Bisakah Kandungan Susu Formula Menggantikan Manfaat ASI?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Para ahli kesehatan menyatakan bahwa ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi. Sayangnya, beberapa kondisi tertentu mungkin memaksa Anda memberikan susu formula. Sebagai orangtua, tentu Anda ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati, termasuk jika terpaksa harus memberikan susu formula. Itu sebabnya, penting bagi Anda mengetahui apa saja kandungan susu formula.

Mengupas kandungan susu formula

Saat tak bisa memberikan ASI, mau tidak mau, susu formula menjadi pilihan. Kandungan yang ada di dalam susu formula dirancang khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Bahkan, susu formula dirancang untuk menyerupai ASI, seperti memasukkan kombinasi kompleks dari protein, gula, lemak, dan vitamin yang tak mungkin dibuat sendiri di rumah. Hal ini dilakukan agar bayi yang terpaksa tidak mendapat ASI, tetap mendapatkan gizi yang dibutuhkan, meskipun manfaatnya tidak akan identik seperti ASI.

Kebanyakan susu formula dibuat dari susu sapi. Beberapa kandungan dalam susu formula yang dirancang agar menyerupai ASI, antara lain: 

  • Karbohidrat dalam bentuk gula susu (laktosa) 
  • Zat besi
  • Protein
  • Mineral, seperti kalsium dan seng
  • Vitamin, termasuk A,B,C,D,E. 

Selain susu formula berbasis susu sapi, ada pula yang terbuat dari kedelai dan protein hidrolisat yang diperuntukan sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu formula berbahan dasar kedelai biasanya diberikan kepada anak yang alergi susu sapi atau protein hewani lainnya.

Sementara itu, susu formula berbasis protein hidrolisat mengandung protein yang telah dipecah (dihidrolisis) menjadi ukuran yang lebih kecil daripada yang ada di susu sapi atau kedelai. Susu formula yang dihidrolisis secara luas merupakan pilihan bagi bayi yang juga memiliki alergi susu sapi. 

Kandungan dalam susu formula yang mirip ASI

Beberapa kandungan susu formula yang membuatnya semakin mirip dengan ASI, antara lain:

Asam lemak esensial

ARA dan DHA merupakan asam lemak yang penting untuk otak dan penglihatan bayi. Nutrisi ini secara alami ditemukan pada ASI ketika apabila ibu makan makanan yang mengandung keduanya. 

Banyak pabrik yang menambahkan nutrisi ini ke dalam produk susu formula. Namun, belum banyak bukti yang menunjukkan keberhasilan asam lemak ini pada pertumbuhan anak

Nukleotida

Pembentuk RNA dan DNA ini juga ditemukan dalam ASI dan sering ditambahkan ke susu formula. Nutrisi ini berguna untuk meningkatkan sistem imun bayi dan membantu organ pencernaan berkembang.

Prebiotik dan probiotik

Probiotik merupakan bakteri baik yang akan melawan bakteri jahat penyebab infeksi. Sementara itu, prebiotik berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik ini di usus. 

Susu formula yang dilengkapi dengan probiotik dapat mencegah bayi terkena eksim, tetapi mungkin tidak membantu kondisi diare atau kolik.

Penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Alergi Dunia (WAO) menyebut bahwa probiotik dapat mencegah eksim pada bayi. Hasil penelitian itu menyebutkan sekitar 6 hingga 14 dari 100 anak terhindar dari eksim setelah menggunakan suplemen probiotik.

Perbandingan kandungan susu formula dengan ASI

Publikasi National Academy of Sciences menyebutkan bahwa ASI mengandung nutrisi spesifik dan unik yang cocok untuk bayi. Komposisi ASI bervariasi antara individu satu dengan yang lain, sedangkan kandungan susu formula tetap konstan.

Kandungan susu formula yang dibuat sedemikian rupa agar punya manfaat setara dengan ASI biasanya didorong oleh keinginan produsen itu sendiri. Motivasi ini menyiratkan bahwa kandungan susu formula hingga kini masih lebih rendah (inferior) dibandingkan dengan ASI. 

Laman Kids Health juga menyebutkan bahwa tidak ada susu formula yang bisa mengandung antibodi seperti yang ada di dalam ASI. Itu sebabnya, kandungan susu formula mungkin tidak setara dengan ASI dalam hal memberikan perlindungan tambahan terhadap infeksi dan penyakit. 

Meski diformulasikan khusus untuk menyerupai ASI, hingga kini ASI tetap menjadi pilihan utama untuk pemenuhan gizi si kecil. Jika tidak terpaksa, sebaiknya tetap susui bayi Anda dengan ASI. Dengan begitu, produksi ASI Anda pun dapat tetap melimpah dan mencukup kebutuhan buah hati Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 7, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca