4 Alasan Mengapa Anda Mesti Coba Memasak Bersama Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah memasak bersama si kecil? Jika belum, sebaiknya Anda coba kegiatan ini. Pasalnya ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan memasak bersama si kecil. Tentu ini berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Lalu, apa saja manfaat yang didapat bila memasak bersama anak?

4 manfaat yang didapat jika memasak bersama anak

1. Memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai jenis makanan

Dilansir dalam laman Web MD, Susan Moores, MS RD, juru bicara American Dietetic Association mengatakan bahwa memasak dapat membantu anak tertarik mencoba makanan baru. Kegiatan ini merangsang sang buah hati untuk mengeksplorasi makanan menggunakan indera lainnya, misalnya indera penciuman dan indera peraba.

Tak perlu masak menu yang ribet, aktivitas sederhana dan menyenangkan seperti menguleni adonan, membilas sayuran, atau merobek-robek daun, bisa jadi pilihan.

Memasak adalah cara halus untuk memancing anak berani mencoba makanan. Anda tidak perlu memaksa anak untuk makan di atas meja makan. Ketika perlahan-lahan anak memiliki banyak pengalaman dengan banyak indera lainnya selain lidah, maka ia akan lebih berani untuk mencoba memakannya.

2. Membangun kemampuan dasar sang buah hati

Dengan memasak bersama anak, Anda bisa melatih kemampuan dasarnya seperti menghitung, membaca, atau mengukur. Ya, ketika memasak  ada berbagai aktivitas yang dapat melatih itu semua. Contohnya, menghitung jumlah telur, menuang air hingga sampai setinggi garis 250 ml, membaca jam sudah berapa lama adonan dipanggang.

Bukan hanya itu, saat Anda melibatkannya untuk membaca resep juga bisa meningkatkan kemampuan membacanya. Jika anak masih belum bisa membaca, melihat resep bisa menjadi ajang perkenalan kosakata baru yang sekaligus bisa langsung dipraktikkan.

Ketika Anda melibatkan anak dalam memasak, mereka akan terpacu untuk berpikir aktif saat melakukan tugas. Memasak bisa menjadi cara belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan karena harus duduk diam membaca buku di meja belajarnya.

Obrolan seputar makanan dan gizi pada anak juga akan lebih mudah diterima saat sedang praktik langsung di dapur. Anak pun sedikit demi sedikit memahami tentang fungsi makanan untuk kesehatannya.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

Memasak bersama anak juga bisa membuat kepercayaan dirinya meningkat. Mengapa? Ya, pasalnya di usia tersebut anak-anak cenderung memamerkan dan memperlihatkan kemampuan mereka dengan orang lain.

Bila ia berhasil memasak dan membuat suatu makanan bersama Anda, tentu rasa bangga dan percaya diri akan muncul. Makanan yang Anda masak bersamanya akan dicicipi oleh seluruh anggota keluarga, maka itu rasa bangga akan muncul.

Jangan lupa juga untuk memberikan pujian padanya karena telah membantu dan membuat menu makanan yang enak untuk seluruh keluarga. Hal-hal kecil ini dapat menggugah rasa bangga anak terhadap dirinya sendiri, sehingga Ia merasa lebih percaya diri dengan kemampuannya karena telah berhasil melakukan suatu hal.

4. Ikatan dengan si kecil semakin kuat

Memasak bersama memberikan waktu kepada orang tua dan anak untuk berbicara, berbagai pengalaman, serta pikiran. Memasak akan membentuk ikatan yang lebih kuat juga antara ibu dan anak karena kesempatan berkomunikasi sangat luas.

Menurut Ross Bower, MD, seorang direktur medis di Weil Cornell Medical Center, komunikasi dengan anak bukan dimulai saat anak 17 tahun atau remaja, ini harus dimulai dari 3 tahun, sedini mungkin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Balita 54 Bulan atau 4 Tahun 6 Bulan

Perkembangan balita 54 bulan atau 4 tahun 6 bulan yang penting termasuk memahami posisi dan tempat. Ketahui perkembangan lengkap di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 22/11/2019 . Waktu baca 7 menit

Bosan dengan Mie yang Itu-Itu Saja? Coba 3 Resep Mie Shirataki Lezat Berikut

Bosan dengan bihun, soun, atau mie kuning? Jangan cemas, Anda bisa menikmati lezatnya mie shirataki. Yuk, intip resep masakan mie shirataki berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Hidup Sehat 21/09/2019 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Sehat Memasak Ikan Tanpa Takut Kehilangan Nutrisinya

Kualitas nutrisi dalam ikan yang Anda konsumsi dapat berubah tergantung dari bagaimana cara Anda memasaknya. Lalu, bagaimana cara memasak ikan yang sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/09/2019 . Waktu baca 3 menit

Tips Memasak dan Resep Sederhana untuk Mahasiswa Sibuk

Kesibukan menjadi mahasiswa mungkin membuat Anda tidak memiliki banyak kesempatan untuk memasak. Atasi dengan resep makanan untuk mahasiswa berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 18/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggunakan minyak zaitun olive oil

Manfaat dan Cara Menggunakan Minyak Zaitun Dengan Benar untuk Memasak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 12 menit
minyak tidak sehat

5 Jenis Minyak yang Sebaiknya Tidak Digunakan untuk Memasak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
kemampuan kognitif balita

Tahap Perkembangan Kognitif Balita Usia 1-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29/11/2019 . Waktu baca 12 menit
melatih anak mengorganisasikan sesuatu

Asah Kemampuan Si Kecil Mengorganisasikan Barang Dengan 4 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29/11/2019 . Waktu baca 5 menit