Tips Membersihkan Mainan Si Kecil agar Tidak Jadi Sarang Kuman

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mengondisikan lingkungan atau ruang bermain yang aman dan bersih adalah kewajiban Ibu sebagai orang tua. Selain itu, si Kecil pasti memiliki banyak mainan, entah itu boneka, robot-robotan, mobil-mobilan, dan sebagainya. Apakah Ibu sudah memastikan kebersihan mainan yang digunakan si Kecil? Membersihkan mainan anak merupakan hal yang perlu dilakukan secara rutin karena mainan dapat menyimpan kuman tanpa Ibu sadari. Berikut tips untuk membersihkan mainan si Kecil dengan benar agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri.

Membersihkan mainan anak sesuai jenisnya

Seringkali mainan si Kecil terletak di lantai, terkena air liur, dan yang paling mengkhawatirkan adalah ia suka memasukkannya ke dalam mulut.

Dengan demikian, mainan si Kecil rentan akan kuman yang dapat menyebabkan sakit. Tak hanya kuman, virus penyebab pilek dan flu dapat juga menempel pada mainan si Kecil.

Mainan si Kecil memiliki berbagai macam bentuk dan dibuat dari bahan yang berbeda-beda juga. Oleh karena itu, Ibu perlu teliti dalam membersihkan mainan anak.

Boneka atau mainan berbahan kain

Boneka atau sebagian besar mainan yang dibuat dari kain dapat cepat kotor dan dengan mudah disinggahi oleh kuman.

Beberapa jenis kain mungkin dapat dibersihkan hanya dengan mesin cuci atau mungkin hanya dicuci biasa saja. Namun, beberapa jenis lainnya tidak demikian.

Jika tertera keterangan bahwa mainan dapat dicuci dengan mesin, gunakan detergen yang ringan atau khusus untuk pakaian bayi. Ibu dapat menambahkan satu cangkir cuka untuk mengusir bakteri.

Apabila untuk membersihkan mainan anak perlu dicuci dengan manual atau dengan tangan, cuci secara perlahan dengan deterjen ringan dan keringkan dengan cara dijemur.

Mainan berbahan plastik

Sebagian besar mainan si Kecil terbuat dari plastik dan biasanya dapat dibersihkan cukup dengan menggunakan sabun untuk peralatan makan. Ibu juga direkomendasikan untuk mencucinya menggunakan air hangat.

Mainan berbahan plastik yang diwarnai dengan cat yang tidak memiliki kualitas baik biasanya akan luntur. Ibu perlu berhati-hati karena si Kecil memiliki kebiasaan memasukkan segala benda ke dalam mulut, termasuk mainan.

Untuk itu, selain harus membersihkan mainan anak, Ibu perlu melihat kualitas mainan yang akan diberikan, terutama mainan plastik.

Mainan karet atau silikon

Mainan lentur berbahan dasar karet juga dapat ditempati oleh kuman penyebab penyakit. Untuk itu Ibu perlu teliti dalam membersihkan mainan untuk anak ini.

Dikarenakan karet akan meleleh apabila dibersihkan dengan cara direndam dalam air mendidih (tidak seperti botol bayi), Ibu dapat menggunakan campuran 1:1 (satu banding satu) antara air dan cuka untuk membersihkan mainan si Kecil ini. Setelah itu biarkan selama beberapa menit, lalu bilas dan keringkan.

Ibu tentu dapat menggunakan air hangat, tetapi harus disertakan menggunakan sabun dan ditambah sampo bayi, detergen ringan, atau cairan antiseptik. Setelah 30 menit, bilas dengan air bersih dan keringkan.

Usahakan untuk tidak memberikan mainan si Kecil yang digunakan secara bersamaan. Berikan mainan secara masing-masing.

Perlu diingat jika Ibu akan membeli atau memberi sebuah mainan pada si Kecil, cari tahu apakah dapat dicuci atau tidak, Jika tidak, sebaiknya hindari jenis mainan tersebut.

Saat si Kecil selesai bermain, ambil mainan dan segera ambil dan simpan di tempat yang jauh dari jangkauan. Ibu dapat mencucinya ketika memiliki waktu senggang.

Rutin membersihkan mainan untuk anak merupakan salah satu cara untuk menjauhkan si Kecil dari penyakit. Gunakan cara mencuci sesuai dengan jenis mainan si Kecil agar dapat benar-benar bebas dari kuman, virus dan bakteri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Buat Sendiri 3 Mainan Ini Agar Anak Makin Betah Bermain di Rumah

Tidak selalu beli, Anda bisa membuat mainan anak dengan barang-barang yang tersedia di rumah. Yuk, lihat apa saja dan bagaimana cara membuatnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 17 November 2018 . Waktu baca 4 menit

7 Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak Dengan Autisme

Memilih permainan untuk anak autisme ataupun berkebutuhan khusus memang bisa dibilang gampang-gampang susah. Cari tahu tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Perkembangan dan Perilaku, Kesehatan Anak, Parenting 29 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

Fidget Spinner, Benarkah Bermanfaat Buat Kesehatan?

Mungkin Anda membeli fidget spinner karena percaya mainan ini bisa menghilangkan stres. Apa benar bermanfaat, atau jangan-jangan cuma iklan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Agustus 2017 . Waktu baca 11 menit

Fidget Spinner Dapat Membantu Anak Dengan ADHD, Benarkah?

Belakangan ini sedang tren mainan bernama fidget spinner. Dan, ternyata manfaat fidget spinner sangat banyak, termasuk untuk anak ADHD. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan, Informasi Kesehatan 7 Juli 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mainan anak untuk ngabuburit menunggu buka puasa

5 Permainan Bersama Anak untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
mainan anak laki-laki / permainan anak laki-laki

Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 8 menit
bahaya mainan slime

Ortu Perlu Tahu: Mainan Slime Timbulkan Risiko Gangguan Pencernaan Pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit
permainan anak tradisional

Katanya, Anak Lebih Baik Main Permainan Tradisional Ketimbang Gadget?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit