Kenapa Anak Laki-Laki Biasanya Lebih Dekat ke Ibu dan Anak Perempuan ke Ayah?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Sejak dilahirkan, entah itu anak laki-laki dan perempuan akan lebih dekat pada ibunya. Hal ini dikarenakan segala kebutuhan hidupnya tentu bergantung pada ibu. Mulai dari pemenuhan ASI, makan, mandi, mengganti baju, dan sebagainya. Akan tetapi, semakin bertambahnya usia, perbedaan kedekatan pada anak laki-laki dan perempuan pada salah satu orangtuanya terlihat lebih menonjol.

Hal ini menimbulkan stigma di masyarakat bahwa anak laki-laki cenderung lebih dekat dengan ibu, sementara anak perempuan lebih dekat dengan ayahnya. Kondisi ini seperti mengartikan bahwa kedekatan anak pada orangtuanya mungkin didasari oleh persilangan gender. Benarkah demikian? 

Kenapa banyak anak laki-laki yang lebih dekat dengan ibunya?

1. Lebih suka dimanja dan diperhatikan

Setiap anak memang akan mencari dukungan dan kenyamanan dari orangtua. Namun, setiap kali anak laki-laki menangis atau melakukan kesalahan, mereka akan memilih untuk lari ke ibunya untuk mencari perlindungan. Ini dikarenakan sosok ibu cenderung lebih menenangkan dan memanjakan, bukan menghakimi kesalahan anak.

Anak laki-laki cenderung takut atau segan mendekati sosok ayah, yang kebanyakan punya ekspektasi kurang realistis yaitu anak laki-laki harus kuat. Padahal, terlepas dari jenis kelaminnya, baik anak perempuan maupun laki-laki sama-sama membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang sama. 

2. Kedekatan anak laki-laki dengan ibu baik untuk kecerdasan emosionalnya

Anak-anak yang lebih dekat dengan ibu memang sering dicap sebagai “anak mama” yang penuh dengan stigma manja. Namun, mereka justru memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik. Dilansir dari Huffington Post, anak-anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya cenderung tidak terlibat dalam geng di sekolah, penyalahgunaan narkoba, atau melakukan seks bebas di bawah umur. Jika terlibat dengan masalah dengan temannya, mereka tidak akan memilih berkelahi dengan kekerasan, tapi  memilih untuk berkomunikasi secara baik-baik.

Itulah sebabnya anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya cenderung memiliki banyak teman di sekolah dan terhindar dari risiko depresi dan kecemasan. Pasalnya, mereka terlatih lebih mampu memahami perasaan orang lain, mudah untuk menjaga diri sendiri, dan lebih mudah mengendalikan emosinya. Hingga ia dewasa nanti, anak laki-laki akan terbiasa untuk menghormati wanita karena hubungannya yang erat dengan ibunya.

Kenapa banyak anak perempuan yang lebih dekat dengan ayahnya?

1. Mencari sosok yang tegas agar merasa terlindungi

Bukan berarti ibu tidak bisa melindungi, akan tetapi anak perempuan merasa lebih aman dan nyaman dalam pelukan ayah. Ini sebabnya anak perempuan akan belajar soal ketangguhan dan ketegasan dari sosok ayah ketimbang ibu.

Hal ini juga dapat terjadi ketika ibu terlalu memusatkan perhatian pada adik laki-lakinya, terlebih jika adiknya baru lahir. Anak perempuan juga bisa merasa cemburu saat perhatian orangtuanya lebih tertuju pada saudara kandungnya. Karena itulah, anak perempuan akan mencari sosok ayah yang lebih tersedia untuknya.

2. Lebih merespon anak perempuan ketimbang anak laki-laki

Menurut Jennifer Mascaro, seorang peneliti dari Emory University, sosok ayah cenderung lebih merespon anak perempuan ketimbang anak laki-lakinya. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan pada 52 ayah dari 30 anak perempuan dan 22 anak laki-laki di Atlanta, Amerika Serikat.

Penelitian ini menggunakan alat perekam perilaku berupa Electronically Activated Recorder (EAR) untuk melihat bagaimana respon otak ayah terhadap foto anak-anak mereka dengan ekspresi bahagia, sedih, atau netral.

Tak disangka, respon otak ayah terhadap anak perempuan menunjukkan hasil signifikan saat melihat wajah bahagia putrinya dibanding anak laki-lakinya. Bahkan ketika kedua anak menangis pun, otak ayah lebih cepat merespon anak perempuannya ketimbang anak laki-laki.

Itulah sebabnya anak perempuan akan langsung berlari pada ayahnya saat memiliki keinginan tertentu. Contohnya saat anak perempuan minta dibelikan mainan. Ibu biasanya akan tegas menolak bila anak perempuannya merengek. Sedangkan ayah biasanya akan langsung menyetujui setiap keinginan anak perempuannya. Maka tidak heran bila anak perempuan lebih bergantung pada ayahnya ketimbang ibunya.

Namun, kedua orangtua tetap harus mendidik anak-anak mereka tanpa membedakan gender

Meskipun anak laki-laki memang cenderung dekat dengan ibu dan anak perempuan ke ayah, ini bukan berarti orangtua hanya terfokus pada satu anak saja yang lebih dekat dengan mereka. Pasalnya, pola asuh orangtua yang buruk dapat menimbulkan masalah pada anak, khususnya pada anak laki-laki.

Jika anak laki-laki kurang mendapatkan perhatian dari orangtua, maka hal ini akan memengaruhi perubahan perilaku anak. Anak akan berkembang menjadi sosok yang agresif dan cenderung memberontak. Karena itulah, baik anak laki-laki maupun perempuan tetap membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. 

Perlu dicatat, setiap anak itu berbeda-beda sehingga pendekatan orangtua pun harus selalu menyesuaikan kebutuhan anak. Kakak dan adik kandung sekalipun bisa saja memiliki sifat dan watak yang berbeda. Jadi orangtua harus peka melihat seperti apa pola asuh yang terbaik bagi masing-masing anak.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca