Ketahui Penyebab dan Cara Memulihkan Sakit Perut pada Anak

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020
Bagikan sekarang

Jika si kecil terlihat lebih rewel dari biasanya, mungkin ia menunjukkan rasa tidak nyaman atau merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu. Anda perlu memperhatikan setiap pertandanya. Salah satu kondisi kesehatan yang mungkin terjadi adalah sakit perut pada anak. Gejala yang biasa ditunjukkan adalah si kecil mengalami demam, muntah-muntah, atau diare. Senada dengan gejalanya, penyebab sakit perut pun cukup beragam.

Penyebab, gejala, dan cara pemulihan sakit perut pada anak

Selain rewel atau lebih sering menangis, si kecil mungkin menunjukkan gejala lain saat sakit perut seperti:

  • Tidak mau makan atau tidur
  • Tidak bisa diam
  • Menunjukkan raut muka kesakitan

Sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui penyebab gejala yang ditunjukkan si kecil. Berikut beberapa penyebab anak sakit perut yang perlu Anda ketahui.

Kolik

Biasa muncul pada bayi berusia antara sepuluh hari dan tiga bulan. Belum diketahui apa penyebab pasti kolik pada anak, tetapi gangguan pada perut ini dipercaya terjadi karena kontraksi hebat yang terjadi pada usus. Rasa sakit seringkali lebih terasa saat siang dan sore hari, serta disertai gejala seperti:

  • Menangis setidaknya tiga jam, selama setidaknya tiga kali dalam seminggu, dan setidaknya terjadi dalam tiga minggu
  • Menarik kaki mendekati dada saat menangis
  • Sering buang angin

Sayangnya, belum ada obat untuk mengobati kolik. Namun, dokter menyarankan beberapa cara untuk membantu meringankan nyeri yang dirasakan si kecil dengan cara:

  • Menyelimuti bayi (bedong)
  • Mengayunkan si kecil atau dibawa jalan-jalan
  • Gunakan white noise (suara yang menenangkan) sebagai pengalih perhatian
  • Coba berikan dot

Berdasarkan uji klinis terbuka, formula dengan protein terhidrolisa parsial dapat digunakan pada si Kecil dengan manifestasi gastrointestinal seperti kolik, perut kembung, dan tinja mengeras. Mama dapat memilih susu formal ini untuk membantu meringankan gejala kesehatan pada saluran pencernaan, termasuk kolik.

Gas

Munculnya sakit perut pada anak yang disebabkan gas kemungkinan merupakan pertanda dari sistem pencernaan atau usus yang belum sempurna. Bakteri “baik” dalam sistem pencernaan si kecil masih dalam proses pertumbuhan.

Untuk meringankan sakit perut pada anak karena gas, Anda dapat membantu si kecil lebih sering bersendawa. Usahakan si kecil berada dalam posisi tegak saat makan dan usap bagian punggung secara perlahan 

Gas dapat masuk dalam pencernaan anak karena terjadi masalah saat mencerna makanan yang dikonsumsi, termasuk ASI atau susu formula. Anda perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi apabila masih memberikan ASI dan berkonsultasi dengan dokter mengenai makanan apa saja yang mungkin perlu dihindari.

Jika si kecil diberi susu formula, konsultasikan juga pada dokter karena mungkin Anda perlu mengganti jenisnya. Tersedia susu formula terhidrolisa parsial yang lebih mudah dicerna. Formula jenis ini dapat membantu mengurangi gas yang timbul akibat proses pencernaan. Hal ini sebabkan protein sudah dipecah menjadi molekul yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Susu formula terhidrolisa parsial mungkin akan direkomendasikan oleh dokter.

Refluks

Sebagian besar anak mengalami gumoh atau bahkan muntah sesekali setiap setelah makan. Hal ini disebut gastroesofageal refluks (biasa disebut refluks saja) dan normal terjadi pada anak.

Refluks terjadi ketika katup antara esofagus dan perut tidak bekerja secara normal, sehingga makanan dan asam lambung naik dari perut menuju kerongkongan.

Sakit perut pada anak karena refluks juga mengakibatkan sensasi terbakar pada kerongkongan dan dada. Pada umumnya, refluks akan hilang setelah si kecil menginjak usia satu tahun.

Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti susu dengan formula hidrolisa parsial karena mengandung protein yang sudah dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Formula ini lebih mudah dicerna dalam perut, tidak menyisakan asam berlebih, dan tidak memicu gas yang dapat menyebabkan refluks.

Namun, Anda perlu segera menemui dokter anak saat:

  • Berat badan tak kunjung naik
  • Muntah secara terus-menerus, menyebabkan isi perut keluar
  • Muntah berwarna hijau atau kuning
  • Muntah disertai darah atau cairan yang menyerupai bubuk kopi
  • Menolak untuk makan
  • Terdapat darah pada feses
  • Kesulitan bernapas atau batuk kronis
  • Mulai muntah-muntah di usia 6 bulan atau lebih
  • Terganggu atau gelisah setelah makan 

Beberapa gejala tersebut mungkin menunjukan masalah serius seperti GERD atau penyumbatan pada saluran pencernaan meski masih dapat diobati.

Stomach flu (Flu perut)

Sakit perut pada anak mungkin juga disertai gejala muntah-muntah dan diare secara bersamaan. Ketika hal ini terjadi, berarti si kecil kemungkinan besar mengalami stomach flu (flu perut).

Apabila flu perut yang menjadi penyebab sakit perut ini disertai dengan demam dan hilangnya nafsu makan, si kecil dapat dengan cepat mengalami dehidrasi. Maka dari itu, penting untuk terus memberikan kebutuhan cairan kepada si kecil. Anda dapat terus memberikan susu formula atau ASI untuk membantu pemulihan.

Mengamati kondisi kesehatan anak di bawah usia satu tahun bisa jadi cukup rumit. Namun, dengan mengamati setiap gejala yang ditunjukkan dan selalu berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat terbantu dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan yang terjadi pada si kecil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Bayi Kolik dan Menangis Berjam-jam Tanpa Henti

Menangis adalah hal yang normal dilakukan bayi, tetapi jika ia menangis sepanjang waktu, ini biasa disebut dengan kolik. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Anak Sering BAB di Celana? Bisa Jadi Gejala Enkopresis Fungsional

Enkopresis fungsional atau disebut juga dengan inkontinensia fekal adalah keluarnya feses secara tidak sengaja. Apakah penyebabnya? Bagaimana gejalanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina

Kolik

Kolik adalah kondisi saat bayi menangis terus menerus tanpa penyebab yang jelas dan tak bisa dihentikan. Sebenarnya, apa penyebab bayi kolik?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apakah Aman Mengatasi Kolik Bayi Dengan Akupuntur?

Penelitan mengungkapkan bahwa akupuntur dapat frekuensi tangisan bayi atau kolik. Tapi apakah aman menggunakan akupuntur pada bayi untuk mengatasi kolik?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn

Direkomendasikan untuk Anda

perut kembung pada anak

Tips Jitu Atasi Perut Kembung pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
ruam bayi

Ketahui Faktor Penyebab Ruam pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020
asi terlalu banyak

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019
Kolik pada bayi

Kupas Tuntas Kolik Pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2018