backup og meta

Bayi Tersenyum Saat Tidur Itu Normal, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bayi Tersenyum Saat Tidur Itu Normal, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Beberapa mitos menyebutkan bahwa bayi tersenyum saat tidur karena sedang diajak main atau bercanda dengan makhluk halus. Tak jarang hal ini membuat orangtua takut dan cemas.

Jika ini terjadi juga pada si Kecil, Anda tak perlu cemas. Bayi tersenyum saat tidur itu wajar, kok, bahkan ada penjelasan ilmiahnya. Lantas, mengapa si Kecil sering tersenyum saat terlelap? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Kenapa bayi tersenyum saat tidur?

Sebelum mengetahui penyebabnya, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa bayi tersenyum saat tidur merupakan hal yang normal, seperti yang dilansir dari Sleep Foundation.

Meskipun alasan pastinya mungkin beragam dan sulit untuk dipastikan, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi tersenyum saat tidur. Berikut di antaranya.

1. Mimpi indah

Bayi bisa saja tersenyum karena sedang bermimpi tentang hal yang menyenangkan.

Bahkan pada tahap tidur yang dalam, otak bayi masih aktif dan mungkin memproses pengalaman atau sensasi menyenangkan.

2. Refleks senyum

Sebenarnya, ketika beberapa minggu awal setelah persalinan, senyuman bayi bisa muncul sebagai refleks alami yang dimiliki setiap bayi.

Ini mirip dengan gerakan lain yang terjadi selama tidur, seperti menggerakkan tangan atau kaki. Kondisi ini disebut dengan neonatal smiling, yaitu ketika bayi baru lahir spontan tersenyum, bukan karena apa pun.

Refleks senyum sudah dimiliki setiap bayi sejak masih di dalam rahim, yang berasal dari rangsangan bagian subkortikal otak.

3. Reaksi terhadap rangsangan internal

Bayi mungkin tersenyum sebagai respons terhadap rasa nyaman atau perasaan yang baik secara internal.

Misalnya, ketika bayi merasa kenyang setelah makan atau ketika tubuh berada dalam posisi yang nyaman.

4. Tahapan tidur

Senyum saat bayi tidur bisa spontan terjadi ketika si Kecil sedang terlelap dalam tidurnya. Apalagi, jika bayi sedang mengalami tahapan tidur REM (rapid eye movement).

Pada tahap ini, bayi akan tertidur pulas dan kegiatan rangsangan otak akan meningkat, termasuk pada bagian subkortikal.

5. Interaksi sosial

Bahkan saat tidur, bayi mungkin bereaksi terhadap suara atau sentuhan dari orang yang dekat dengannya.

Senyuman mungkin muncul sebagai respons terhadap perasaan aman dan nyaman yang datang dari kehadiran orang yang mereka kenal.

6. Ekspresi spontan

Terkadang, senyuman bayi saat tidur mungkin murni spontan, tanpa alasan yang jelas. Ini bisa menjadi ekspresi dari kebahagiaan atau perasaan positif yang muncul secara alami.

Anda mungkin lebih sering melihat bayi tersenyum saat tidur ketika awal-awal minggu kelahirannya. Namun seiring bertambahnya usia, respons senyum ini akan berkurang.

Senyum bayi juga menunjukkan perkembangan emosinya

gigi bayi tumbuh

Jika bayi sudah memasuki usia 2 bulan, maka senyum yang dimilikinya tidak lagi spontan yang berasal dari rangsangan otak, melainkan termasuk tahap perkembangan bayi (milestone).

Bayi akan mulai tersenyum akibat merespons berbagai hal yang ia lihat, tentu saja senyum tersebut hasil dari respons emosionalnya.

Pada usia ini, otak bayi berkembang, penglihatannya mulai membaik, dan mulai mengenali wajah orang di sekitarnya.

Bayi juga akan menanggapi rangsangan suara yang muncul, seperti suara ibu, ayah, atau mainannya. Tanggapan yang diberikan bayi ini adalah dengan senyuman.

Seiring meningkatnya kemampuan bayi merespons rangsangan dari lingkungannya, rangsangan bagian subkortikal otak mulai berkurang.

Semakin besar usianya, Anda juga akan semakin jarang melihat bayi tersenyum saat tidur.

Saat memasuki usia 5—6 bulan, si Kecil umumnya sudah memiliki berbagai bentuk senyuman hingga bayi menjadi tertawa, serta menunjukkan emosinya, yaitu bahagia, senang, dan ketertarikan akan sesuatu hal.

Selanjutnya memasuki usia 7—8 bulan, bayi semakin aktif berinteraksi. Bukan hanya memberikan respons berupa senyuman, tetapi juga mulai sering memberikan respons audio dengan mengeluarkan suara kecilnya sambil tersenyum.

Ortu harus waspada jika si Kecil tidak tersenyum sama sekali


Tersenyum adalah salah satu tanda dari perkembangan bayi. termasuk jika terjadi saat tidur. Bayi yang tersenyum menandakan bahwa ia sudah mengalami perkembangan emosional dan mampu melihat secara jelas lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, jika si Kecil sudah berusia di atas 2 bulan tapi tak kunjung menunjukkan senyumnya, maka Anda perlu khawatir. Mungkin saja hal ini menandakan adanya gangguan pada perkembangan bayi. Untuk mengetahui kondisinya secara pasti, konsultasikan hal ini kepada dokter anak Anda.

[embed-health-tool-vaccination-tool]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Why Do Babies Smile in Their Sleep? (2023). Retrieved 22 March 2024, from https://www.sleepfoundation.org/baby-sleep/why-do-babies-smile-in-their-sleep

Carolyn Smarszcz, B. (2023). Why Is My Newborn Laughing in Their Sleep? Retrieved 22 March 2024, from https://www.wonderbaby.org/articles/newborn-laughing-in-sleep

Everything to know about baby naps. (2022). Retrieved 22 March 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/baby-naps/art-20047421

Times, U., & Name. (2023). Why Do Babies Smile in Their Sleep? They Must Be Dreaming of Milk and Cookies! Retrieved 22 March 2024, from https://uniquetimes.org/why-do-babies-smile-in-their-sleep-they-must-be-dreaming-of-milk-and-cookies/

_ApplicationFrame – Education Materials. (2015). Retrieved 22 March 2024, from https://www.childrensmn.org/educationmaterials/childrensmn/article/15276/infant-behavior-cues/

Versi Terbaru

23/04/2024

Ditulis oleh Reikha Pratiwi

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto

Diperbarui oleh: Edria


Artikel Terkait

Bayi Tidur Pakai atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik?

Bahaya Bayi Tidur Tengkurap, Kapan Mulai Diperbolehkan?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 23/04/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan