Tips Memilih Tas Sekolah yang Sehat untuk Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Meskipun saat ini metode mencari sumber pelajaran kebanyakan menggunakan internet, akan tetapi, untuk belajar di kelas, kebanyakan sekolah masih menerapkan metode konvensional, yaitu meminta murid-murid untuk membawa buku teks, buku catatan, buku pekerjaan sekolah, dan buku pekerjaan rumah. Coba Anda hitung, ada 4 jenis buku untuk satu mata pelajaran, dan per harinya si anak bisa mendapat 3-7 jenis mata pelajaran. Artinya, si anak membawa sekitar 12-28 buku setiap harinya, belum lagi ditambah bekal, botol minum, laptop (kalau diperlukan), tempat tulis, dan barang-barang lain di tas sekolahnya.

Kebayang tidak, seberapa berat tas sekolah si anak setiap harinya?  

Tas sekolah pilihan anak vs pilihan orangtua

Memilih tas sekolah yang tepat bagi orang tua dan anak adalah hal yang menantang. Bagi anak-anak, tas sekolah harus mengikuti trend, cocok dipakai, dan terlihat keren. Memang, mungkin orangtua ingin supaya anaknya bebas mengekspresikan dirinya. Akan tetapi, perlu diingat, tas sekolah bukan hanya sekadar untuk bergaya. Orangtua perlu bercampur tangan dalam menentukan tas sekolah yang akan dipakai oleh anak, supaya selain terlihat keren, tas sekolah tersebut juga nyaman dan aman bagi kesehatan anak Anda.

Perlu diingat bahwa cedera yang bisa diderita anak dari tas sekolah bukan skoliosis. Si kecil bukan terancam terkena skoliosis jika memakai tas sekolah yang terlalu berat. Akan tetapi, ia bisa menderita keseleo, tegang, keretakan di punggung dan bahu, serta memar. Anak-anak sangat rentan tekena cedera-cedera tersebut karena masih dalam masa pertumbuhan. Oleh karena itu, orangtua sangat perlu membimbing anak untuk memilih tas sekolah yang paling tepat. Berikut adalah tips-tips yang dapat Anda terapkan untuk memilih tas sekolah anak Anda.

Tips memilih tas sekolah untuk anak yang baik untuk pertumbuhan tubuhnya

Memilih model yang paling tepat

Berikut adalah model tas sekolah yang ideal untuk kesehatan anak:

  • Pastikan tas tersebut memiliki selempang yang empuk. Lebih baik si anak menggunakan ransel (backpack) dibandingkan dengan menggunakan tas selempang (yang hanya memiliki 1 selempang). Selempang yang keras dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bahu.
  • Pilihlah tas gendong yang belakangnya dilapisi bantalan empuk. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan dan menghindari anak Anda tertusuk barang-barang yang tajam dari dalam tas anak Anda, seperti pulpen, pensil, atau ujung penggaris yang tidak dimasukkan ke dalam tempat pensil, lalu menusuk tas anak Anda.
  • Pilihlah tas yang memiliki banyak bagian di dalamnya. Jangan lupa mengarahkan anak supaya tidak menumpuk semua barang mereka dalam satu bagian tas saja. Hal ini membantu pembagian beban yang dibawa oleh si anak secara merata, bukan berat sebelah di satu bagian saja.
  • Sebagai tambahan, Anda juga boleh memilih tas yang memiliki tali untuk diikat pada pinggang. Hal ini dapat membantu penyebaran beban ke seluruh tubuh si anak.
  • Meskipun anak-anak yang sudah duduk di bangku SMP atau SMA jarang mau menggunakan tas jenis ini, tetapi tas beroda adalah pilihan tepat kalau isi tas sekolah si anak sangat berat

Memilih ukuran tas yang tepat

Untuk mengurangi risiko cedera, sangat penting untuk memilih ukuran tas yang tepat untuk Anak. Menurut Dr. Kathryn Mcleod, dokter anak dan remaja di Georgia Health Sciences System, ukuran maksimal tas sekolah anak adalah 75% dari punggung anak. Atau dalam kata lain, maksimal besar tas sekolah anak sepanjang pinggang sampai bahu.

1. Isi tas sekolah tidak boleh terlalu berat

Para ahli menganjurkan berat tas sekolah anak tidak boleh lebih dari 15% berat anak. Paling ideal sebenarnya 10% dari berat anak. Jadi misalkan anak Anda memiliki berat badan 30 kg, maka berat tas sekolah anak Anda paling ideal 3 kg, atau maksimal 4,5 kg. Tas sekolah yang terlalu berat bagi anak dapat terlihat langsung jika si anak harus sampai membungkuk untuk membawa tas sekolah mereka. Kalau ia memang harus membawa seluruh buku tersebut, anjurkan si anak untuk membawa 1-2 buku yang paling tebal di tangan mereka.

2. Tas sekolah harus dikenakan sesuai aturan

Jika si anak sudah bangun kesiangan dan akan terlambat pergi ke sekolah, biasanya ia buru-buru dengan satu tangan mengangkat tas sekolahnya dan memakainya satu selempang saja pada bahunya. Hal ini tidak baik untuk dilakukan. Ingatkan anak Anda untuk menekuk sedikit lututnya, lalu biarkan kakinya yang menanggung beban saat si anak mengangkat tas dari meja. Angkat tas dengan kedua tangan untuk mengecek seberapa berat tas sekolahnya, lalu langsung diselempangkan pada pundak secara bersamaan. Langkah-langkah tersebut dapat mengurangi risiko cedera.

Sangat penting untuk menyelempangkan kedua selempang daripada hanya satu saja. Jika hanya diselempangkan pada satu bahu saja, hal tersebut dapat menyebabkan beban hanya ditanggung oleh satu bagian tubuh, dan dapat menyebabkan otot sakit pada leher, pundak, dan punggung. Pastikan juga selempang ini tidak terlalu ketat tapi juga tidak terlalu kendur.

Letakkan buku yang paling berat paling dekat dengan punggung si anak. Sebab, benda terberat membutuhkan tanggungan dari tubuh yang paling banyak.

Jika dikenakan sesuai dengan aturan, tas sekolah anak dapat ditanggung dengan baik oleh tubuh anak Anda tanpa berisiko mencederai anak Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

    Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

    Menghabiskan waktu di rumah selama pandemi cenderung membuat orang jadi pasif. Padahal, kurang gerak merupakan salah satu penyebab keropos tulang.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Osteoporosis, Health Centers 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab stunting

    Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

    5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit