Kapan Waktu Makan Malam yang Terbaik Bagi Balita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebaiknya sejak kecil anak sudah dibiasakan makan yang teratur. Memiliki jadwal makan yang teratur dapat memaksimalkan asupan nutrisi yang baik untuk balita. Tidak hanya makan pagi atau makan siang, makan malam pun penting untuk balita. Biasanya balita membutuhkan 3 kali makan besar dan 2-3 kali makanan camilan dalam sehari. Lalu seharusnya kapan waktu balita makan malam?

Pukul berapa harusnya balita makan malam?

Sebenarnya waktu yang baik untuk balita makan malam adalah yang tidak terlalu dekat dengan jam tidur. Sisakan kurang lebih 2 sampai 3 jam sebelum jam tidur anak. Ini karena tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan yang masuk ke tubuh.

Bila waktu tidur anak pukul 7 malam, maka sebaiknya balita makan malam pukul 5 sore. Begitu pun seterusnya. Biasanya jangka waktu yang baik untuk balita makan malam sekitar pukul 5 sore sampai 7 malam.

Jika balita diberi makan malam terlambat, ia bisa kelaparan. Selain itu, terlambat makan malam balita juga bisa membuat jeda waktu antara makan malam dengan jam tidur terlalu dekat. Sehingga dapat membuat sistem pencernaan anak bekerja lebih berat saat tidur.

Pentingnya makan malam untuk balita

Sebenarnya tak hanya makan malam yang penting untuk balita. Namun, makan yang teratur, baik makan pagi, siang, dan malam itu penting untuk melengkapi kebutuhan gizi balita dalam sehari.

Balita pada umumnya membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.400 kalori per hari. Kalori ini bisa diperoleh dari makanan sumber karbohidrat (nasi, mi, roti, pasta, kentang), protein hewani (ikan, ayam, daging), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), sayuran, dan buah-buahan. Kelima jenis makanan ini sebaiknya selalu ada di piring anak setiap makan.

Itu sebabnya semua waktu makan itu penting dan sebaiknya tidak ada yang dilewatkan. Jika balita sering tidak makan malam, nutrisi yang didapat akan berkurang sehingga berat badannya tidak mengalami kenaikan. Bahkan yang parahnya bisa juga mengalami kurang gizi.

Selain itu, makan malam dapat membantu balita tidur lebih nyenyak, karena perutnya yang sudah kenyang. Saat tidur pulas, tubuh mengalami perbaikan dan pembaruan sel-sel, serta proses pertumbuhan, yang berlangsung lebih cepat saat anak sedang tidur dibandingkan saat terjaga.

Tips memberi makan malam untuk balita

Balita memiliki selera makan yang berubah-ubah. Perubahan tingkat aktivitas pada siang hari dapat mengakibatkan selera makan yang besar untuk sementara waktu, diikuti oleh makanan kecil atau camilan dan memilih-milih makanan kemudian. Makan malam adalah  waktu makan yang paling sering menyebabkan kekhawatiran, karena mungkin anak-anak sudah lelah atau tidak merasa lapar.

Jangan panik jika hal ini terjadi. Anda tidak perlu memaksa, karena kebanyakan anak mampu menyeimbangkan asupan makanan dengan aktivitas apabila mereka disuruh untuk makan. Anda dapat membantunya dengan menyediakan berbagai makanan sehat dan bergizi, lalu biarkan anak Anda memilih. Tawarkan anak-anak makanan yang sama dengan anggota keluarga lain, dengan berbagai tekstur dan rasa untuk gizi seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit