4 Masalah yang Sering Dialami Bayi Susu Botol

Oleh

Bukan merupakan hal yang mudah untuk memberikan susu botol kepada bayi. Beberapa ibu mungkin menganggap pemberian susu botol lebih praktis daripada pemberian ASI. Namun, beberapa masalah dapat terjadi pada bayi susu botol. Misalnya saja, bayi menolak saat diberikan susu botol. Pada saat ini, Anda harus bersabar saat menawarkan susu kepada bayi, posisi dan suasana yang nyaman mungkin dapat mengatasi masalah ini. Selain itu, bayi susu botol juga dapat mengalami masalah lain, termasuk masalah kesehatan. Beberapa masalah yang dapat dialami bayi susu botol adalah:

1. Bayi gumoh

Beberapa bayi melepehkan susu saat sedang atau setelah menyusu di botol. Hal ini biasanya juga disebut sebagai gumoh. Gumoh bisa disebabkan oleh regurgitasi atau refluks lambung. Hal ini sangat mungkin terjadi pada bayi yang masih muda dan ini adalah normal. Kerongkongan bayi yang masih kecil tidak dapat menampung semua cairan susu yang masuk ke mulut dalam satu waktu. Akibatnya, sejumlah cairan susu keluar dari mulut bayi.

Susu yang dilepehkan kembali oleh bayi biasanya tidak banyak, tetapi mungkin cukup membuat Anda kesal saat hal ini dilakukan bayi. Untuk mengatasinya, Anda mungkin butuh kain kecil untuk mengelap muntahan susu bayi. Dudukkan bayi saat menyusu sehingga susu dapat ditelan dengan lancar. Atau, coba Anda periksa lubang dot bayi, lubang yang terlalu besar mungkin menyulitkan bayi saat menyusu sehingga ia melepehkannya .

Selama hal ini tidak mengganggu kesehatan bayi atau membuat berat badan bayi menurun, tampaknya Anda tidak perlu khawatir dengan ini. Jika bayi sudah kenyang menyusu, sebaiknya jangan memaksa bayi untuk menyusu lagi. Setiap bayi mempunyai kebiasaan menyusu yang berbeda, ada yang lebih banyak dan ada juga yang lebih sedikit tapi sering.

2. Sembelit

Bayi dengan susu botol lebih bisa mengalami konstipasi atau sembelit daripada bayi yang menyusu di payudara ibu. Hal ini bisa terjadi karena Anda salah menakar susu bubuk dengan air sehingga kekentalan. Oleh karena itu, sebaiknya selalu ikuti petunjuk penyajian saat membuatkan susu untuk bayi Anda. Jika Anda butuh untuk membuat lebih banyak atau lebih sedikit susu daripada yang ada dalam petunjuk, sebaiknya tetap ikuti perbandingan susu bubuk dan air.

Bayi yang mempunyai masalah sembelit akan menunjukkan tanda-tanda seperti: tidak buang air besar selama berhari-hari dan menjadi rewel atau gelisah. Sebaiknya segera bawa bayi ke dokter jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda ini.

3. Alergi susu sapi

Beberapa bayi mungkin mempunyai alergi terhadap susu sapi. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi menganggap protein susu sapi sebagai bahaya. Sehingga, bayi akan memunculkan reaksi alergi saat protein susu tersebut masuk ke tubuhnya. Alergi ini biasanya keturunan dan banyak bayi mengembangkan hal ini pada usia 5 tahun.

Lalu, bagaimana cara ibu memberi susu pada bayi dengan alergi susu sapi? Jika bayi Anda alergi susu sapi, maka Anda bisa memberikannya ASI. Namun, jika Anda juga tidak dapat memberikannya ASI, Anda dapat memberikannya susu formula yang tidak mengandung protein susu sapi. Beberapa jenis susu formula yang bisa Anda berikan ke bayi adalah susu formula yang terbuat dari protein kedelai, susu formula terhidrolisasi, atau susu formula asam amino.

4. Masalah gigi

Bayi susu botol biasanya menyusu dalam keadaan berbaring atau tiduran. Hal ini merupakan suatu kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan gigi bayi. Mengapa? Kebiasaan menyusu botol sambil tiduran dapat menyebabkan gigi berlubang. Susu yang tergenang dalam mulut bayi dapat memicu bakteri dalam mulut untuk mengubah gula dalam susu menjadi asam. Asam ini kemudian dapat melarutkan enamel gigi sehingga gigi bayi lebih mudah untuk menjadi berlubang.

Lalu, bagaimana jika bayi sudah mempunyai kebiasaan tidur dengan botol susu? Anda bisa mencegah hal ini terjadi dengan cara mengangkat botol susu dari mulut bayi ketika bayi sudah tertidur. Jadi, jangan biarkan bayi tertidur terus dengan botol susunya.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca