Bolehkah Anak Kecil Pakai Deodoran untuk Usir Bau Badannya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Bau badan anak biasanya mulai muncul begitu mereka memasuki usia puber. Selain itu, ada banyak hal lainnya yang dapat menyebabkan anak bau badan — misalnya karena makanan atau kebersihan tubuh dan pakaiannya yang kurang baik. Kalau sudah begini, bolehkah menghilangkan bau badan pakai deodoran untuk anak?

Menghilangkan bau badan anak pakai deodoran, apa boleh?

Pubertas menyebabkan berbagai perubahan fisik dalam diri anak Anda. Mereka tumbuh lebih tinggi, anak perempuan mulai mengembangkan payudara, dan suara anak remaja laki-laki sudah mulai berat dan nge-bass. Pubertas juga membuat anak-anak mulai menumbuhkan rambut-rambut halus di tubuh. Seiring dengan pertumbuhan rambut ketiak, Anda mungkin akan mencium bau badan anak yang khas dan berbeda dari biasanya.

Masa puber anak perempuan biasanya terjadi antara usia 8 dan 13 tahun, sementara anak laki-laki mulai ketika di antara 9 dan 14 tahun. Namun dilansir dari Kids Health, sebenarnya tidak ada batasan umur khusus kapan anak harus atau boleh mulai menggunakan deodoran untuk mengusir bau badannya.

Jika anak Anda merasa cemas atau khawatir akan keringat dan bau badannya, Anda dapat merekomendasikan mereka untuk muai memakai deodoran. Deodoran menyingkirkan bau keringat dengan menutupinya, sementara fitur antikeringat (antiperspirant di label) bekerja menghentikan atau mengeringkan keringat.

Sekali lagi, tidak ada usia khusus kapan anak-anak dapat mulai menggunakan deodoran, tetapi mereka harus membaca dan mengikuti petunjuk pemakaiannya. Beberapa deodoran bekerja lebih baik jika digunakan di malam hari, sementara yang lain merekomendasikan penggunaan di pagi hari.

Memilih deodoran untuk anak yang aman

Tidak banyak deodoran di pasaran yang khusus dirancang untuk anak, maka Anda mungkin perlu mempertimbangkan menggunakan produk yang dipasarkan untuk ABG atau remaja.

Selain memilih produk yang sesuai usia, jangan lupa untuk membaca label keterangan pada kemasan deodoran untuk anak. Hindari bahan-bahan yang mengandung aluminium klorida, aluminium zirkonium, paraben dan propylene glycol yang bisa menyempitkan dan menghentikan kelenjar keringat,

Kemudian sebelum anak menggunakan deodoran, sebaiknya Anda baca dulu aturan pakai yang tertera pada kemasan. Lalu, ajari anak cara pemakaiannya dan tunjukkan di mana sebaiknya deodoran disimpan. Bila deodoran untuk anak menyebabkan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian.

Alternatif lain yang lebih aman adalah dengan meracik deodoran alami Anda sendiri di rumah. Yang perlu Anda lakukan adalah mencampurkan 1/4 cangkir baking soda dan bubuk garut dengan 4 sendok makan minyak kelapa, serta 1/4 sendok teh minyak esensial (seperti tea tree oil atau minyak lavender). Kemudian aduk sampai rata sambil dipanaskan kemudian tempatkan ke dalam wadah yang bisa ditutup rapat.

Jangan cuma pakai deodoran untuk menghilangkan bau badan anak

Meski begitu, penggunaan deodoran saja tidak cukup untuk menghilangkan bau badan anak. Dilansir dari Parents, Wendy Sue Swanson, M.D., konselor keluarga sekaligus dokter anak di Seattle Children’s Hospital, berpendapat bahwa orangtua tetap harus mengajari dan memberi tanggung jawab kepada anak untuk selalu menjaga kebersihan tubuhnya.

Beberapa prinsip kebersihan diri yang perlu Anda ajarkan pada anak, termasuk:

  • Mandi setiap hari — khususnya di pagi hari
  • Mandi setelah olahraga atau kegiatan yang memicu keringat lainnya
  • Mencuci seluruh bagian tubuh, termasuk ketiak, alat kelamin, dan kaki saat mereka mandi
  • Mengenakan pakaian dalam, kaus kaki, dan pakaian yang bersih setiap hari
  • Mengenakan pakaian berbahan katun longgar yang dapat membantu menyerap keringat
  • Memakai deodoran

Orangtua juga perlu lebih jeli lagi memperhatikan apa yang anak mereka makan. Pasalnya beberapa makanan diketahui bisa memicu munculnya bau badan, seperti bawang putih.

Deodoran tidak akan bekerja efektif pada bau badan yang disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu. Maka, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk cari tahu penyebab dan pengobatannya jika bau badan anak tetap saja muncul meski sudah melakukan berbagai cara di atas.

Baca Juga:

Sumber