Cara Mengatasi Gangguan Makan Pada Remaja

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020
Bagikan sekarang

Orangtua perlu mencari cara mengatasi gangguan makan pada remaja. Terkadang keinginan untuk memiliki tubuh sempurna membuat mereka menempuh cara yang justru merugikan kesehatan. Mulai dari diet terlalu ketat, sampai memuntahkan makanan. 

Tak hanya secara psikis, tetapi fisik remaja pun ikut terpengaruh untuk mencapai bentuk tubuh impiannya. Ada beberapa cara yang bisa orangtua dan sekolah tempuh untuk merangkul remaja yang memiliki gangguan makan.

Mengulik sebab gangguan makan pada remaja

Mengatasi gangguan makan pada remaja merupakan salah satu tugas orangtua dan sekolah. Acap kali masalah ini bersekat karena ada beberapa gangguan makan yang tidak diperhatikan. Padahal, hal ini memiliki dampak buruk untuk kesehatan, emosi, serta kemampuannya memandang aspek penting dalam kehidupan.

Salah satu gangguan makan umum yang terjadi pada remaja antara lain anoreksi nervosa, bulimia nervosa, maupun gangguan binge eating. Sebetulnya, gangguan makan belum diketahui penyebab pastinya. Namun ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pola makan remaja, antara lain:

1. Tekanan sosial

Lingkungan memengaruhi cara pandang remaja terhadap tubuh sempurna atau biasa disebut body goals. Media sosial maupun paparan iklan selama ini menggambarkan tubuh sempurna itu kurus, berkulit putih, yang akhirnya berdampak pada psikologis remaja, hingga memengaruhi pola makannya.

2. Aktivitas yang diidamkan

Menjadi seorang model atau figur publik dituntut untuk memperhatikan penampilan, terutama berat badan. Tuntutan ini juga bisa meningkatkan risiko gangguan makan. Jika melihat anak remaja begitu membatasi asupan makanannya, orangtua perlu mengatasi gangguan makan mereka.

3. Faktor personal

Disebutkan dalam Mayo Clinic, bahwa faktor genetik dan biologis memungkinkan remaja mengalami gangguan makan. Remaja yang memiliki sifat perfeksionis, kecemasan, serta yang cenderung rapuh bisa terjebak dalam masalah gangguan makan.

Mungkin saja tak semua orangtua mengetahui ciri-ciri anaknya yang mengalami gangguan ini. Setiap anak memiliki pola makan dan tanda gangguan makan yang berbeda. Oleh karenanya, penting mengambil langkah untuk mengatasi gangguan makan pada remaja.

Tak semua anak terbuka apa yang sering dipikirkannya dan membuatnya stres, sehingga memutuskan untuk mengatur pola makannya sendiri demi mencapai tubuh yang ideal. Padahal, secara tak sadar, apa yang dilakukannya bisa membahayakan kesehatan.

Berikut tanda-tanda yang wajib orangtua ketahui:

  • Melewati jam makan, beralasan untuk tidak makan atau makan diam-diam
  • Perhatian yang berlebihan terhadap menu makanan
  • Merasa cemas akan berat badannya
  • Penyalahgunaan laksatif
  • Olahraga berlebihan
  • Konsumsi banyak makanan atau snack
  • Depresi dan merasa bersalah atas kebiasaan makannya

Maka itu, segera ambil langkah pendekatan dalam mengatasi gangguan makan pada remaja.

Mengatasi gangguan makan pada remaja

Bila Anda menemui beberapa tanda-tanda di atas pada anak remaja, cobalah komunikasikan langsung secara baik-baik. Tanyakan apakah ada hal yang mengganggu pikirannya selama ini. Adakah yang membuatnya gelisah mengenai postur tubuhnya sendiri.

Untuk mengatasi gangguan makan pada remaja, cobalah berdiskusi dan angkatlah poin-poin berikut ini.

1. Mendorong kebiasaan makan sehat

Mungkin saja remaja memiliki idola tertentu sebagai patokan body goals. Dukung ia dengan memberikan informasi untuk menjalani diet sehat. Cara ini dilakukan agar kebutuhan nutrisinya juga seimbang, serta meningkatkan energi dan juga pernampilannya.

Beri tahu juga kepadanya, tidak ada salahnya untuk makan di saat lapar. Mendorong kebiasaan makan sehat menjadi upaya mengatasi gangguan makan pada remaja.

2. Diskusi soal pesan media

Remaja cenderung menyerap informasi bahwa tubuh yang ideal adalah apa yang terlihat di program televisi, media sosial, ataupun film. Padahal belum tentu.

Arahkan diskusi bahwa apa yang dilakukannya bisa menjadi tanda gangguan makan pada remaja yang dapat memperburuk masalah kesehatannya.

Biarkan anak Anda berpikir bahwa apa yang dilakukannya bukanlah hal yang baik untuk tubuhnya. Masih ada cara sehat untuk memperoleh tubuh ideal.

3. Memberikan gambaran soal body image

Berilah keyakinan pada remaja bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Setiap individu memiliki caranya masing-masing untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Ingatkan dirinya bahwa panggilan lelucon yang mengarah pada karakteristik fisik bisa memicu pikiran negatif pada body image mereka dan dirinya sendiri. Bagaimanapun kesehatan merupakan hal utama, dibandingkan body image yang ideal.

4. Tingkatkan kepercayaan dirinya

Untuk mengatasi gangguan makan pada remaja, cobalah tingkatkan kepercayaan dirinya. Hargai dan tetap berikan dukungan atas hal yang telah dicapainya.

Dengarkan apa keinginannya dalam waktu dekat. Ingatkan kepada dia, bahwa Anda menyayanginya tanpa syarat, tidak berdasarkan bentuk tubuh ataupun berat badannya.

5. Beri tahu bahaya dari diet tidak sehat dan emotional eating

Remaja dengan gangguan makan biasanya menjalani diet yang tidak sehat. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kesehatannya. Untuk itu, beri tahu kepada anak Anda mengenai kemungkinan buruk apa saja yang terjadi jika ia terus menjalani gaya hidup demikian.

Bagaimanapun, remaja masih dalam tahap masa pertumbuhan. Ajak ia untuk memahami emosinya saat makan dan bagaimana cara mengontrolnya. Berikan juga tips diet sehat bila ia masih ingin mencapai body goals-nya.

Jika cara di atas tak berhasil….

Cara di atas merupakan upaya preventif agar para remaja termotivasi menjalani gaya hidup sehat, serta bisa memandang gambaran diri secara positif.

Jika cara tersebut masih belum mengubah pola pikirnya, cobalah libatkan dokter, ahli diet, ataupun terapis.

Mereka akan membantu gangguan makan pada remaja, Mungkin saja dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi binge eating, kecemasan, ataupun depresi yang dialami. Pengobatan dan perawatan ini tergantung dari kondisi masing-masing indvidu. 

Maka itu, orangtua perlu tetap mengawasi dan mendekatkan diri pada anak remajanya. Dengan begitu, gangguan makan pada remaja masih dapat diatasi sebelum terlambat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda-tanda Anda Punya Citra Tubuh yang Negatif (Bukan Sekadar Tidak Pede)

Ada orang yang tidak pede dengan penampilannya, tapi ada juga yang sampai punya citra tubuh negatif. Apa perbedaan dan tanda-tandanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Sering Mengeluh Gendut, Padahal Berat Badan Sudah Ideal? Hati-hati Gejala Gangguan Mental

Kita pasti pernah merasa tidak puas dengan penampilan tubuh kita. Tapi awas, obsesi yang berlebihan mungkin tanda body dysmorphic disorder. Apa itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Otot Terlihat Kecil Saat Bercermin di Gym? Mungkin Ini Penyebabnya

Salah-salah, rajin nge-gym malah bisa bikin otot tampak semakin mengecil saat Anda bercermin. Lho, kok bisa? Apa ini normal?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

Somatoparaphrenia, Sindrom Tak Mengakui Anggota Tubuh Sendiri

Penderita gangguan jiwa ini biasanya merasa yakin bahwa salah satu bagian tubuhnya sebenarnya adalah milik orang lain.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina

Direkomendasikan untuk Anda

peran orangtua body image

Pentingnya Peran Orangtua untuk Membangun Body Image Positif Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
salah paham body positivity

4 Hal yang Sering Salah Dipahami dari Body Positivity

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020

Mulai Mencintai Diri Sendiri dengan Prinsip Body Positivity

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020
body positivity tidak membantu

Menjalankan Body Positivity Itu Ternyata Tidak Mudah

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020