Operasi Perbaikan Hernia Inguinalis, dari Persiapan hingga Risiko

    Operasi Perbaikan Hernia Inguinalis, dari Persiapan hingga Risiko

    Hernia dapat menimbulkan benjolan pada perut bawah atau selangkangan. Jika ukurannya cukup besar, Anda mungkin perlu menjalani operasi hernia inguinalis. Seperti apa prosedurnya? Simak jawabannya berikut ini.

    Apa itu operasi hernia inguinalis?

    Operasi hernia inguinalis adalah prosedur bedah untuk memperbaiki hernia pada perut bagian bawah dan/atau pangkal paha.

    Hernia inguinalis sendiri terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menekan area otot perut yang lemah.

    Seperti operasi hernia pada umumnya, prosedur ini bisa dilakukan dengan mendorong hernia ke posisinya semula atau mengangkatnya.

    Pembentukan hernia inguinalis berawal ketika bagian tertentu pada dinding otot perut menjadi lemah.

    Usus atau jaringan berlemak dalam dinding perut lambat laun menekan bagian ini dan mendorongnya ke area yang disebut kanal inguinalis, yaitu saluran sempit pada perut bagian bawah.

    Pada laki-laki, kanal inguinalis mengarah ke saluran sperma. Sementara para perempuan, saluran ini mengarah ke jaringan ikat yang menyokong rahim.

    Sebenarnya tidak semua hernia inguinalis perlu ditangani dengan operasi. Jika hernia berukuran kecil dan tidak mengganggu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengawasi perkembangannya.

    Namun, bila hernia berukuran besar, tidak bisa diatasi dengan pengobatan hernia, atau telah mengalami komplikasi, dokter biasanya akan menyarankan operasi.

    Dokter nantinya akan menentukan jenis dan prosedur operasi yang sesuai untuk kondisi Anda.

    Manfaat dan tujuan operasi hernia inguinalis

    penyakit hernia inguinalis adalah

    Dokter terkadang dapat mengembalikan hernia ke posisi semula atau memperkecil ukurannya.

    Dengan pijatan lembut, dokter bisa mendorong hernia ke dalam rongga perut. Jika cara ini tidak berhasil, operasi mungkin diperlukan.

    Dokter biasanya juga merekomendasikan operasi jika hernia menyebabkan nyeri, gejala yang parah atau berkepanjangan, atau komplikasi serius.

    Mengutip Cleveland Clinic, berikut komplikasi dari hernia inguinalis yang perlu ditangani dengan operasi.

    • Penyumbatan usus karena usus terjebak dalam kanal inguinalis. Kondisi ini bisa menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut berkepanjangan.
    • Terhentinya aliran darah karena ada bagian usus yang terjepit. Komplikasi ini harus ditangani dengan operasi darurat untuk mengembalikan aliran darah.

    Operasi sangat berguna untuk mengatasi hernia dan mencegah komplikasi serius, tapi hernia bisa saja muncul kembali di kemudian hari.

    Oleh karena itu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter secara berkala setelah operasi.

    Prosedur perbaikan hernia inguinalis

    Sebelum operasi, beri tahu dokter mengenai semua jenis obat yang pernah dan sedang Anda konsumsi.

    Anda juga perlu memberi tahu dokter apabila memiliki riwayat alergi, penyakit, atau kondisi medis lainnya.

    Dokter atau perawat akan memberikan Anda instruksi sebelum operasi, seperti apakah Anda boleh makan atau minum.

    Anda mungkin diharuskan berpuasa sebelum operasi, tapi masih boleh mengonsumsi cairan seperti air putih atau teh.

    Operasi hernia inguinalis bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan bedah terbuka atau secara laparoskopik. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan prosedur antara pasien pria dan wanita.

    Bedah terbuka

    Dokter bedah akan membius Anda menggunakan obat bius lokal atau umum.

    Setelah itu, dokter akan membuat sayatan pada selangkangan Anda dan mendorong jaringan yang menonjol kembali ke dalam rongga perut.

    Selanjutnya, dokter menjahit bagian otot perut yang lemah dan menempatkan sebuah jaring medis sintetis untuk memperkuat area ini.

    Sayatan kemudian dijahit kembali dan prosedur operasi selesai.

    Laparoskopi

    Banyak dokter kini memilih operasi laparoskopi untuk memperbaiki hernia inguinalis.

    Alih-alih sayatan besar, laparoskopi menggunakan beberapa sayatan kecil pada perut bagian bawah. Sayatan ini akan menjadi jalan masuk bagi laparoskop.

    Laparoskop merupakan alat berbentuk tabung panjang dengan kamera pada ujungnya. Alat ini menghasilkan video untuk membantu dokter memperbaiki hernia melalui sayatan kecil yang telah dibuat sebelumnya.

    Operasi perbaikan hernia merupakan prosedur bedah yang umum. Pasien biasanya boleh pulang pada hari yang sama, tapi Anda harus beristirahat setidaknya selama 2–4 minggu ke depan.

    Hindari aktivitas berat yang dapat menarik otot-otot, seperti mengangkat barang yang berat atau berolahraga secara berlebihan.

    Anda bisa beraktivitas fisik dengan berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan yang aman sesuai anjuran dokter.

    Efek samping dan komplikasi operasi hernia inguinalis

    sehabis operasi

    Operasi perbaikan hernia merupakan prosedur bedah sederhana yang sangat aman. Meski begitu, berikut risiko efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi.

    Orang dewasa dan anak-anak yang menjalani operasi hernia dapat memiliki risiko:

    • Efek samping obat bius, seperti mual, muntah-muntah, dan sakit kepala.
    • Infeksi dan perdarahan pada area yang dioperasi.
    • Penumpukan darah atau cairan pada area yang tadinya terisi hernia.
    • Nyeri atau mati rasa pada selangkangan akibat saraf yang rusak atau terjepit saat operasi.
    • Nyeri, bengkak, atau memar pada testis atau bagian dasar penis.
    • Kerusakan pada pembuluh darah testis, pembuluh darah femoral (paha), atau saluran sperma.

    Risiko komplikasi operasi lebih besar pada pasien yang berusia di atas 50 tahun, merokok, atau mengidap penyakit lain.

    Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi yang dokter berikan sebelum operasi.

    Pemulihan setelah operasi hernia inguinalis

    Pasien yang telah menjalani operasi perbaikan hernia biasanya perlu mengonsumsi obat-obatan selama beberapa minggu untuk mengatasi nyeri pascaoperasi.

    Anda juga tidak boleh melakukan aktivitas berat sebelum benar-benar pulih.

    Selain menghindari aktivitas berat, Anda juga dianjurkan untuk tidak mengejan ketika buang air besar dan berupaya menjaga berat badan yang sehat. Hal ini bisa membantu mencegah kambuhnya hernia.

    Operasi laparoskopi umumnya memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dari operasi terbuka.

    Akan tetapi, prosedur laparoskopi mungkin tidak cocok bagi orang yang memiliki hernia berukuran besar atau telah menjalani operasi perut sebelumnya.

    Secara umum, pasien yang menjalani operasi hernia inguinalis bisa pulih dengan cepat.

    Jika Anda mengalami gejala komplikasi tertentu, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Inguinal Hernia: Types, Symptoms, Diagnosis & Treatments. (2021). Retrieved 27 December 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16266-inguinal-hernia#management-and-treatment

    Inguinal hernia repair . (2017). Retrieved 27 December 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/inguinal-hernia-repair/

    Inguinal hernia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 27 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/inguinal-hernia/diagnosis-treatment/drc-20351553

    General Surgery – Inguinal Hernia. (2021). Retrieved 27 December 2021, from https://generalsurgery.ucsf.edu/conditions–procedures/inguinal-hernia.aspx

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Jan 06
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro