Biasa Diminum Oleh Orang Dewasa, Bolehkah Anak Minum Minuman Energi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai jenis minuman yang dijual bebas di pasaran. Minuman energi, misalnya, yang mengandung sejumlah kafein. Sesuai dengan namanya, minuman yang satu ini kerap ditujukan untuk membantu menambah pasokan energi tubuh. Itu sebabnya, minuman energi biasanya diminum oleh orang dewasa. Nah, bagaimana kalau minuman energi ini diberikan untuk anak? Boleh atau tidak, ya?

Apa kandungan di dalam minuman energi?

efek minuman energi pada kesehatan

Para orangtua perlu tahu kandungan apa saja yang ada di dalam minuman energi sebelum memberikannya untuk anak. Seperti yang telah dijelaskan di awal, minuman energi adalah jenis minuman yang berguna untuk menambah energi tubuh, bahkan bisa juga ditujukan untuk mencegah rasa kantuk.

Terang saja, ini dikarenakan minuman energi memiliki kandungan utama berupa kafein dan gula di dalamnya. Selain itu, minuman energi juga dilengkapi dengan berbagai komposisi lainnya.

Mulai dari sodium, ekstrak tanaman, bahan herbal contohnya ginseng, asam amino, hingga vitamin. Sebenarnya, tidak semua kandungan di dalam minuman energi tergolong buruk untuk dikonsumsi anak.

Hanya saja, ada beberapa kandungan bahan dalam jumlah cukup banyak yang dapat berefek kurang baik bagi kesehatan. Kandungan tersebut yakni gula dan kafein yang merupakan penyumbang energi utama untuk minuman energi ini.

Apakah minuman energi boleh diberikan untuk anak?

mengonsumsi diet soda baik atau buruk

Melihat komposisi bahan yang ada di dalam minuman energi, mungkin sudah bisa membuat Anda menyimpulkan sendiri boleh atau tidaknya minuman ini diberikan untuk anak.

Melansir dari laman Stanford Children’s Health, sebenarnya jika dalam jumlah yang cukup, tidak masalah bagi anak untuk mengonsumsi kafein.

Dalam hal ini, kafein merupakan salah satu kandungan utama yang ada di dalam minuman energi. Namun, alangkah lebih baiknya untuk tidak mengizinkan anak minum minuman energi.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan kalau kandungan kafein di dalam makanan maupun minuman dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Itulah mengapa minuman energi biasanya diminum oleh orang dewasa, bukan anak-anak.

Lebih lanjutnya, kafein berisiko menimbulkan peningkatan tekanan darah, kecemasan, gugup, detak jantung cepat, hingga gangguan tidur pada anak-anak.

Hal tersebut dijelaskan oleh penelitian yang dimuat dalam Journal of Cilinical Sleep Medicine dan Neuroscience and Biobehavioral Reviews. Sebenarnya anjuran bagi anak untuk tidak mengonsumsi kafein bukan hanya terbatas pada minuman energi.

Kandungan kafein juga ada di dalam beragam jenis minuman lainnya. Ambil contohnya yakni minuman bersoda serta kopi. Dalam hal ini, ada baiknya para orangtua membatasi pemberian kafein, termasuk dalam minuman energi, untuk anak.

Apa akibatnya kalau anak minum minuman energi?

gejala kanker darah pada anak

Sebelumnya sempat dijelaskan bahwa minum minuman berkafein, khususnya yang ada di dalam minuman energi, bisa menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh anak.

Contohnya gangguan tidur, tekanan darah tinggi, detak jantung lebih cepat, kecemasan, dan lain sebagainya. Reaksi ini bisa terjadi dikarenakan kandungan kafein yang bercampur dan bekerja sama dengan aneka bahan-bahan lainnya di dalam minuman energi.

Bahkan jika kebiasaan anak untuk terus minum minuman energi terus dilanjutkan, dapat berisiko menyebabkan masalah yang lebih serius. Misalnya kejang, masalah pada jantung, hingga berakibat fatal.

Dr. Christopher Rausch, direktur Cardiopulmonary Exercise Laboratory  di Children’s Hospital Colorado, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Menurutnya, tidak sedikit anak remaja yang mengeluhkan mengalami detak jantung tidak normal (palpitasi) karena banyak minum minuman energi.

Akan tetapi, keluhan ketidaknyamanan tersebut biasanya berangsur-angsur hilang ketika anak berhenti minum minuman energi. Perlu dipahami bahwa anak dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati saat minum minuman berenergi.

Hal ini karena kondisi kesehatan tertentu menempatkan anak pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami aritmia jantung. Kondisi ini bisa mengakibatkan anak mengalami perubahan detak atau ritme jantung yang tidak normal. Entah terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur.

Selain mempengaruhi kesehatan jantung anak, minuman berenergi juga berdampak pada kenaikan berat badan dan kerusakan gigi akibat kandungan gula yang tinggi di dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Minum Energy Drink Saat Berbuka Puasa?

Beragam produk energy drink mengklaim dapat menjaga ketahanan tubuh saat berpuasa. Sebenarnya, bolehkah Anda minum energy drink untuk buka puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 19/05/2019 . Waktu baca 4 menit

Tak Semua Minuman Baik Diminum Langsung Saat Berbuka, Ini yang Harus Dihindari!

Berbagai jenis minuman hadir untuk memuaskan dahaga Anda saat buka puasa. Eh, tapi ternyata ada minuman yang harus Anda hindari, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hari Raya, Ramadan 13/05/2019 . Waktu baca 4 menit

Minuman Berenergi vs Minuman Olahraga: Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Hanya karena sama-sama bisa menyumbang banyak energi, banyak orang mengira minuman berenergi dan minuman olahraga itu sama. Lantas, apa bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 26/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Jantung Berdebar Kencang Setelah Minum Minuman Berenergi, Normalkah?

Minuman berenergi memang bisa membantu membuat Anda lebih bertenaga. Tapi terkadang juga bikin jantung berdebar-debar alias deg-degan. Apakah ini normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan cairan anak balita

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . Waktu baca 7 menit
oplosan obat batuk dan minuman berenergi

Bahayanya Minum “Miras” Oplosan Obat Batuk dan Energy Drink

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/02/2020 . Waktu baca 3 menit
minuman dihindari saat diet

Awas, 5 Minuman Ini Bisa Bikin Anda Gagal Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/12/2019 . Waktu baca 4 menit
bahaya kopi dan minuman berenergi

Ini Bahayanya Jika Anda Minum Kopi dan Minuman Berenergi Sekaligus

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2019 . Waktu baca 3 menit