Si Kecil Diare, Apakah Perlu Minum Antibiotik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi dan balita sering mengalami diare. Namun bukan berarti Anda boleh meremehkan penyakit saluran pencernaan yang satu ini. Diare bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Anak diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun parasit. Lantas, bolehkah memberikan obat antibiotik untuk obat diare anak?

Sekilas tentang diare pada anak Indonesia

Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur feses yang cair.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa tinggi badan anak yang terkena diare saat berusia 6 bulan-2 tahun lebih pendek 2,5 cm dari anak-anak lain seusianya yang sehat. Penyusutan tinggi badan ini bisa jadi masalah permanen jika diare tidak ditangani dengan baik.

Terlebih, menurut data Riskesdas Kemenkes tahun 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan balita (25,26%) di Indonesia. Diare pun menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian anak di seluruh dunia.

Kapan orangtua boleh memberikan obat antibiotik untuk anak diare?

Seperti yang telah disebutkan di atas, diare pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit yang menyerang saluran pencernaan. Namun sebelum memberikan antibiotik anak untuk obat diare, Anda harus memperhatikan dulu apa gejala diarenya.

Diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit biasanya menampakkan gejala feses cair yang berdarah akibat adanya peradangan pada usus. Sementara itu, diare yang disebabkan oleh virus juga mengakibatkan feses bertekstur cair, namun tidak berdarah karena tidak terjadi peradangan.

Akan tetapi, sebenarnya lumayan sulit untuk bisa menentukan apa penyebab diare hanya dengan melihat gejala yang kasat mata. Untuk diagnosis yang lebih pasti, bawalah anak ke dokter untuk diperiksa dan diambil sampelnya. Tes laboratorium dapat secara akurat menentukan apa yang menyebabkan anak diare.

Ketika diperiksa di dokter, sampel feses anak yang diare akibat bakteri atau parasit dapat ditemukan adanya leukosit (sel darah putih). Sebaliknya, diare yang disebabkan oleh virus tidak terlihat leukosit dalam sampel fesesnya.

Ketika dokter mengetahui bahwa penyebab diare pada anak adalah infeksi bakteri, barulah dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk menyembuhkan penyakitnya. Karena antibiotik adalah anti-bakteri, infeksi virus tidak dapat diobati oleh antibiotik. Beberapa parasit penyebab diare bisa diobati dengan antibiotik anak, khususnya jika disebabkan oleh parasit Giardia intestinalis. Jika diare anak disebabkan oleh infeksi parasit jenis lainnya, dokter akan meresepkan obat lain.

Oleh karena itu, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai kondisi anak Anda.

Tips merawat anak yang sakit diare

Diare seringnya menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak bayi dan balita. Dehidrasi bahkan lebih rentan terjadi jika anak juga demam tinggi saat diare. Dehidrasi ditandai dengan mata yang terlihat cekung atau kulit yang tidak elastis ketika dicubit.

Selain memberikan obat diare untuk anak sesuai petunjuk dokter, orangtua harus memastikan anak tetap mendapat asupan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Berikan air putih atau minuman elektrolit, namun jangan berikan soda atau jus buah.

Bila anak diare terlanjur mengalami dehidrasi, harus segera ditangani dalam waktu 4-6 jam. Si kecil dapat diberikan minum oralit atau lewat infus di dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

Bakteremia merupakan kondisi medis yang menggambarkan adanya bakteri di dalam darah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berujung fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat infeksi saluran kencing

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit