Berat Badan Anak Balita yang Ideal untuk Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Berat badan si kecil adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam tahap perkembangan anak. Orangtua dapat membawa anak ke posyandu atau puskesmas setiap bulan untu mengetahui angka pasti berat badan balita. Namun, tidak jarang menimbang berat badan balita sering menjadi hal yang menegangkan bagi orangtua, terutama jika hasilnya kurang atau lebih. Lalu, berapa berat badan anak balita yang ideal? Berikut penjelasan lengkapnya.

Perkembangan berat badan anak balita yang ideal

Berat badan anak dan tinggi badan balita, bisa menjadi tolak ukur pertumbuhan fisik anak apakah ideal atau tidak.

Pertumbuhan anak di masa kecil dapat memengaruhi pertumbuhan dan kehidupan anak di masa depan.  Pertumbuhan ini terjadi begitu cepat saat masa kanak-kanak, terutama saat bayi. 

Memantau pertumbuhan berat badan anak juga penting dilakukan agar Anda bisa membantu anak mengejar pertumbuhannya yang ideal. Hal ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu pertumbuhan anak sedang mengalami perlambatan atau percepatan.

Tidak hanya angka dalam berat badan si kecil yang harus diperhatikan, tetapi juga indeks massa tubuh (BMI). Melansir dari WebMD, ini merupakan ukuran yang mengatur lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan.

Mengapa penting menghitung BMI anak? Ini untuk menghindari kondisi terlalu kurus atau terlalu gemuk pada anak sehingga berat badan balita berada pada grafik normal dan ideal, tidak berlebih atau kurang.

Anda sebagai orangtua bisa membantu pertumbuhan berat badan balita agar ideal dengan menyediakan hal-hal yang mendukungnya.

Hal ini misalnya menyediakan makanan bergizi dan sehat untuk anak, memastikan anak mendapat tidur cukup, dan membiasakan anak berolahraga.

Berapa berat badan anak balita yang ideal?

memaksa anak habiskan makanan

Tidak jarang orangtua membandingkan pertumbuhan fisik anaknya dengan anak sebaya, misalnya anak lain gemuk tapi anak Anda kurus atau sebaliknya.

Namun, hal ini belum tentu bisa menggambarkan apakah berat badan anak Anda termasuk yang sesuai atau tidak. 

Meski berat badan anak Anda hampir sama dengan anak lainnya, pertumbuhan fisiknya bisa jadi tidak sama dengan anak seusianya.

Hal ini membuktikan setiap anak juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lebih lambat atau lebih cepat. Untuk itu, Anda perlu mengetahui berapa berat badan balita yang ideal.

Berikut rinciannya sesuai dengan usia:

Anak balita 2-3 tahun

Sama seperti tahun sebelumnya, pertumbuhan berat badan anak balita usia 2-3 tahun tidak terlalu besar tapi masih termasuk ideal. Rata-rata berat badan balita naik sekitar 1,8 kilogram dalam rentang waktu satu tahun. 

Di usia ini, energi anak sedang sangat besar, sehingga mereka sangat aktif dalam hal kemampuan motorik kasar. Balita 2-3 tahun sedang senang berlari, melompat, menendang bola, bahkan mencoba keterampilan baru seperti naik sepeda roda tiga. 

Nafsu makan anak usia 2-3 tahun juga semakin bervariasi dan tidak selalu lahap. Kadang dia bosan dengan satu menu makanan, tapi bisa juga hanya mau satu makanan itu saja. Tenang, ini kondisi yang normal karena anak sudah mengerti apa yang ia sukai dan tidak.

Untuk itu, orangtua perlu tahu kebutuhan nutrisi anak usia 2-3 tahun yang tepat. Sajian makanan bergizi dapat  membuat berat badan balita bergerak positif dan ideal.

Anak balita 3-4 tahun

Pada balita usia 3-4 tahun, kenaikan berat badannya tidak jauh berbeda dengan usia sebelumnya. Berat badan anak balita di usia ini yang ideal naik sekitar 1,5 kilogram dalam setahun, dengan rentang berat badan antara 13-15 kilogram.

Tidak hanya motorik kasar, balita di usia ini juga sedang senang bermain dengan motorik halus. seperti menggambar, menggunting kertas sesuai dengan garis panduan, atau menari.

Anak balita 4-5 tahun

Di usia 4-5 tahun, gerakan anak semakin lincah karena mereka sangat menyukai aktivitas fisik. Berat badan balita yang ideal di usia 4-5 tahun naik sekitar 2 kilogram dalam setahun.

Kemampuan motorik kasar dan halus sangat diasah dalam perkembangan balita usia 4-5 tahun. Mereka sangat senang bergerak, membuat kerajinan tangan, menggambar, dan lainnya. 

Permainan yang diciptakannya juga semakin imajinatif sehingga melatih imajinasi anak. Ini termasuk bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Dengan begitu, sangat perlu memastikan anak memiliki waktu bermain sendiri atau bersama teman-temannya.

Berikut ini merupakan rincian berat badan balita yang ideal untuk anak usia 1-5 tahun, berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

berat badan balita

Berat badan balita yang kurang dari rentang tersebut menandakan berat badan balita kurang ideal. Oleh karena itu, perlu dilakukan cara meningkatkan berat badan anak untuk memperbaikinya.

Sementara itu, berat badan balita yang lebih dari rentang tersebut menandakan kondisi tidak ideal karena anak kelebihan berat badan atau mengalami obesitas pada anak.

Sebaiknya periksakan berat badan balita ke posyandu atau puskesmas setiap bulan untuk memantau pertumbuhan anak.

Jika berat badan balita jauh dari angka ideal, tidak mengalami kenaikan bahkan menurun selama dua bulan berturut-turut, sebaiknya segera periksakan si kecil ke dokter.

Pada masa ini, orangtua mungkin menyadari nafsu makan anak menurun. Namun, sebaiknya usahakan penurunan nafsu makan itu tidak sampai menyebabkan penurunan berat badan.

Jika penurunan terjadi terus-menerus, bisa menjadi tanda pertumbuhan anak sedang bermasalah atau kondisi kesehatan anak sedang terganggu.

Faktor yang membuat berat badan anak balita susah naik

anak underweigt berat badan anak kurang

Berat badan anak balita mandek atau susah naik seakan menjadi mimpi buruk bagi orang tua. Bila si kecil masih berada di garis grafik normal, Anda tidak perlu khawatir.

Sebagai contoh, jika bulan lalu pertumbuhan anak normal dan baru-baru ini mulai melambat tapi berat badan balita masih di angka ideal, hal ini tak perlu dikhawatirkan.

Namun, bila berat badan balita tidak bertambah dalam waktu lama dan jauh dari kata ideal, harus waspada. Dokter akan melakukan pengukuran dan memeriksa apakah ada masalah kesehatan tertentu atau masih dalam kondisi normal.

Bila grafik anak Anda berada di bawah garis merah dan tepat di garis -3, ada beberapa alasan yang menyebabkannya.

Melansir Up To Date beberapa alasan yang mungkin melatari antara lain kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater, stres (bisa karena suasana yang berbeda dan tidak nyaman), sampai gangguan makan yang berhubungan dengan kemampuan sensorik anak. 

Mengutip dari laman Kids Health, kondisi fisik anak yang ideal dipengaruhi oleh genetik, tidak terkecuali berat badan balita.

Bila orang tua atau kerabat dalam keluarga Anda memiliki tubuh berisi atau gemuk, kemungkinan si kecil juga bisa mengalaminya.

Begitu juga sebaliknya, bila anak keluarga Anda memiliki genetik bertubuh mungil, berat badan anak Anda tidak akan besar seperti teman-teman lainnya. 

Meski anak Anda lebih gemuk atau kurus dibanding teman-temannya, kondisi ini tetap dinyatakan sehat bila melihat faktor genetik. Biasanya, ketika masuk usia puber, berat dan tinggi badan anak akan mengikuti sesuai usia.

Cara meningkatkan berat badan anak balita agar ideal

anak makan pasta

Melihat berat badan si kecil yang masih kurang dari grafik berat badan normal sering membuat orang tua khawatir.

Apalagi jika orangtua membandingkan dengan anak-anak lain. Ada beberapa cara untuk meningkatkan berat badan anak agar berada di grafik yang normal, yaitu:

Memberi makanan tinggi kalori

Bila si kecil susah makan dan Anda ingin meningkatkan berat badannya, cara yang bisa dilakukan yaitu memilih makanan atau camilan yang berkalori tinggi.

Baby Center menyebut bahwa sangat penting memberi makan tinggi kalori untuk menaikkan berat badan balita, walaupun bukan berarti memberinya permen, keripik, atau kue.

Sebagai contoh, Anda bisa memberinya spaghetti carbonara yang kaya lemak atau membuat mac and cheese. Selain itu, berikan lemak tambahan seperti mentega dalam sepotong roti, dan keju parut untuk meningkatkan bobot badan si kecil.

Kalau Anda membuat kentang goreng, bisa juga memberikan mayones atau krim keju sebagai saus untuk meningkatkan berat badan balita agar ideal.

Untuk camilan, bisa memberi makanan yang tinggi kalori seperti alpukat, pisang, madu, dan makanan instan balita.

Sejalan dengan hal tersebut, Very Well Family menyarankan untuk memberikan puding dengan tambahan susu UHT untuk menambahkan sekitar 60 kalori.

Bila ingin menambahkan kalori pada pisang, bisa berikan selai kacang untuk menambah 100 kalori agar berat badan anak bertambah.

Fokus pada kualitas makan bukan kuantitas

Ketika anak masih bayi, orang tua fokus pada jumlah makanan yang dikonsumsi si kecil. Seberapa banyak anak menyusu, berapa liter susu yang anak minum.

Namun, ketika anak sudah mulai besar dan menginjak usia balita, Anda harus mengubah kebiasaan tersebut. Orang tua perlu memberi perhatian pada kualitas makanan anak agar meningkatnya berat badan si kecil sesuai dengan gizi untuk anak.

Ini merupakan waktu yang tepat untuk memberi makanan anak dengan kualitas yang baik, bukan hanya kuantitasnya yang banyak. Namun, bukan berarti Anda langsung menghentikan beragam camilan yang dikonsumsi si kecil.

Stephanie Walsh MD, Direktur Medis Kesehatan Anak di Children’s Healthcare of Atlanta mengingatkan untuk memberi jeda untuk setiap makanan yang Anda berikan pada si kecil.

“Tugas Anda adalah menyediakan pilihan makanan yang sehat dan biarkan anak memutuskan seberapa banyak makanan tersebut dimakan,” jelas Walsh dalam situs WebMD.

Beri tambahan vitamin

Beberapa vitamin untuk anak  yang perlu diberikan guna mendukung peningkatan berat badan balita agar ideal yaitu vitamin A, C, D, dan zat besi. Khusus untuk zat besi, ini cukup penting diserap tubuh karena mampu meningkatkan nafsu makan anak.  

Namun, hati-hati saat memberi anak suplemen zat besi. Pasalnya, ada kondisi anak kelebihan zat besi dan menyebabkan masalah tubuh dalam menyerap mineral lain.

Kelebihan zat besi juga memicu konstipasi dan menambah masalah baru. Selalu konsultasi dengan dokter untuk pemberian vitamin pada anak.

Membuat kebiasaan makan yang baik

Ada beberapa kebiasaan makan yang perlu dilakukan agar si kecil mau makan dan berat badan anak balita bergerak menuju angka ideal, di lansir dari Family Doctor:

Sajikan makanan dalam jumlah yang tepat

Bagaimana Anda tahu itu adalah jumlah yang tepat? Berikan satu sendok makan setiap makanan sesuai usia. Pada anak usia 3 tahun, maka sajikan 3 sendok makan orang dewasa setiap makan.

Porsi yang lebih kecil memberi kesempatan anak untuk menambah makanan dan bisa meningkatkan berat badan anak dan menjadi lebih ideal.

Tawarkan beragam jenis makanan

Tawarkan makanan baru setiap hari, meski anak akan menolaknya lebih dari 10 kali. Saat menghadapi anak yang susah makan, sabar salah satu kuncinya.

Biarkan anak makan sendiri

Mulai perkembangan bayi 12 bulan atau 1 tahun, anak mulai mencoba makan sendiri dan terlibat dalam persiapan makanan. Di masa balita usia 2-5 tahun, Anda bisa mengajak si kecil menyiapkan sendok, menuangkan makanan ke mangkuk, dan menyuap sendiri. 

Berikan pilihan

Kalau Anda ingin memperkenalkan sayuran untuk anak, beri dua pilihan sayuran, misalnya, wortel dan brokoli atau brokoli dan buncis. Hal ini dapat membantu anak merasa tidak dipaksa untuk mengonsumsi sayuran yang sebelumnya tidak dia sukai.

Buat waktu makan jadi menyenangkan

Memaksa anak untuk makan hanya membuatnya trauma dan kemungkinan buruknya, anak jadi mogok makan. Ciptakan suasana yang menyenangkan ketika waktunya makan sehingga anak lebih nyaman saat menyantap makanannya dan berat badan balita bisa mencapai angka ideal.

Beri contoh yang baik

Anak adalah peniru ulung. Ia akan mencoba makan ketika melihat orang di depannya makan dengan lahap. Maka, bila Anda ingin anak makan makanan berkalori tinggi agar berat badan balita naik secara ideal, beri contoh pada si kecil meski Anda hanya memakan dengan porsi kecil.

Buat jadwal makan yang rutin

Meski anak mudah bosan, dia menyukai sesuatu yang terorganisir dan berulang. Misalnya, ketika waktunya makan, minta anak untuk duduk di kursi makan anak dengan baik.

Secara perlahan, ketika anak ingin makan, dia akan minta duduk di kursinya sendiri. Selain itu, dengan memberikan jadwal makan anak akan mulai terbiasa mengenai rasa lapar dan kenyang. Ini salah satu cara untuk meningkatkan berat badan si kecil agar masuk kategori ideal.

Kurangi ekspektasi tinggi

Berat badan anak balita tidak akan langsung naik secara melesat ketika Anda melakukan beberapa hal di atas, seperti kondisi ideal yang dibayangkan.

Hindari ekspektasi tinggi terhadap sesuatu agar Anda tidak merasa tertekan dalam menjalani program menaikkan berat badan si kecil.

Dalam beberapa hal, kondisi berat badan balita yang turun dan jauh dari ideal bisa terjadi karena berbagai alasan. Misalnya, kalori yang dibakar terlalu banyak atau menjadi tanda kondisi medis tertentu.

Sangat penting untuk berdiskusi dengan dokter tentang masalah ini, terutama bila nafsu makan anak baik tapi berat badannya menyusut atau jika anak memiliki masalah pencernaan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Jenis dan Porsi Makanan Penambah Berat Badan untuk Balita

Memiliki balita yang sulit naik berat badan, tentu membuat ibu pusing. Berikut beberapa makanan penambah berat badan balita yang bisa dicoba.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Menyusui 23/02/2020

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Obesitas bisa menimbulkan berbagai dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk memengaruhi perkembangan otak anak. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

tinggi badan anak agar anak tumbuh tinggi

Tinggi Badan Ideal Anak Usia Sekolah 6-12 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
gangguan makan anak

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020
susu penambah berat badan anak balita

Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
tinggi badan bayi kurang

Kapan Tinggi Badan Bayi Tergolong Kurang (Pendek)?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020