Apakah Normal Jika BAB Anak Usia 2 Tahun Berwarna Hijau?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Feses berwarna hijau ketika BAB (buang air besar) dapat terjadi pada anak yang berusia kurang atau lebih dari 2 tahun. Sebagian ibu mungkin belum mengetahui penyebab hal ini terjadi. Oleh karena itu, untuk tahu apakah pencernaan anak sehat atau tidak, ibu harus sering memperhatikan kondisi kesehatan yang dialami anak. Berikut penjelasan mengenai kondisi kesehatan anak ketika memiliki feses yang berwarna hijau.

Mempelajari alasan di balik BAB anak yang berwarna hijau

Dalam kondisi normal, feses berwarna cokelat disebabkan oleh pigmen yang bernama bilirubin. Bilirubin dibuat di organ hepar. Awalnya bilirubin berwarna hijau kekuningan. Dari hepar, zat ini dikeluarkan ke usus kecil bersamaan dengan makanan. Saat zat ini berjalan melalui usus dan dipecah oleh tubuh kita, maka warna berubah menjadi cokelat.

Hanya saja, sebagian pewarna alami yang terdapat dalam makanan tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh. Oleh sebab itu, berbagai jenis makanan dapat memengaruhi warna feses.

Khusus untuk feses yang berwarna hijau pada BAB anak usia 2 tahun, berikut beberapa kemungkinan yang dapat memengaruhi atau menjadi penyebabnya.

Mengonsumsi makanan berwarna hijau

bab warna hijau

Secara logika, penyebab pertama ini mungkin yang paling mudah untuk dimengerti. Makanan yang memiliki warna hijau alami seperti bayam dan brokoli, termasuk sayuran dengan pewarna alami.

Ketika feses anak berwarna hijau disebabkan karena mengonsumsi sayuran, ibu tidak perlu khawatir. Sayuran hijau kaya akan klorofil yang merupakan pigmen yang memberi warna pada sayur.

Jika hanya mengonsumsi sayuran dalam jumlah kecil, feses mungkin tidak akan berubah warna hijau. Perubahan warna feses akan terjadi jika mengonsumsi jumlah yang besar dan hal ini tak hanya berlaku pada sayuran berwarna hijau saja.

Sayuran dengan warna merah, ungu, atau kuning pun dapat menyebabkan BAB berwarna hijau.

Diare

bab warna hijau

Diare termasuk gangguan saluran cerna yang umum dialami oleh anak, termasuk yang berusia dua tahun. Namun apabila saat diare, feses terlihat berwarna hijau, ibu perlu mulai waspada. Apalagi jika hal ini berlangsung selama beberapa hari.

Agar diare tidak menyebabkan komplikasi, ibu perlu memperhatikan gejala dehidrasi pada si kecil, seperti:

  • Jarang atau berhenti buang air kecil
  • Bibir kering atau pecah-pecah
  • Kulit kering atau gatal-gatal
  • Lemah atau lesu
  • Tidak mengeluarkan keringat
  • Air mata saat menangis sedikit
  • Air urine berwarna gelap

Sebagai upaya pencegahan dehidrasi, ibu dapat memberikan minuman dengan kandungan elektrolit, seperti air kelapa. Karena saat diare, selain kehilangan cairan dalam tubuh, dapat juga terjadi kehilangan elektrolit. Selain itu, jangan lupa untuk terus mendorong anak minum air putih.

Diare pada umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus. Namun, untuk menghindari masalah yang lebih serius, ibu tetap perlu waspada akan setiap gejala. Segera menemui dokter atau ahli medis apabila diare berlangsung lebih dari biasanya, apalagi jika ada tanda-tanda dehidrasi.

Jadi, apakah BAB berwarna hijau itu berbahaya atau normal?

Penting untuk diingat bahwa perubahan warna pada feses bersifat sementara. Ketika penyebab perubahan warna feses sudah tidak terdapat dalam sistem tubuh, feses seharusnya kembali lagi menjadi normal, yaitu berwarna kecokelatan.

Tentu hal ini termasuk ketika BAB si kecil berwarna hijau. Ketika ibu beralih memberikan sumber serat selain sayuran hijau atau diare yang dialami si kecil sudah pulih, feses akan kembali normal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa BAB berwarna hijau pada anak 2 tahun merupakan hal yang cukup normal terjadi dan tidak perlu dianggap merupakan sebuah ancaman.

Di sisi lain, ibu tetap harus memastikan kebutuhan asupan serat harian anak terpenuhi agar kesehatan pencernaannya terjaga dengan baik.

Apabila mengalami keraguan atau tetap khawatir akan kondisi kesehatan anak, ibu tetap dianjurkan untuk meminta saran dan pertolongan dari dokter atau ahli medis.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Normalkah Jika Feses Anak Berwarna Pucat Keabu-abuan?

Feses anak dapat berubah dari kuning cerah menjadi cokelat dan hijau. Ini normal terjadi. Bila feses anak berwarna abu-abu, normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 28 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Sebaiknya Kapan Anak Perlu Melakukan Pemeriksaan Feses?

Masalah pada sistem pencernaan anak kadang tidak bisa dideteksi secara kasat mata. Salah satu cara yang bisa membantu yakni melalui pemeriksaan feses anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

BAB Anak Tiba-tiba Berwarna Hijau, Apakah Ini Normal?

Para orang tua pastinya khawatir jika warna feses anaknya berubah. Nah, berikut penjelasannya mengapa BAB anak jadi warna hijau.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 18 April 2019 . Waktu baca 5 menit

3 Hal Penting yang Menentukan Warna Feses Anda

Ada kalanya warna feses berubah-ubah. Terkadang kuning, cokelat, bahkan merah. Tak perlu panik, berikut hal-hal yang biasanya menentukan warna feses.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 26 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat BAB berdarah

Pilihan Obat dan Perawatan BAB Berdarah Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
warna feses berwarna hijau

5 Penyebab Warna Feses Berwarna Hijau, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
feses berbusa bab berbusa

Penyebab BAB Berbusa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
anak sembelit

Anak Suka Mengejan Saat BAB, Waspada Gejala Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit