Si Kecil Tidak Doyan Daging? Ini Kiat Cerdas Menyiasatinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Selain takut si kecil kekurangan energi, pastinya orang tua juga khawatir jika kebutuhan nutrisinya tak terpenuhi jika si kecil sedang susah makan. Salah satu bahan makanan yang kaya akan zat gizi tapi tak disukai anak-anak adalah daging. Padahal, Anak yang tidak suka makan daging berisiko kekurangan gizi seperti protein, zat besi, dan vitamin B proses tumbuh kembang anak pun bisa terhambat. Untungnya banyak cara yang bisa dilakukan agar anak suka makan daging.

Cobalah beberapa kiat cerdas berikut ini, dijamin si kecil tak lagi menolak untuk mengonsumsi daging.

Trik agar anak mau makan daging

Biasanya anak tak suka makan daging karena teksturnya yang cenderung keras. Namun, Anda tak perlu pusing lagi

1. Selalu mendorong anak untuk makan daging

agar anak mau makan ikan

Jika anak tidak suka memakan daging karena rasanya, jangan coba membiarkan tanpa pernah membuatnya mencoba. Pakar nutrisi Judy More menyarankan setiap mengonsumsi daging Anda bisa menawarkannya pada anak untuk menyicip beberapa potongan kecil.

Dengan begitu, si kecil perlahan-lahan akan mengenali rasanya. Semakin sering ia mencoba, maka semakin besar kemungkinan ia akan suka makan daging.

2. Buat kreasi menu daging

Jika ternyata cara membiasakan anak mengenali rasa daging juga tak kunjung membuatnya doyan makan daging, maka sebaiknya Anda mencoba menyajikan daging menjadi resep makanan lain

Anda bisa mengombinasikan daging dengan beberapa jenis makanan lainnya, terutama makanan yang menjadi favorit si kecil. Cobalah untuk menyajikan makanan tersebut dengan lebih atraktif sehingga bisa menarik perhatian si kecil.

Meski begitu, tetap sajikan daging dalam porsi yang tepat karena porsi daging yang berlebih berisiko menimbulkan obesitas pada anak. Porsi daging yang ideal untuk anak-anak menurut Elisa Zied dari Academy of Nutrition and Dietetics adalah 28,3 gram untuk satu kali makan.

3. Sajikan daging dalam tekstur yang lebih halus

Penyebab anak menolak makan daging belum tentu disebabkan karena memang tak suka makan daging. Si kecil mungkin kesulitan untuk mengunyah makanan yang keras dan tebal karena pertumbuhan gigi yang belum sempurna. Biasanya hal ini terjadi pada anak yang masih berusia di bawah 32 bulan, anak kerap memuntahkan daging kembali setelah mereka mencoba mengunyahnya.

Untuk membantu anak yang kesulitan mengunyah daging, Anda bisa mengolah daging ke dalam potongan kecil, sebesar biji-bijian, sehingga teksturnya lebih halus.

Anda juga bisa merebus daging lebih lama agar empuk dan bisa dimakan si kecil. Hindari menggoreng terlalu matang sehingga teksturnya berubah mengeras, akan tetap sulit dikonsumsi meskipun sudah dipotong menjadi bagian kecil.

4. Berikan menu daging lebih sering 

Menurut Debby Demory-Luce, ahli nutisi dari Baby Center, anak-anak yang berusia 1-3 tahun membutuhkan 13 gram protein per harinya. Daging memang dapat memenuhi asupan protein tersebut, namun daging bukanlah satu-satunya sumber protein utama.

Terdapat jenis lauk-pauk lainnya yang dapat dijadikan alternatif karena juga mengandung protein, zat besi, dan vitamin B. Dokter anak, Jennifer Shu menyarankan untuk tetap memperoleh protein si kecil bisa memperbanyak konsumsi ikan, telur, dan susu. Sementara kacang-kacangan bisa dijadikan sumber zat besi pengganti daging.

Selain itu, More turut menambahkan agar tubuh anak semakin mudah menyerap lebih banyak zat besi,  Anda bisa memberikan makanan yang kaya akan vitamin C, seperti buah-buahan dan sayur.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 16, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 16, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca