Biasa Diminum Oleh Orang Dewasa, Bolehkah Anak Minum Minuman Energi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Ada berbagai jenis minuman yang dijual bebas di pasaran. Minuman energi, misalnya, yang mengandung sejumlah kafein. Sesuai dengan namanya, minuman yang satu ini kerap ditujukan untuk membantu menambah pasokan energi tubuh. Itu sebabnya, minuman energi biasanya diminum oleh orang dewasa. Nah, bagaimana kalau minuman energi ini diberikan untuk anak? Boleh atau tidak, ya?

Apa kandungan di dalam minuman energi?

efek minuman energi pada kesehatan

Para orangtua perlu tahu kandungan apa saja yang ada di dalam minuman energi sebelum memberikannya untuk anak. Seperti yang telah dijelaskan di awal, minuman energi adalah jenis minuman yang berguna untuk menambah energi tubuh, bahkan bisa juga ditujukan untuk mencegah rasa kantuk.

Terang saja, ini dikarenakan minuman energi memiliki kandungan utama berupa kafein dan gula di dalamnya. Selain itu, minuman energi juga dilengkapi dengan berbagai komposisi lainnya.

Mulai dari sodium, ekstrak tanaman, bahan herbal contohnya ginseng, asam amino, hingga vitamin. Sebenarnya, tidak semua kandungan di dalam minuman energi tergolong buruk untuk dikonsumsi anak.

Hanya saja, ada beberapa kandungan bahan dalam jumlah cukup banyak yang dapat berefek kurang baik bagi kesehatan. Kandungan tersebut yakni gula dan kafein yang merupakan penyumbang energi utama untuk minuman energi ini.

Apakah minuman energi boleh diberikan untuk anak?

mengonsumsi diet soda baik atau buruk

Melihat komposisi bahan yang ada di dalam minuman energi, mungkin sudah bisa membuat Anda menyimpulkan sendiri boleh atau tidaknya minuman ini diberikan untuk anak.

Melansir dari laman Stanford Children’s Health, sebenarnya jika dalam jumlah yang cukup, tidak masalah bagi anak untuk mengonsumsi kafein.

Dalam hal ini, kafein merupakan salah satu kandungan utama yang ada di dalam minuman energi. Namun, alangkah lebih baiknya untuk tidak mengizinkan anak minum minuman energi.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan kalau kandungan kafein di dalam makanan maupun minuman dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Itulah mengapa minuman energi biasanya diminum oleh orang dewasa, bukan anak-anak.

Lebih lanjutnya, kafein berisiko menimbulkan peningkatan tekanan darah, kecemasan, gugup, detak jantung cepat, hingga gangguan tidur pada anak-anak.

Hal tersebut dijelaskan oleh penelitian yang dimuat dalam Journal of Cilinical Sleep Medicine dan Neuroscience and Biobehavioral Reviews. Sebenarnya anjuran bagi anak untuk tidak mengonsumsi kafein bukan hanya terbatas pada minuman energi.

Kandungan kafein juga ada di dalam beragam jenis minuman lainnya. Ambil contohnya yakni minuman bersoda serta kopi. Dalam hal ini, ada baiknya para orangtua membatasi pemberian kafein, termasuk dalam minuman energi, untuk anak.

Apa akibatnya kalau anak minum minuman energi?

gejala kanker darah pada anak

Sebelumnya sempat dijelaskan bahwa minum minuman berkafein, khususnya yang ada di dalam minuman energi, bisa menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh anak.

Contohnya gangguan tidur, tekanan darah tinggi, detak jantung lebih cepat, kecemasan, dan lain sebagainya. Reaksi ini bisa terjadi dikarenakan kandungan kafein yang bercampur dan bekerja sama dengan aneka bahan-bahan lainnya di dalam minuman energi.

Bahkan jika kebiasaan anak untuk terus minum minuman energi terus dilanjutkan, dapat berisiko menyebabkan masalah yang lebih serius. Misalnya kejang, masalah pada jantung, hingga berakibat fatal.

Dr. Christopher Rausch, direktur Cardiopulmonary Exercise Laboratory  di Children’s Hospital Colorado, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Menurutnya, tidak sedikit anak remaja yang mengeluhkan mengalami detak jantung tidak normal (palpitasi) karena banyak minum minuman energi.

Akan tetapi, keluhan ketidaknyamanan tersebut biasanya berangsur-angsur hilang ketika anak berhenti minum minuman energi. Perlu dipahami bahwa anak dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati saat minum minuman berenergi.

Hal ini karena kondisi kesehatan tertentu menempatkan anak pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami aritmia jantung. Kondisi ini bisa mengakibatkan anak mengalami perubahan detak atau ritme jantung yang tidak normal. Entah terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur.

Selain mempengaruhi kesehatan jantung anak, minuman berenergi juga berdampak pada kenaikan berat badan dan kerusakan gigi akibat kandungan gula yang tinggi di dalamnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 28, 2019 | Terakhir Diedit: November 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca