Kapan Anak Perempuan Boleh Mulai Diet?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Umumnya, anak perempuan mendambakan mempunyai bentuk tubuh yang langsing dan ideal, seperti model-model di iklan, televisi, majalah, dan lainnya. Terlebih jika lingkungan sekitar anak perempuan atau teman-temannya mempunyai tubuh yang kurus dan ia sendiri yang kelebihan berat badan. Untuk mencapai tubuh yang kurus seperti teman-temannya, beberapa anak perempuan pun melakukan diet.

Namun, perlu diingat bahwa anak masih mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan yang penting. Sehingga, melakukan diet atau membatasi asupan makan tidak baik dilakukan pada saat ini. Jadi, kapan anak boleh diet?

Mengapa anak tidak boleh diet?

Mempunyai berat badan yang tepat memang penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, jika anak kelebihan berat badan, menurunkan berat badan untuk mendapatkan berat badan yang normal dengan cara diet atau membatasi asupan makanannya bukan merupakan cara yang tepat. Melakukan diet ketat pada saat masa pertumbuhan sangat tidak direkomendasikan.

Melakukan diet ketat hanya akan membatasi asupan nutrisi penting yang anak butuhkan di masa pertumbuhan dan perkembangannya. Diet ketat juga dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi tertentu dan gangguan perilaku makan, seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa.

Sebenarnya, anak perempuan tidak perlu diet. Mengalami kenaikan berat badan di masa pertumbuhan merupakan hal yang normal terjadi. Hal ini karena lemak tubuh anak perempuan meningkat pada masa pertumbuhan dan puncaknya terjadi pada masa remaja.

Perlu Anda ketahui bahwa sebesar 50% berat badan ideal orang dewasa diperoleh selama masa remaja. Persen lemak dalam tubuh anak perempuan meningkat dari 16% menjadi 27% pada saat remaja. Remaja perempuan setidaknya mengalami kenaikan berat badan sebesar 1,14 kg dari massa lemak tubuh setiap tahun selama masa pubertas.

Usia berapa sebaiknya anak boleh mulai diet?

Apa anak boleh diet? Bukan diet, tapi lebih tepatnya adalah mengubah pola makan. Bagi anak perempuan yang kelebihan berat badan, menurunkan sedikit berat badannya mungkin dapat membantu meningkatkan kesehatannya secara keseluruhan. Namun, mencapai berat badan yang normal ini sebaiknya tidak dilakukan dengan cara diet ketat atau membatasi asupan makanannya.

Hal ini karena anak atau remaja perempuan masih membutuhkan banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Tenang saja, lemak tubuh anak yang meningkat pada masa pertumbuhan ini akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga, nantinya berat badan anak akan turun dengan sendirinya dan menyesuaikan dengan pertumbuhan tinggi badan anak.

Jika anak belum puas dengan bentuk tubuhnya dan ingin melakukan diet, sebaiknya tunggu sampai pertumbuhan dan perkembangannya selesai. Umumnya, pertumbuhan anak selesai pada usia sekitar 16-19 tahun. Namun, ini bisa terjadi berbeda-beda antar anak, ada yang lebih lambat dan ada juga yang lebih cepat. Ingat, walaupun di umur yang sudah masuk dewasa, anak boleh diet, namun sebaiknya terapkan diet yang sehat, jangan sampai kekurangan nutrisi.

Tips mencegah berat anak naik berlebihan

Daripada diet, yang perlu dilakukan adalah mengontrol berat badan anak agar tidak naik berlebihan. Beberapa hal yang perlu dilakukan anak adalah:

  • Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dengan mengonsumsi berbagai macam jenis makanan
  • Pilih lemak yang baik untuk dikonsumsi dan hindari jenis lemak jahat (misal dari makanan yang digoreng atau fast food)
  • Batasi konsumsi makanan/ minuman manis dan makanan ringan
  • Cukupi kebutuhan serat per hari
  • Bergerak aktif dan lakukan olahraga teratur, serta jangan terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer
  • Pastikan anak mendapat waktu tidur yang cukup

Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, energi yang masuk ke tubuh anak sama dengan energi yang keluar, sehingga berat badan anak tidak banyak bertambah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Penanganan Obesitas pada Bayi

Sama halnya dengan orang dewasa, obesitas pada bayi juga tidak boleh disepelekan karena berpengaruh pada pertumbuhannya. Apa saja yang harus diketahui?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Nutrisi, Hidup Sehat 29/03/2020

5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

Menopause menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, termasuk berat badan. Meski demikian, Anda dapat menurunkan berat badan setelah menopause dengan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sirtfood diet

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
manfaat bermain golf

Segudang Manfaat yang Ditawarkan Dari Bermain Golf yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020