Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Growing Pains, Kondisi Saat Nyeri Muncul di Kaki Anak

Mengenal Growing Pains, Kondisi Saat Nyeri Muncul di Kaki Anak

Anda pasti bingung dan khawatir jika anak tiba-tiba mengeluhkan sakit di bagian kakinya. Padahal, ia tidak terjatuh atau mengalami cedera apapun yang bisa membuat kaki anak terasa sakit. Nah, kondisi ini bisa jadi merupakan growing pains yang umum terjadi pada anak. Apa itu growing pain dan apakah kondisi ini berbahaya? Berikut informasi lengkapnya untuk Anda.

Apa itu growing pains?

Growing pain adalah rasa nyeri atau sakit yang timbul di bagian tungkai kaki dan umum dialami oleh anak-anak hingga remaja.

Rasa sakit ini sering terjadi pada bagian depan paha, betis atau tungkai kaki bawah, atau belakang lutut.

Nyeri biasanya memengaruhi kedua kaki dan terjadi pada malam hari. Bahkan, rasa nyeri seringkali dapat membangunan anak dari tidurnya.

Growing pain merupakan masalah nyeri tungkai yang paling umum pada anak.

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa sekitar 10-35% anak akan mengalami nyeri ini setidaknya sekali dalam hidupnya.

Adapun kondisi ini biasanya terjadi pada anak usia 2-12 tahun. Namun, IDAI menyebut, kasus growing pain lebih banyak ditemukan pada usia prasekolah (usia 3-4 tahun) dan usia sekolah (8-12 tahun).

Kondisi ini pun bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, anak perempuan biasanya lebih sering mengalami rasa sakit karena growing pain.

Apakah growing pain berbahaya?

osteoporosis pada anak

Growing pains adalah kondisi yang tidak membahayakan. Meski bernama growing, rasa nyeri yang timbul tidak terkait dengan tumbuh kembang anak.

Kondisi ini bukanlah suatu gangguan tumbuh kembang pada anak. Ini pun bukanlah tanda bahwa tumbuh kembang yang terjadi pada anak terasa menyakitkan.

Adapun nama growing pain itu sendiri muncul pada sekitar tahun 1930-1940 ketika rasa sakit dianggap terjadi karena pertumbuhan tulang yang lebih cepat daripada pertumbuhan tendon. Meski demikian, hal ini tidaklah benar.

Para ahli menduga, growing pain mungkin terkait dengan ambang nyeri yang rendah pada anak. Namun, dalam beberapa kasus, rasa nyeri seringkali terkait dengan masalah psikologis.

Apa saja tanda-tanda dan gejala growing pain?

Rasa sakit growing pain sering digambarkan seperti berdenyut, kram, atau nyeri otot pada anak. Biasanya, nyeri ini terjadi pada kedua kaki di bagian betis, depan paha, atau belakang lutut.

Rasa nyeri bisa muncul pada siang atau malam hari dan seringkali membangunkan tidur anak. Pada pagi hari, biasanya anak akan tetap baik-baik saja dan tidak merasakan sakit sama sekali.

Seringkali, rasa sakit muncul pada hari di mana anak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, seperti berolahraga atau ketika anak merasa lelah.

Adapun rasa sakit ini sering terasa selama 10-30 menit. Namun, beberapa anak juga mengalami nyeri yang berlangsung selama beberapa jam.

Tingkat nyerinya pun bisa beragam, dari ringan hingga sangat parah.

Terkadang, rasa sakit bisa menghilang dan kemudian timbul kembali pada beberapa hari, minggu, atau bulan kemudian.

Namun, ada pula anak yang merasakan sakit pada tungkai kakinya setiap hari.

Tak jarang, beberapa anak mengalami sakit perut atau merasakan sakit kepala pada anak saat nyeri growing pain ini muncul.

Apa penyebab growing pain?

Penyebab dari growing pains tidak diketahui secara pasti. Meski demikian, ada beberapa teori yang muncul, yang sering dikaitkan dengan penyebab growing pain.

Salah satunya, yaitu growing pain mungkin terkait dengan sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome).

Teori lainnya menyebutkan, beberapa anak dengan growing pain juga mungkin memiliki ambang nyeri yang rendah.

Kemudian, satu studi menemukan bahwa anak-anak dengan nyeri ini memiliki kekuatan tulang yang sedikit lebih rendah daripada kebanyakan anak lain.

Meski demikian, penyebab paling umum dari growing pain saat malam hari adalah penggunaan kaki yang berlebihan akibat aktivitas fisik, seperti berlari, memanjat, dan melompat pada siang harinya.

Apa yang meningkatkan risiko seorang anak terkena kondisi ini?

kanker tulang pada anak

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seorang anak terkena growing pains. Berikut adalah beberapa faktor risikonya.

  • Anak berusia prasekolah dan usia sekolah.
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Anak yang aktif olahraga atau aktivitas fisik, seperti berlari, memanjat, atau melompat.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Tidak ada tes khusus yang dapat mendiagnosis growing pains.

Biasanya, dokter hanya akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan dan memastikan gejala yang anak Anda alami benar-benar terkait dengan growing pain.

Misalnya, nyeri yang terjadi pada kedua sisi kaki dan seringkali hilang saat pagi hari menjadi salah satu ciri growing pain.

Meski demikian, pada beberapa kasus, dokter mungkin saja merekomendasikan tes pemeriksaan tertentu guna memastikan nyeri yang anak Anda alami tidak terkait dengan kondisi medis lainnya.

Pemeriksaan bisa meliputi rontgen sinar-X atau tes darah.

Sebab, beberapa kasus nyeri pada tungkai kaki juga bisa terjadi karena kondisi medis lain, seperti TBC tulang, radang sendi pada anak, atau yang paling parah kanker tulang pada anak.

Apa saja pengobatan untuk growing pains?

Tidak ada pengobatan medis khusus untuk mengatasi nyeri akibat growing pain. Pada kebanyakan kasus, rasa nyeri akan hilang dengan sendirinya dalam satu hingga dua tahun atau lebih.

Jika masih terasa sakit dalam beberapa tahun berikutnya, rasa sakitnya cenderung akan berkurang.

Meski demikian, Anda bisa membantu mengurangi rasa nyeri anak dengan melakukan beberapa cara.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda berikan untuk membantu mengurangi nyeri akibat growing pain pada anak.

  • Melakukan pijatan pada otot-otot kaki yang terasa nyeri, seperti betis atau paha.
  • Mengompres bagian kaki yang nyeri dengan air hangat atau mandi air hangat sebelum tidur.
  • Latihan relaksasi otot pada siang hari guna mencegah keluhan nyeri saat malam hari.
  • Obat guna meredakan nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen untuk anak.

Obat-obatan ibuprofen seringkali dapat membantu mengatasi nyeri ringan pada anak.

Namun, dokter bisa saja menyarankan obat lain, seperti naproxen, jika rasa nyeri sangat sering terjadi bahkan hingga membangunkan tidur anak pada malam hari.

Gejala nyeri pada tungkai kaki yang perlu menjadi perhatian

Nyeri pada area tungkai kaki memang tidak melulu terkait dengan growing pains.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Oleh karena itu, Anda tetap harus waspada jika anak Anda merasakan nyeri pada bagian kaki secara tiba-tiba.

Perhatikan pula beberapa gejala yang mungkin menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa gejala terkait nyeri pada tungkai kaki anak yang perlu menjadi perhatian.

  • Rasa sakit yang terjadi hanya di satu sisi kaki.
  • Nyeri tetap terjadi pada pagi hari.
  • Rasa sakit sangat parah hingga anak Anda tidak ingin berjalan atau membuat anak lemas.
  • Anak mengalami nyeri sendi, seperti di lutut atau pergelangan kaki.
  • Nyeri muncul setelah anak mengalami cedera.
  • Rasa sakit bersamaan dengan gejala lainnya, seperti timbul ruam, bengkak, atau memar yang tidak biasa pada kaki, anak mengalami demam tinggi, pincang, hingga anak susah makan atau hilang nafsu makan.

Jangan tunda untuk segera memeriksakan buah hati Anda ke dokter bila mengalami gejala yang tidak biasa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Growing Pains: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 13 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13019-growing-pains.

Growing pains – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 13 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/growing-pains/symptoms-causes/syc-20354349.

Growing pains. nhs.uk. (2021). Retrieved 13 September 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/growing-pains/.

IDAI | Growing pain, Bahaya atau tidak ?. Idai.or.id. (2021). Retrieved 13 September 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/growing-pain-bahaya-atau-tidak-2.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 16/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto