4 Cara Atasi Anak Pilek Akibat Cuaca Tidak Menentu

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah si kecil terus-terusan bersin dan menarik ingusnya? Jangan-jangan ia kena pilek alergi. Di cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, ibu perlu siap segala cara untuk mengatasi pilek alergi pada anak.

Mengapa pilek alergi bisa terjadi pada anak

Pernah bertanya, kenapa anak bisa terkena pilek alergi? Sebagai orangtua rasanya tidak tega melihat si kecil bersin dan terus menyeka ingus yang keluar. Perlu Anda ketahui, sebagian anak mungkin saja mengalami pilek alergi akibat cuaca tidak menentu.

Pilek alergi atau rhinitis alergi (hay fever) terjadi ketika seseorang menghirup alergen, sehingga tubuh merespons partikel atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.

Ketika alergen masuk, salah satu respons tubuh adalah mengeluarkan zat kimia yang disebut histamin di dalam pembuluh darah. Histamin yang dilepaskan di dalam tubuh menimbulkan reaksi alergi.

mengatasi pilek alergi pada anak

Jika dikaitkan dengan cuaca yang tidak menentu, terkadang panas dan hujan, sangat mungkin anak mengalami pilek alergi. Ketika panas, polusi seperti partikel-partikel kecil yang berterbangan di udara mungkin saja membuat si kecil terkena pilek alergi.

Selain itu, hujan dan lembap juga meningkatkan pertumbuhan jamur, debu, dan tungau baik di dalam ataupun di luar ruangan. 

Partikel-partikel ini bisa berterbangan di dalam ruangan dan menempel pada perabot rumah termasuk kasur dan bantal, sehingga dengan mudah terhirup oleh anak. Di sini, ibu perlu menerapkan cara mengatasi pilek alergi pada anak.

Ketika partikel-partikel masuk ke dalam tubuh, maka timbul reaksi alergi atau gejala pilek alergi seperti di bawah ini.

  • Bersin
  • Gatal pada hidung dan tenggorokan
  • Hidung mampet dan meler
  • Batuk-batuk
  • Sebagian anak mengalami mengi (nada tinggi saat bernapas) dan sulit bernapas, sehingga memicu terjadinya asma

Maka itu, ibu perlu mengatasi kondisi pilek alergi pada anak sesegera mungkin. Dengan begitu, ia bisa ceria saat kembali beraktivitas.

Mengatasi pilek alergi pada anak

Tak perlu cemas, pilek alergi dapat dikelola sehingga gejala tidak berlangsung terus-menerus pada si kecil. Anda bisa mengatasi pilek alergi pada si kecil dengan beberapa cara berikut.

1. Minum obat

Mengatasi pilek alergi pada anak bisa dilakukan dengan memberikan obat pilek alergi. Anda bisa memilih obat dengan kandungan phenylepherine untuk meredakan gejala pilek alergi pada anak.

Dalam penelitian International Journal Of Generalkandungan dekongestan tersebut sangat direkomendasikan untuk membantu melegakan pernapasan pada anak.

Obat khusus mengatasi masalah pernapasan ini bisa dikonsumsi anak-anak, karena tidak memberi efek samping pada lambung. Tetap baca aturan pakai, supaya obat dapat bekerja secara optimal untuk menuntaskan pilek alergi pada si kecil.

2. Mengganti seprai, selimut, dan sarung bantal

Tungau dan debu sangat mungkin hinggap pada kasur dan bantal anak. Maka itu, untuk mengatasi pilek karena alergi tungau pada anak, Anda bisa mengganti seprai dan sarung bantal yang berbahan material sintetis. 

Debu dan tungau bisa bertahan hidup di dalam air sabun yang hangat, Anda perlu mencuci seprei dan sarung bantal setiap minggu, selimut dua sampai tingga minggu. Cucilah dengan air panas dan keringkan di tempat pengering pakaian dengan suhu terpanas.

Sementara itu, bantal perlu diganti dua atau tiga tahun sekali. Dengan begitu, Anda bisa mencegah perkembangan tungau dan debu.

3. Membersihkan mainan anak

main boneka saat dewasa

Tidak hanya pada perabot atau kasur anak, tungau dan debu juga menempel pada boneka yang suka mereka peluk saat tidur. Bila memungkinkan, ibu bisa menggantinya dengan mainan baru yang terbuat dari plastik.

Namun, jika si kecil menolak, ibu bisa mencuci bonekanya dua hari sekali dan mengeringkan di mesin cuci pada suhu paling panas agar tungau mati.

Cara lain membersihkan mainan anak adalah dengan memasukkan mainan ke dalam kantong plastik yang tersegel (sealed) dan meletakkannya di freezer lima jam atau semalaman seminggu sekali. Tungau dan debu tidak dapat bertahan lebih dari lima jam pada suhu beku.

Setelahnya, Anda bisa membilas mainan di air hangat dan memasukkannya ke dalam pengering untuk menyingkirkan tungau yang sudah mati. Ini salah satu cara yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi pilek alergi pada anak.

4. Jangan memasang humidifier

cairan antiseptik diffuser

Humidifier di satu sisi memang bisa melegakan jalan pernapasan. Sayangnya, di sisi lain belum tentu. Jika anak mengalami pilek alergi, alangkah baiknya tidak memasang humidifier.

Humidifier membuat ruangan jadi lebih lembap, sehingga memungkinkan tungau, jamur, dan debu untuk berkembang. Tetap terapkan langkah-langkah sebelumnya untuk mengatasi pilek alergi pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

obat pilek anak

7 Pilihan Obat Pilek untuk Anak yang Terbukti Aman dan Manjur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2019 . Waktu baca 7 menit
anak sering sakit demam setelah vaksin hib

Kenapa Si Kecil Sering Sakit dan Demam? (Plus Tips Cepat Mengatasinya)

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 April 2019 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
mengatasi pilek pada bayi saat liburan

5 Tips Ampuh Mengatasi Pilek Pada Bayi Saat Liburan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Mei 2018 . Waktu baca 12 menit