6 Nutrisi Alami yang Bisa Meningkatkan Konsentrasi Anak Autisme

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat kita fokus dan berkonsentrasi pada satu hal, maka hal-hal lain yang ada di sekitar bisa kita abaikan dengan mudah. Hal ini sangat mudah untuk dilakukan anak yang normal. Namun, tidak bagi anak dengan autisme. Tak hanya sulit dalam berkomunikasi, anak dengan autisme juga tidak bisa fokus akan suatu hal, khususnya yang tak mereka sukai. Lalu bagaimana cara meningkatkan konsentrasi anak dengan autisme?

Tentunya, sebagai orangtua Anda harus rajin melatih dan merangsang fokusnya. Berlatih memang perlu, tetapi zat gizi juga tak kalah penting dalam membantu meningkatkan fokus si kecil. Zat gizi apa saja yang dibutuhkan anak dengan autisme agar konsentrasinya meningkat?

Nutrisi makanan yang bisa meningkatkan konsentrasi anak dengan autisme

Ada berbagai cara meningkatkan konsentrasi pada anak autisme, selain melatih dan merangsang kemampuan belajarnya, Anda juga dapat memberikan makanan yang mengandung bermacam-macam zat gizi yang ia butuhkan. Zat gizi seperti apa saja yang ia butuhkan agar konsentrasinya meningkat?

1. Glutation

Glutation adalah jenis asam amino yang terdiri dari glycine, glutamic acid, dan cysteine. Zat ini berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai racun yang masuk ke dalam tubuh. pada beberapa penelitian disebutkan jika anak dengan autisme cenderung memiliki kadar glutation yang lebih rendah ketimbang anak normal lainnya.

2. Asam folat (Vitamin B9)

Cara meningkatkan konsentrasi si kecil lainnya adalah dengan memberikan makanan yang mengandung asam folat tinggi. Asam folat ini dipercaya sebagai salah satu zat gizi yang diperlukan anak dengan autisme.

Penelitian menunjukkan bahwa metabolisme asam folat pada anak dengan autisme berbeda sehingga anak membutuhkan asam folat tambahan dari konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung asam folat. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa suplementasi asam folat pada anak dengan autisme menunjukkan perbaikan gejala autisme.

3. Tiamin (Vitamin B1)

Rata-rata kelompok vitamin B ini bermanfaat untuk kesehatan otak dan mental, salah satunya adalah tiamin. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of International Medical Research, menyatakan bahwa vitamin ini berperan penting dalam pengiriman sinyal pada sistem saraf. Maka dari, itu, vitamin B1 dianggap dapat membantu anak dengan autisme untuk lebih berkonsentrasi dalam belajar.

makanan untuk penderita lupus

4. Kobalamin (Vitamin B12)

Para ahli percaya bahwa kekurangan vitamin B12 adalah salah satu faktor risiko terjadinya autisme pada anak. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ibu yang kekurangan vitamin B12 saat hamil berisiko untuk memiliki anak dengan gangguan perkembangan mental, salah satunya adalah autisme.

Maka dari itu, pemberian vitamin B12 pada anak dengan autisme dipercaya dapat membantu memaksimalkan perkembangan kemampuan belajarnya, termasuk konsentrasi.

5. Magnesium

Magnesium adalah mineral yang diandalkan untuk membuat kerja otak lebih baik. Sama seperti vitamin-vitamin sebelumnya, mineral ini juga memiliki peran dalam kerja sistem saraf. Sebagian peneliti percaya bahwa dengan memberikan suplemen magnesium, dapat membantu anak dengan autisme tumbuh dan berkembang dengan lebih baik – meski hal ini masih harus diteliti lebih lanjut.

6. Zinc

Zinc juga merupakan mineral yang jumlahnya dianggap kurang pada anak dengan autisme. Dalam berbagai penelitian disebutkan jika ibu yang kurang mengonsumsi asupan makanan zinc, berpotensi melahirkan anak yang mengalami sindrom perkembangan mental, seperti autisme. Karena itu, beberapa penelitian menyatakan bahwa pemberian suplemen zinc dianggap dapat membantu pertumbuhan anak dengan kebutuhan khusus, seperti autisme.

Dari mana saya bisa mendapatkan semua zat gizi tersebut?

Tentunya, dengan mengonsumsi berbagai makanan yang bervariasi setiap harinya membuat kebutuhan gizi si kecil terpenuhi dengan mudah. Semua zat gizi yang sebelumnya disebutkan, bisa Anda temukan di sayur-sayuran, buah, makanan sumber protein hewani seperti daging merah dan daging ayam, serta makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan.

Selain itu, cara meningkatkan konsentrasi anak dengan autisme lainnya adalah dengan memberikannya suplemen, agar semua nutrisi tersebut terpenuhi. Tentunya, Anda harus memilih suplemen yang aman dan alami.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit