Apakah Alergi Susu Sapi Dapat Disembuhkan?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Menjadi pertanyaan banyak orangtua, apakah bayi yang memiliki alergi susu sapi bisa sembuh atau tidak. Sama seperti anak atau orang dewasa lainnya, alergi bisa timbul pada bayi dan memiliki reaksi yang kurang lebih sama. 

Bagi para ibu yang memiliki kekhawatiran soal alergi pada bayi, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal alergi yang mungkin dialami bayi

Alergi merupakan respon dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing. Sistem kekebalan bertugas untuk menjaga kesehatan tubuh dengan melawan bakteri patogen. Alergen yang dipandang sebagai zat asing (yang sebenarnya tidak berbahaya), umumnya menyebabkan peradangan, bersin, atau beberapa gejala lainnya.

Alergi yang terjadi pada bayi tak hanya dari susu sapi saja, tetapi dari obat-obatan, lingkungan, maupun alergi musiman. Reaksi alergi akan muncul setelah bayi terpapar oleh alergen terkait.

Berikut ulasan jenis alergi yang mungkin dialami oleh bayi Anda.

1. Alergi susu sapi

berapa banyak susu formula untuk bayi

Bayi yang mengalami alergi protein susu sapi, tubuhnya mengalami reaksi saat menerima asupan susu formula. Karena susu sapi akan jadi kebutuhan di masa depan, tak sedikit ibu bertanya apakah alergi susu sapi pada bayi bisa sembuh.

Biasanya alergi susu formula berbasis susu sapi memiliki gejala umum seperti:

  • muntah
  • kulit gatal dan ruam
  • penurunan nafsu makan
  • diare disertai dengan feses yang berdarah
  • kolik

Ini terjadi karena tubuh melihat protein susu sapi yang masuk sebagai alergen. Atas kondisi ini, tubuh mengeluarkan reaksi dari antibodi yang dihasilkan sehingga berakibat pada timbulnya gejala alergi. Pastinya orangtua ingin tahu apakah ada cara agar bayi bisa sembuh dari alergi susu sapi. Namun, lebih banyak dibahas mengenai pengelolaan untuk meredakan gejala alergi.

2. Alergi makanan dan obat-obatan

memberi makan bayi pertama kali

Gejala alergi makanan atau obat-obatan mungkin hanya berlangsung selama beberapa menit atau 1-2 jam kemudian. Beberapa bayi bisa memiliki alergi seperti di bawah ini.

  • gatal-gatal
  • merah-merah
  • sesak napas hingga mengi

Gejala khas yang tampak pada alergi makanan, seperti mual, muntah, sakit pada bagian perut. Dalam beberapa kasus, bibir dan lidah anak mulai membengkak.

Pada kondisi reaksi alergi yang fatal bisa menyebabkan anafilaksis. Ketika tubuh bayi terkena paparan alergen, tubuh meneluarkan senyawa kimia yang berlebihan dan menyebabkan tubuh syok. Biasanya ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis, penyempitan saluran napas, hingga sesak napas.

3. Alergi lingkungan

bayi sering bersin

Selain alergi susu sapi, ibu juga bertanya apakah alergi terhadap lingkungan bisa sembuh jika dialami oleh bayi. Sebetulnya alergi ini jarang terjadi pada bayi. Namun, bisa saja alergen ini datang dari debu, hewal perliharan yang berbulu, jamur, serbuk sari, sengatan serangga, dan lainnya.

Gejala alergi yang menyertai, di antaranya:

  • bersin
  • mata merah dan gatal
  • batung, mengi, hingga sesak
  • hidung meler

Adapun sebagian bayi mengalami alergi akibat paparan sampo, sabun, atau produk sejenis lainnya, sehingga menimbulkan reaksi alergi dermatitis.

4. Alergi musiman

penyebab sakit perut pada bayi

Hal ini biasanya terjadi hanya beberapa kali saja dalam setahun. Di negara-negara tertentu, serbuk sari yang berterbangan menjadi salah satu penyebab alergi pada bayi.

Dari segala alergi yang mungkin dialami oleh bayi, mungkin saja para ibu bertanya-tanya. Apakah alergi susu sapi atau alergi lainnya bisa sembuh?

Apakah bayi bisa sembuh dari alergi susu atau lainnya?

bayi prematur sakit

Orangtua ingin agar anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal. Termasuk harapan agar anak bisa sembuh dari alergi susu sapi dan alergi lainnya. 

Bicara soal alergi susu sapi pada bayi, hasil riset menunjukkan bahwa anak yang mengalami alergi susu sapi di awal kehidupannya dapat berisiko mengalami perjalanan atau manifestasi gejala alergi sampai dengan usia 5 tahun kehidupannya. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat. 

ASI merupakan pilihan nutrisi yang terbaik untuk anak dengan alergi susu sapi. Namun jika Ibu tidak lagi memberikan ASI, maka Ibu harus cermat dalam memilih dan memberikan alternatif susu formula untuk anak dengan alergi susu sapi. Orangtua bisa memberikan alternatif melalui susu formula terhidrolisa ekstensif. Susu ini dapat membantu memenuhi asupan nutrisi bayi sebagai pendukung tumbuh dan kembangnya. 

Menurut tata laksana Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), susu formula terhidrolisa ekstensif menjadi pilihan pertama untuk mengatasi gejala alergi susu sapi disertai dengan diet eliminasi makanan produks susu sapi dan turunannya. 

Sama seperti susu formula sapi, susu ini mengandung protein yang lebih mudah diterima tubuh. Susu formula terhidrolisa ekstensif artinya adalah kandungan protein yang ada didalam susu tersebut sudah terpecah menjadi bagian yang sangat kecil, sehingga bisa diserap secara optimal oleh anak dengan alergi susu sapi.

Susu formula terhidrolisa ekstensif mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak, meningkatkan sistem imunitas, serta mendukung pembentukan struktur tubuh anak.

Jika ibu bertanya, apakah bayi bisa sembuh dari alergi susu sapi? Konsumsi susu formula terhidrolisa ekstensif dapat mengurangi intoleransi atau alergi protein susu sapi. Termasuk meredakan gejala kolik akibat alergi pada bayi.

Ibu menyusui dan bayi

Benarkah susu terhidrolisa ekstensif bisa menyembuhkan alergi susu sapi?

Sebuah penelitian dari jurnal The Role of Hydrolyzed Formula in Allergy Prevention mengatakan bahwa susu formula terhidrolisa baik ekstensif maupun parsial dapat menekan risiko pengembangan eksim untuk anak dengan tinggi risiko alergi.

Namun, masih dibutuhkan studi lanjutan untuk mengetahui apakah konsumsi susu ini bisa bantu bayi sembuh dari alergi susu sapi dan dipercaya dapat mencapai toleransi oral. Bila anak dapat mencapai toleransi oral, maka artinya si anak dapat kembali mengonsumsi produk susu sapi dan turunannya.

Ada baiknya orangtua berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui kemungkinan alergi susu sapi pada bayi, formula terhidrolisa ekstensif, manajamen diet susu sapi, dan seputar toleransi oral untuk anak dengan alergi susu sapi.

Ibu juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pemenuhan asupan nutrisi bayi melalui susu formula terhidrolisa ekstensif. Tanyakan soal kemungkinan bayi bisa sembuh dari alergi susu sapi. Imunolog pakar siap membantu agar si kecil mendapatkan perawatan yang tepat terkait alerginya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi pada Anak: Ketahui Penyebab dan Jenisnya

Pemicu alergi anak bermacam-macam. Gejala yang ditimbulkan juga tergantung pada pemicunya. Lalu apa saja pemicu alergi pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 8 Oktober 2017 . Waktu baca 12 menit

4 Masalah yang Sering Dialami Bayi Susu Botol

Bukan merupakan hal yang mudah untuk memberikan susu botol kepada bayi. Beberapa masalah dapat terjadi pada bayi susu botol. Apa saja?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Anak, Parenting 18 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit

Panduan Lengkap Seputar Susu Balita Usia 1-5 Tahun

Memilih susu formula tidaklah sulit tetapi memang butuh ketelitian. Jika salah memilih susu formula untuk balita Anda, reaksi alergi bisa saja muncul.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 17 November 2016 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi susu

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
gangguan pencernaan pada anak

Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi ASI

Kulit Anak Gatal-gatal Setelah Menyusui, Apa Ini Tanda Alergi ASI?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 April 2018 . Waktu baca 3 menit
alergi susu sapi

Alergi Susu Sapi: Penyebab, Gejala, dan Pilihan Susu Alternatifnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2018 . Waktu baca 9 menit