home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain dari Makanan, Berikut Faktor yang Bisa Bantu Meningkatkan Imunitas Anak

Selain dari Makanan, Berikut Faktor yang Bisa Bantu Meningkatkan Imunitas Anak

Imunitas atau sistem imun berperan penting dalam menjaga si kecil dari serangan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Apabila imunitas lemah, anak akan mengalami berbagai macam penyakit. Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas anak adalah dengan asupan nutrisi dari makanan. Namun, terkadang nutrisi dari makanan saja belum cukup. Anda perlu mendorong anak untuk mau melakukan hal berikut yang bermanfaat bagi sistem imun. Apa saja di antaranya?

Meningkatkan imunitas anak selain dengan nutrisi dari makanan

Sistem imun dibentuk oleh organ, sel, dan protein yang bekerja secara sinergis. Terdapat dua jenis sistem imun atau imunitas anak yang perlu Anda ketahui.

  • Imunitas bawaan. Sistem imun sudah terdapat di dalam tubuh sejak Anda dilahirkan.
  • Imunitas yang didapat. Anda membuat sistem imun tertentu ketika tubuh terpapar mikroba atau senyawa yang berasal dari mikroba tertentu.

Imunitas anak akan terbentuk secara alami. Akan tetapi tetap diperlukan upaya untuk menjaganya tetap aktif dan kuat dalam melawan berbagai serangan bakteri atau virus.

Selain mengonsumsi makanan sebagai sumber nutrisi, terdapat beberapa faktor lain yang dapat membantu meningkatkan imunitas anak.

Ajak anak untuk olahraga atau aktif bergerak

sistem imun manusia sehat keluarga

Sekarang ini, anak mudah terpaku dengan teknologi atau asik sendiri hingga berjam-jam dengan bermain smartphone. Memang tidak selamanya merugikan, tetapi Anda tetap perlu mengatur keseimbangan antara bermain gim dan olaharaga atau lebih tepatnya tetap aktif bergerak.

Seperti yang dilansir dari laman Medlineplus.gov, aktif bergerak dapat membantu anak mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga tulang agar tetap sehat serta kuat.

Beberapa teori pun mengatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan imunitas anak dalam melawan jenis penyakit tertentu. Salah satunya adalah olahraga atau aktivitas fisik menyebabkan perubahan pada antibodi dan sel darah putih anak.

Sel darah putih merupakan sistem imun anak yang berguna untuk melawan penyakit.

Mengajarkan dan mendorong anak untuk rutin mencuci tangan

mencegah anak terserang flu

Sentuhan pada permukaan apapun menularkan hingga 80% penyebab infeksi. Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan baik dan benar setelah bersin, batuk, atau dari toilet.

Mencuci tangan selama 20 detik dapat mengusir bakteri dan virus penyebab penyakit serta menurunkan risiko infeksi paru-paru hingga 45 persen.

Mendapat tambahan nutrisi dari susu formula

sistem kekebalan tubuh

Sebuah penelitian dari American Academy of Pediatric menemukan, anak yang mengonsumsi susu formula yang mengandung prebiotik, PDX, GOS (polydextrose dan galactooligosaccharide), dan beta-glucan meningkatkan sel darah putih sehingga mendapat sebuah mekanisme antiradang atau meningkatkan sel imun dalam tubuh. Hal ini berhubungan dengan menurunnya risiko dan durasi infeksi saluran pernapasan akut.

Tidak selamanya anak mendapat asupan nutrisi seimbang dari makanan yang ia konsumsi. Oleh karena itu, tambahan nutrisi dari suplemen, contohnya susu formula, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang bermanfaat juga untuk meningkatkan imunitas anak.

Mendidik kebiasaan tidur yang baik

Adiane Lioudis, MD, dokter anak dari Cleveland Clinic menyampaikan bahwa untuk mendorong imunitas, anak perlu mendapat waktu tidur yang cukup.

Kebutuhan tidur anak dibedakan oleh usia, yaitu usia 3-5 tahun membutuhkan tidur antara 10 dan 13 jam serta 6-13 tahun antara 9 dan 11 jam.

Ketika kekurangan tidur, tubuh akan mengalami gangguan dalam memproduksi sitokin yang berguna untuk membantu melawan infeksi dan mengurangi peradangan.

Tertawa bersama

manfaat bilingual untuk anak

Dilansir dari Verywellfamily.com, penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat meningkatkan fungsi imunitas dengan cara menambah produksi sel antibodi dan membuatnya lebih efektif menjaga tubuh, termasuk pada anak.

Ditambah lagi, tertawa telah terbukti dapat menurunkan hormon stres karena meningkatkan hormon bahagia, seperti endorfin.

Menyediakan berbagai jenis makanan sebagai sumber nutrisi tetap harus dilakukan demi menjaga sistem imun. Di samping itu, terdapat faktor-faktor seperti yang telah dijelaskan yang tak kalah penting dalam membantu meningkatkan imunitas anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stanfordchildrens.org. (2019). The Immune System – Stanford Children’s Health. Retrieved April 7, 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=all-about-the-immune-system-90-P01665

Health Essentials from Cleveland Clinic. (2017, February 3). 5 Ways to Boost Your Child’s Immune System for Life. Retrieved April 7, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/want-boost-childs-immune-system-5-tips/

Lee, K. (2019). 7 Best Ways to Improve Your Family’s Immunity. Retrieved April 7, 2020, from https://www.verywellfamily.com/best-ways-to-boost-kids-immune-system-620562

Vorvick, L. J., Zieve, D., & Conaway, B. (2015). Exercise and immunity: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved April 7, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/007165.htm

Li, F., Jin, X., Liu, B., Zhuang, W., & Scalabrin, D. (2014). Follow-up formula consumption in 3- to 4-year-olds and respiratory infections: an RCT. Pediatrics133(6), e1533–1540. https://doi.org/10.1542/peds.2013-3598

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal diperbarui 16/04/2020
x