Si Kecil Tidak Doyan Daging? Ini Kiat Cerdas Menyiasatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain takut si kecil kekurangan energi, pastinya orang tua juga khawatir jika kebutuhan nutrisinya tak terpenuhi jika si kecil sedang susah makan. Salah satu bahan makanan yang kaya akan zat gizi tapi tak disukai anak-anak adalah daging. Padahal, Anak yang tidak suka makan daging berisiko kekurangan gizi seperti protein, zat besi, dan vitamin B proses tumbuh kembang anak pun bisa terhambat. Untungnya banyak cara yang bisa dilakukan agar anak suka makan daging.

Cobalah beberapa kiat cerdas berikut ini, dijamin si kecil tak lagi menolak untuk mengonsumsi daging.

Trik agar anak mau makan daging

Biasanya anak tak suka makan daging karena teksturnya yang cenderung keras. Namun, Anda tak perlu pusing lagi

1. Selalu mendorong anak untuk makan daging

agar anak mau makan ikan

Jika anak tidak suka memakan daging karena rasanya, jangan coba membiarkan tanpa pernah membuatnya mencoba. Pakar nutrisi Judy More menyarankan setiap mengonsumsi daging Anda bisa menawarkannya pada anak untuk menyicip beberapa potongan kecil.

Dengan begitu, si kecil perlahan-lahan akan mengenali rasanya. Semakin sering ia mencoba, maka semakin besar kemungkinan ia akan suka makan daging.

2. Buat kreasi menu daging

Jika ternyata cara membiasakan anak mengenali rasa daging juga tak kunjung membuatnya doyan makan daging, maka sebaiknya Anda mencoba menyajikan daging menjadi resep makanan lain

Anda bisa mengombinasikan daging dengan beberapa jenis makanan lainnya, terutama makanan yang menjadi favorit si kecil. Cobalah untuk menyajikan makanan tersebut dengan lebih atraktif sehingga bisa menarik perhatian si kecil.

Meski begitu, tetap sajikan daging dalam porsi yang tepat karena porsi daging yang berlebih berisiko menimbulkan obesitas pada anak. Porsi daging yang ideal untuk anak-anak menurut Elisa Zied dari Academy of Nutrition and Dietetics adalah 28,3 gram untuk satu kali makan.

3. Sajikan daging dalam tekstur yang lebih halus

Penyebab anak menolak makan daging belum tentu disebabkan karena memang tak suka makan daging. Si kecil mungkin kesulitan untuk mengunyah makanan yang keras dan tebal karena pertumbuhan gigi yang belum sempurna. Biasanya hal ini terjadi pada anak yang masih berusia di bawah 32 bulan, anak kerap memuntahkan daging kembali setelah mereka mencoba mengunyahnya.

Untuk membantu anak yang kesulitan mengunyah daging, Anda bisa mengolah daging ke dalam potongan kecil, sebesar biji-bijian, sehingga teksturnya lebih halus.

Anda juga bisa merebus daging lebih lama agar empuk dan bisa dimakan si kecil. Hindari menggoreng terlalu matang sehingga teksturnya berubah mengeras, akan tetap sulit dikonsumsi meskipun sudah dipotong menjadi bagian kecil.

4. Berikan menu daging lebih sering 

Menurut Debby Demory-Luce, ahli nutisi dari Baby Center, anak-anak yang berusia 1-3 tahun membutuhkan 13 gram protein per harinya. Daging memang dapat memenuhi asupan protein tersebut, namun daging bukanlah satu-satunya sumber protein utama.

Terdapat jenis lauk-pauk lainnya yang dapat dijadikan alternatif karena juga mengandung protein, zat besi, dan vitamin B. Dokter anak, Jennifer Shu menyarankan untuk tetap memperoleh protein si kecil bisa memperbanyak konsumsi ikan, telur, dan susu. Sementara kacang-kacangan bisa dijadikan sumber zat besi pengganti daging.

Selain itu, More turut menambahkan agar tubuh anak semakin mudah menyerap lebih banyak zat besi,  Anda bisa memberikan makanan yang kaya akan vitamin C, seperti buah-buahan dan sayur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bikin Sesi Bercinta Makin Nikmat Dengan Makan 5 Makanan Ini Sebelum Memulainya

Faktanya ahli menyatakan ada beberape persiapan sebelum bercinta yang perlu Anda lakukan, salah satunya dari segi makanan. Berikut ulasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/08/2018 . Waktu baca 5 menit

Orang yang Punya Alergi Daging Merah Berisiko Kena Penyakit Jantung. Kenapa Bisa?

Penelitian melaporkan adanya peningkatan risiko penyakit jantung pada orang yang punya alergi daging sapi, babi, dan kambing. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Alergi & Penyakit Autoimun, Alergi, Health Centers 29/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Idealnya Harus Simpan Daging di Kulkas?

Jika tidak mau langsung diolah, Anda boleh menyimpan daging di kulkas atau freezer. Psstt.. Lama waktu simpan daging sapi dan ayam segar berbeda, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29/07/2018 . Waktu baca 5 menit

Sakit Perut Setelah Makan Daging? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Sakit perut bisa terjadi akibat dipicu oleh makanan, misalnya daging. Mengapa ada orang yang sakit perut setelah makan daging? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 17/07/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan darat dan laut

Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/11/2019 . Waktu baca 4 menit
makan daging dalam seminggu

Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2019 . Waktu baca 3 menit
dada ayam dan sapi

Dada Ayam Vs Daging Sapi, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2019 . Waktu baca 4 menit
daging untuk anak

Berapa Banyak Porsi Daging yang Aman Dikonsumsi Anak Dalam Sehari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26/09/2018 . Waktu baca 4 menit