5 Tips Memilih Dokter Anak yang Tepat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penting untuk mencari dan mendapatkan dokter anak yang cocok sesuai kebutuhan, bahkan sebelum anak Anda lahir. Mengapa demikian? Setelah bayi lahir, Anda mungkin akan melakukan kontrol rutin, vaksin, imunisasi, dan segala kondisi kesehatan anak yang wajib diperiksa oleh dokter spesialis anak.

Dokter anak umumnya menangani masalah khusus kesehatan dan penyakit anak sejak lahir hingga usia 17 tahun. Maka Anda tidak bisa sembarang memilih dokter yang akan menangani dokter untuk anak hingga ia remaja nantinya. Nah, bagaimana memilih dokter anak yang tepat? Simak beberapa tipsnya di bawah ini.

Tips memilih dokter anak yang tepat

1. Minta saran atau rekomendasi dari orang sekitar, termasuk dokter sewaktu hamil

Anda tidak bisa asal memilih dokter untuk buah hati tercinta. Mintalah rekomendasi dan saran dari dokter kandungan atau bidan yang bisa mengarahkan dokter mana yang baik untuk anak Anda nantinya. Tanyakan juga pada pihak rumah sakit tempat Anda konsultasi, mana dokter favorit di rumah sakit tersebut dan pilih sesuai kebutuhan Anda.

Anda juga bisa meminta saran dari teman atau keluarga yang memiliki nilai, pendapat, dan gaya parenting yang sama dengan Anda guna menemukan dokter spesialis anak yang tepat. Idealnya, Anda sudah mulai mencari dan mendapatkan dokter spesialis anak 3 bulan sebelum anak Anda lahir.

2. Pilih yang sepemikiran dan lakukan wawancara singkat

Setelah membuat daftar dan beberapa pilihan, ini saatnya Anda mulai menyeleksi dokter mana yang akan dipilih. Disarankan memilih dokter yang punya tujuan dan pemikiran yang sama dengan Anda. Misalnya, Anda mencari dokter yang gaya pengasuhan anaknya sama dengan keinginan Anda. Jika tidak sepemikiran, pastinya Anda akan kewalahan dan setengah hati untuk menerapkan anjuran yang dokter tersebut sarankan.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menanyakan hal-hal yang akan Anda konsultasikan dengan dokter buah hati nantinya. Tanyakan kesediaan dokter tersebut untuk dihubungi dan berkonsultasi lewat telepon ataupun pesan singkat. Diskusikan juga mengenai isu seputar masalah anak, seperti masalah ASI, vaksin atau imunisasi, dan masalah obat-obatan yang ia gunakan. Anda pun bisa menilai dan memilih dari cara bagaimana dokter berkomunikasi dan memberi penjelasan pada Anda.

3. Pilih lokasi dan jadwal praktik sesuai waktu Anda

Selain kecocokan dan masalah visi misi yang sama, lokasi serta jadwal praktik dokter anak nantinya penting untuk dipertimbangkan. Terlebih lagi, ketika Anda dan pasangan merupakan orangtua pekerja yang sama-sama sibuk. Lokasi dan praktik dokter, pastinya harus berada dalam jangkauan Anda berdua. Tanyakan juga, tempat dan kapan saja dokter tersebut praktik, lalu adakah relasi dokter lain yang bisa menangani anak Anda ketika dokter utama berhalangan.

4. Kunjungi rumah sakit atau tempat dokter praktik

Penting tidak penting, tapi tidak ada salahnya mengunjungi tempat praktik dokter anak yang akan Anda pilih. Lihat suasana ruang praktik, apakah termasuk ramah dan menyenangkan untuk anak Anda nantinya. Perhatikan pula prosedur konsultasi, jumlah pasien yang dokter tersebut tangani, serta bagaimana staf rumah sakit membantu dokter yang akan menangani anak Anda.

5. Cari tahu masalah biaya

Masalah biaya juga merupakan unsur penting yang harus Anda putuskan. Catat dan bandingkan biaya konsultasi dari dokter ke dokter. Pilih juga dokter atau rumah sakit mana yang mencakup biaya rawat inap atau sekadar vaksin dengan menggunakan asuransi yang Anda punya. Jangan lupa, biaya administrasi dan konsultasi dokter tingkat spesialis harus Anda masukan ke dalam anggaran mencari dokter anak yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 11/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Parenting, Tips Parenting 27/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit