaput yang melapisi lambung (rongga peritoneal).

Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sampai akhirnya penyumbatan menyebabkan kerusakan hati.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini merupakan kondisi yang langka. Namun, sindrom ini bisa menyerang pria dan wanita. Kebanyakan kasus yang terjadi cenderung menyerang individu di antara usia 20-40 tahun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom Budd-Chiari?

Pada tahap awal, tidak semua orang dengan sindrom ini akan merasakan tanda-tanda dan gejala yang berbeda. Tanda-tanda dan gejala utama yang terjadi dapat berupa penumpukan cairan pada perut dan pembesaran hati. Hal ini disebabkan oleh penumpukkan tekanan di belakang penyumbatan.

Tanda-tanda dan gejala umum dari sindrom Budd-Chiari adalah:

  • Mual dan muntah
  • Muntah darah
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Pembesaran limpa
  • Pembengkakan pada organ tubuh bagian bawah
  • Sakit perut (terutama pada bagian kanan atas perut)
  • Sakit kuning (menguningnya kulit dan mata)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah kondisi ini memburuk dan kondisi darurat medis lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda dengan segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab terjadinya sindrom Budd-Chiari?

Beberapa obat-obatan, penyakit, dan kelainan bawaan dapat menjadi penyebab sindrom Budd-Chiari. Apa pun yang menyebabkan pembekuan darah pada pembuluh darah di hati dapat menyebabkan sindrom ini.

Penyebab utama dari sindrom Budd-Chiari adalah:

  • Kelainan darah bawaan
  • Kanker hati
  • Trauma hati
  • Infeksi
  • Inflamasi pembuluh darah (phlebitis)
  • Pil KB
  • Kehamilan
  • Obat imunosupresif
  • Penyakit autoimun
  • Penyakit inflamasi
  • Penyakit jaringan ikat

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena HVT?

Anda mungkin akan berisiko lebih tinggi terhadap sindrom ini alias HVT apabila memiliki kondisi atau mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Dacarbazine
  • Alpha1-antitrypsin deficiency
  • Trauma dan cedera hati
  • Penggunaan rutin pil KB, dikombinasikan dengan cacat genetik juga dapat menyebabkan hypercoagulability dan BCS.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Budd-Chiari didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi HVT, pemeriksaan fisik akan dilakukan dan beberapa tes akan direkomendasikan, meliputi:

  • Sampel darah dapat menunjukkan apakah hati bekerja dengan baik. Anda mungkin memerlukan tes pencitraan apabila hasil tes darah menunjukkan kerusakan hati.
  • Dokter dapat melakukan USG pada hati untuk memeriksa ukuran dan tanda-tanda kerusakan. CT scan juga dapat digunakan untuk melihat jaringan yang rusak.
  • Anda mungkin memerlukan biopsi hati apabila dokter menemukan kelainan pada hati. Dokter akan mengambil bagian kecil dari jaringan hati untuk melihat kerusakan.
  • Dokter juga dapat mengukur tekanan di dalam pembuluh darah. Dokter akan memasukkan alat kecil melalui kateter ke dalam pembuluh darah hati. Prosedur ini disebut kateterisasi pembuluh darah hati.

Bagaimana Budd-Chiari syndrome ditangani?

Pengobatan

Obat-obatan anti pembekuan darah sering kali dapat mengatasi sindrom Budd-Chiari. Obat-obatan untuk mengencerkan pembekuan darah disebut obat fibrinolitik. Dokter juga dapat memberikan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah.

Operasi

Dokter dapat memutuskan untuk memperlebar pembuluh darah hati agar dapat meningkatkan aliran darah. Prosedur ini disebut percutaneous transluminal angioplasty. Selama prosedur, ahli bedah akan memasang kateter pada pembuluh darah yang tersumbat. Kateter memiliki balon kempes di ujungnya. Nantinya, dokter bedah akan memompanya begitu berada di dalam pembuluh darah. Hal ini membuat pembuluh darah melebar. Begitu pembuluh darah sudah cukup lebar, dokter bedah akan memasukkan kawat pada pembuluh darah untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.

Dokter bedah dapat menggunakan transjugular intrahepatic portal-systemic shunting untuk mengarahkan pembuluh darah mengalir menjauhi hati. Hal ini akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah portal.

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi atau mencegah sindrom Budd-Chiari?

Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu Anda mengatasi sindrom Budd-Chiari:

  • Makan makanan yang sehat
  • Jaga berat badan ideal
  • Tingkatkan aktivitas fisik
  • Batasi asupan alkohol
  • Jangan merokok
  • Atasi stres
  • Berlatih relaksasi atau bernapas dalam-dalam dan perlahan

Selalu konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Trombositosis, Saat Jumlah Trombosit Meningkat Secara Berlebihan

Trombositosis adalah kondisi ketika trombosit melonjak tinggi di atas normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa penyakit. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Bisakah Penyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) Disembuhkan?

Penyakit sindrom koroner akut adalah penyebab kematian tertinggi. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya tentang peluang kesembuhan penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 21 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Gejala Kerusakan Hati yang Seringnya Tak Disadari

Liver yang bermasalah tak langsung menimbulkan gejala yang parah dan terlihat jelas. Ada banyak gejala liver bermasalah yang cukup samar dan perlu disadari.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 13 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

6 Hal Ini yang Terjadi Pada Tubuh Bila Anda Berhenti Minum Alkohol

Mengubah kebiasaan hidup memang tidak mudah, saat Anda berhenti minum alkohol akan banyak peruahan yang terjadi. Apa saja perubahan yang akan terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mental, Kecanduan 2 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Gejala hepatitis

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
konsumsi kayu manis penyakit liver

Apa Hubungan Kayu Manis (Cinnamon) dan Penyakit Liver?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis hepatitis adalah

2 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
paracetamol dan alkohol

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit