Metode Belajar Apa yang Terbaik Buat Anak Anda: Visual, Auditori, atau Kinestetik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Belajar adalah salah satu aspek hidup yang harus dilakukan anak agar bisa bertumbuh kembang dengan baik. Meski begitu, setiap anak punya gaya belajar sendiri-sendiri sesuai minat dan kepribadiannya. Ada yang bisa belajar lebih fokus dengan mendengarkan, membaca, menonton atau membayangkan, hingga mempraktikkannya langsung. Ada pula anak yang baru bisa belajar sembari menggoyang-goyangkan kaki atau bolak-balik jalan ke sana kemari. Metode pembelajaran setiap anak bisa berbeda-beda.

Oleh karena itu, jangan langsung menganggap si kecil malas atau kurang cerdas jika ia tampak ogah-ogahan belajar. Mungkin anak seperti itu karena metode pembelajaran selama ini kurang cocok buat dirinya.

Cari tahu metode pembelajaran yang cocok untuk anak

Penting bagi para orangtua untuk mengetahui metode pembelajaran yang disukai anak. Pasalnya, hal tersebut dapat membantu mereka belajar lebih efektif sekaligus mengoptimalkan kecerdasannya kelak.

Bahkan dalam kasus tertentu, mengetahui gaya belajar anak juga bisa membantu menghilangkan label buruk pada anak-anak yang memiliki gangguan perilaku, seperti ADHD dan masalah belajar (learning disability).

Secara umum, metode pembelajaran anak dibagi menjadi tiga, yaitu:

Auditori (pendengaran)

membantu belajar anak disleksia

Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya menyerap informasi secara optimal dengan cara mendengar. Metode pembelajaran ini berkaitan dengan proses belajar yang melibatkan hafalan, memahami isi bacaan, serta hitungan yang dikemas dalam soal cerita.

Beberapa tanda kalau gaya belajar anak Anda auditori adalah:

  • Anak sangat cepat mengingat kata-kata dari cerita dan lagu.
  • Anak mampu mengulangi frasa dan komentar yang tidak sengaja ia dengar.
  • Anak senang mendengarkan musik sambil bersenandung atau bernyanyi.
  • Anak senang apabila diajak diskusi atau diminta untuk berbicara dan menjelaskan tentang suatu hal
  • Anak senang bekerja dalam kelompok.
  • Anak berbicara dengan suara keras kepada dirinya sendiri ketika mereka belajar lalu menulis ulang setiap kalimatnya agar ingat.
  • Anak senang bercerita tentang hal apapun yang ia alami.
  • Anak senang jika dibacakan dongeng atau cerita lainnya.
  • Anak lebih suka mendengarkan penjelasan secara langsung dibanding harus membaca instruksi tertulis.

Catatan: Anak dengan metode pembelajaran seperti ini seringkali sulit diajak kontak mata dengan Anda. Ketika Anda mengajaknya berbicara, mereka akan sibuk dengan dunianya sendiri dan nampak tidak memerhatikan Anda.

Namun, jangan sekali-kali Anda meremehkan kemampuan mendengarnya. Di balik sikapnya yang seolah tidak peduli, ia sebenarnya mencerna semua informasi yang Anda lontarkan.

Anda bisa memberikan pertanyaan seperti, “Sudah paham, belum?” atau sekadar “Gimana, Ibu bacanya kecepetan atau justru lambat? Ada yang kurang dimengerti?” untuk memastikan kalau si kecil memang mendengarkan apa yang Anda sampaikan kepadanya.

Visual (penglihatan)

anak main gadget

Seperti namanya, anak-anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya menyerap informasi dari melihat simbol. Agar proses belajar mereka berjalan dengan optimal, anak dengan gaya belajar ini biasanya harus melihat, lalu memvisualisasikan, dan kemudian baru mengilustrasikan keterampilan dan konsep pengetahuan yang berhasil mereka serap.

Secara umum, beberapa tanda kalau metode pembelajaran anak Anda visual adalah:

  • Anak lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara melihat foto, ilustrasi, dan acara televisi atau video.
  • Anak senang mencoret-coret saat mendengarkan informasi yang dianggapnya penting.
  • Anak cepat mengenali bentuk, warna, dan huruf.
  • Anak tidak merasa terganggu ketika suasana di sekitarnya ramai atau bising.
  • Anak lebih senang bercerita lewat gambar dibanding harus berbicara secara langsung.
  • Anak lebih tertarik pada seni gambar, lukis, dan pahat ketimbang musik.
  • Anak kesulitan jika harus menyampaikan informasi secara verbal kepada orang lain.

Catatan. Jika anak Anda mengarah pada gaya belajar yang satu ini, maka cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberinya banyak buku bergambar.

Anda juga bisa menunjukkan padanya acara televisi dan video yang mendidik. Selain itu, peragakanlah di depannya ketika Anda ingin menunjukkan atau mengajarinya sesuatu hal yang baru.

Kinestetik (gerakan)

pendidikan montessori

Anak dengan gaya belajar kinestetik sangat senang bergerak ketika sedang belajar. Tak heran jika pembelajaran satu ini melibatkan gerakan, seperti menari, bermain peran, olahraga, memainkan alat musik, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa tanda jika anak Anda memiliki gaya belajar kinestetik:

  • Anak sering berperan menjadi karakter dari buku cerita favoritnya dan menirukan gerakan dari cerita tersebut.
  • Anak lebih banyak menggunakan bahasa tubuh untuk menjelaskan sesuatu.
  • Anak lebih senang pada kegiatan atau permainan yang lebih banyak melibatkan gerakan atau aktivitas fisik.
  • Anak senang bergerak ke sana kemari ketika berbicara, mendengar, dan menghafal.
  • Anak senang menyentuh suatu benda untuk mempelajarinya secara langsung.
  • Anak tertarik pada objek dengan bentuk dan tekstur yang menarik, serta sangat senang sekali bermain balok.
  • Anak dapat mengingat siapa yang melakukan apa, bukan siapa yang mengatakan apa.
  • Anak senang menyentuh benda, membuat benda, atau menyusun puzzle untuk mengatahui cara kerjanya.
  • Ketika berbicara, tangannya refleks bergerak seperti ikut bercerita.

Catatan. Anak yang memiliki gaya belajar seperti ini cenderung tidak bisa diam dan banyak tingkahnya. Meski begitu, jangan langsung menuduh kalau anak Anda mengalami ADHD.

Dalam banyak kasus, anak dengan gaya belajar seperti ini tidak cocok jika sekolah dengan metode kurikulum konvesional, yaitu yang mengharuskan anak murid untuk duduk selama jam pelajaran berlangsung tentu tidak cocok untuknya. Sekolah dengan sistem active learning, bisa jadi pilihan terbaik untuknya.

Active learning sendiri merupakan suatu metode pembelajaran yang memfokuskan agar peserta didik belajar secara aktif dan mandiri.  Jadi, anak Anda bukan lagi subjek pasif yang hanya mendengarkan guru mengajar di depan kelas. Sistem pembelajaran ini juga secara tidak langsung membuat perhatian siswa tertuju pada proses belajar.

Lantas, metode pembelajaran mana yang paling baik?

Pada dasarnya semua metode pembelajaran yang sudah disebutkan di atas sama baik. Setiap anak adalah individu yang berbeda. Maka, kita tidak bisa menyamaratakan satu gaya belajar saja untuk diterapkan pada semua anak.

Oleh karena itu, apapun gaya belajar yang disukainya dan asalkan hal tersebut positif maka dukunglah. Ingat, dengan mengetahui gaya belajar yang disukai anak, Anda secara tidak langsung sudah membantu memudahkan proses belajarnya.

Jadi, mulai hari ini jangan paksa anak Anda untuk mengikuti satu metode belajar saja. Biarkan anak Anda belajar dengan cara yang memang disukainya. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca