5 Cara Cerdik Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak akan belajar segala hal pertama kalinya dari orangtua. Salah satu hal yang harus diajarkan sejak dini adalah masalah keuangan. Tak hanya mengenalkan uang pada anak, Anda juga perlu mengajarkan anak tentang bagaimana mengatur uang dengan baik, dari mana uang berasal dan untuk menghemat uang tersebut.

Berikut beberapa cara mengajarkan anak mengatur dan mengelola keuangan sejak dini.

Tips mengajarkan anak mengatur keuangan

1. Beri tahu dari mana uang berasal

anak perempuan kasih sayang ayah

Tanyalah pada anak Anda dari mana uang berasal, mungkin ia akan menjawab dari bank, ayah dan ibu, presiden, atau orang kaya.

Anak belum mengerti sepenuhnya bahwa keluarga Anda membeli atau mendapatkan sesuatu dengan bekerja. Maka itu, Anda bisa memberi tahu si kecil ada banyak pekerjaan yang dapat menghasilkan uang. Tekankan padanya bahwa ia tidak bisa mendapatkan uang dengan cuma-cuma tanpa bekerja.

Sebagai orangtua, Anda bisa melatihnya mengenal ‘pekerjaan’ dan menghasilkan uang dengan cara memintanya untuk membantu pekerjaan rumah yang ringan. Misalnya, membantu Anda membuat kue atau cokelat dan kemudian menjualnya.

Dengan begitu, si kecil akan mengerti dari mana uang berasal dan harus melakukan suatu pekerjaan dulu jika ingin mendapatkannya.

2. Buat permainan jual beli

mengenalkan uang pada anak

Ajak anak bermain jual beli seperti dalam sebuah toko atau pasar. Tempelkan label harga pada barang-barang rumah tangga, berikan si kecil uang belanja, dan berpura-pura belanja di toko rekayasa ini.

Anak Anda dapat membuat daftar hal-hal yang ingin dibeli dengan uang yang ia miliki. Memilih barang-barang yang dijual dan menghitung jumlah belanjanya.

Untuk melatih keterampilan berhitungnya, beri ia kesempatan untuk menjadi kasir. Saat ia sudah mulai cerdas dalam hal mengatur pengeluaran, Anda bisa memberikan kesempatan pada si kecil untuk belanja di toko yang sebenarnya.

3. Buatkan tabungan khusus

Menyisihkan uang untuk keperluan anak adalah keharusan. Uang yang Anda sisihkan untuk anak Anda bisa dibuat menjadi tabungan untuk anak Anda.

Saat tabungan untuk anak Anda sudah mulai terkumpul, Anda bisa mengajak si kecil ke bank. Beri tahu padanya jumlah tabungannya saat ini, tanyakan apakah ia ingin mengambil seluruhnya atau disimpan sebagian untuk keperluannya saat dewasa nanti.

Berikan alasan mengapa ia perlu menyimpan tabungannya, atau perlu diambil.

4. Biasakan si kecil untuk menyisihkan uangnya

mengajarkan anak menabung

Nah, langkah berikutnya adalah membiasakan si kecil menabung. Anda bisa mulai dengan cara memberikannya celengan lucu dan meminta si kecil untuk menyisihkan uang jajannya.

Ingatkan si kecil setiap hari untuk menabung di celengannya tersebut. Bila sudah penuh atau banyak, Anda bisa memberikan si kecil reward atau hadiah karena ia sudah mampu menabung.

Anda bisa membelikan barang kesukaannya yang tentu bermanfaat dari tabungan yang telah terkumpul itu. Dengan begitu, si kecil akan mendapatkan manfaat menabung sejak kecil.

5. Kenalkan mana yang disebut kebutuhan dan keinginan

cara mendisiplinkan anak

Anak Anda mungkin sering minta belikan mainan atau sepeda baru, atau hal-hal lain yang diinginkan. Kenalkan padanya mana yang disebut kebutuhan yang harus dibeli dan mana yang merupakan keinginan.

Anda dapat mengatakan kepadanya bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Jelaskan juga bahwa keinginan adalah sesuatu yang ingin ia miliki.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Mengajarkan Sopan Santun di Tempat Umum Kepada Anak

Mengajarkan sopan santun di tempat umum merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung perkembangan emosional anak. Lantas, bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting 9 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Trik yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Enggan Mendengarkan Orangtua

Ortu mana yang tidak jengkel saat anak enggan mematuhi perintah. Sebelum tarik urat, yuk cari tahu cara mengatasi anak yang tidak mau mendengarkan orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengajarkan Kerendahan Hati Pada Anak

Penting bagi setiap orangtua menanamkan kerendahan hati pada anak. Namun, tidak mudah mengajarkan kerendahan hati pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Parenting, Tips Parenting 29 November 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Tips Cerdas Mendidik Anak Supaya Mandiri dan Berani Sejak Kecil

Si kecil selalu malu ketika diajak berkenalan dengan orang lain atau maunya selalu ditemani Anda ketika harus melakukan sesuatu yang baru?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 28 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
anak menjaga kebersihan lingkungan

4 Cara Mengajarkan Anak Menjaga Kebersihan Lingkungan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11 April 2020 . Waktu baca 4 menit
anak merapikan mainan

7 Tips Mengajarkan Anak Agar Rajin Merapikan Mainan Sendiri

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit
anak mandiri

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit