home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aturan Aman Tidur Seranjang dengan Bayi

Aturan Aman Tidur Seranjang dengan Bayi

Tidur seranjang dengan bayi Anda yang baru lahir mungkin membuat Anda lebih nyaman karena Anda tahu bayi berada di samping Anda saat Anda tertidur. Namun, sebenarnya tidur dengan bayi tidak direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Mengapa?

Karena ternyata bayi usia kurang dari 2 tahun yang tidur seranjang dengan Anda dapat meningkatkan risikonya untuk mengalami kematian akibat sesak napas, SIDS (sudden infant death syndrome), tercekik, atau hal lainnya. Tetapi, para ahli lainnya tidak setuju dengan pernyataan ini. Mereka menganggap tidur seranjang dengan bayi aman dilakukan dan bermanfaat.

Menurut Dr. James McKenna, seperti dikutip dari La Leche League International, penelitian menunjukkan bahwa tidur seranjang dengan bayi sambil menyusui bayi dapat mendorong terbentuknya ikatan ibu-bayi, mengatur pola tidur ibu dan bayi, membantu ibu menjadi responsif terhadap isyarat bayi, dan dapat memberikan istirahat yang cukup bagi ibu dan bayi. Tidur seranjang dengan bayi juga membantu ibu memberikan ASI di malam hari sewaktu-waktu bayi memintanya.

Namun, jika Anda memutuskan untuk tidur seranjang dengan baik, Anda tetap harus melakukannya dengan hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi bayi.

Tips aman tidur seranjang dengan bayi

Anda tetap harus berhati-hati jika ingin tidur seranjang dengan bayi. Salah-salah, bayi bisa tertindih dengan badan Anda, tangan Anda atau bantal dapat menutupi jalan napasnya, dan kejadian lainnya yang tidak diinginkan. Perhatikan bayi Anda dan juga Anda sendiri jika ingin tidur seranjang dengan bayi.

Berikut ini merupakan hal-hal yang harus Anda lakukan saat tidur seranjang dengan bayi.

1. Posisi tidur bayi aman

Pastikan posisi tidur bayi Anda aman. Terkadang, hal sepele seperti ini justru dapat menyebabkan kematian mendadak pada bayi karena terhalangnya jalan napas. Tidurkan bayi pada posisi telentang sehingga bayi bebas bernapas.

Anda sendiri sebaiknya tidur dengan posisi seperti huruf C di samping bayi. Tidurlah dengan menghadap ke bayi Anda, taruh salah satu tangan Anda di atas kepala bayi dan taruh kaki Anda mendekati bawah kaki bayi. Posisi ini membuat posisi Anda terjaga di samping bayi, sehingga tidak mengganggu tidur bayi. Dan, jangan biarkan bayi tidur sendiri.

2. Lingkungan tidur bayi aman

Jauhkan bayi dari lingkungan yang terkena asap rokok saat ia tertidur, baik dari orang yang merokok atau dari benda-benda yang terkena asap rokok, seperti baju, bantal, atau selimut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidur dengan orang tua yang merokok dapat berisiko lebih tinggi untuk mengalami kematian mendadak (SIDS).

Juga, jika bayi Anda baru lahir, jauhkan ia dari bantal, selimut, atau benda-benda lainnya yang ada di atas tempat tidur. Dikhawatirkan, benda-benda ini dapat menutupi jalan napas bayi sehingga bayi mengalami kesulitan saat bernapas.

Selain itu, jauhkan bayi di bawah 1 tahun tidur di samping anak kecil. Anak kecil bisa berguling atau menendang-nendang secara tidak sengaja saat tidur dan ini dapat membahayakan bayi Anda. Serta, jauhkan hewan peliharaan dari tempat tidur dan bayi Anda.

3. Tempat tidur aman

Gunakan tempat tidur yang nyaman dan dengan permukaan datar. Ingatlah untuk selalu menidurkan bayi di tempat tidur, bukan di sofa atau semacamnya. Jika Anda takut bayi terjatuh dari kasur, Anda bisa menempatkan kasur pada lantai dan alasi dengan karpet atau bantal di sisinya. Jika tempat tidur berada di samping tembok, beri penghalang antara bayi dan tembok dengan bantal. Jika Anda ingin menggunakan selimut saat tidur, pilihlah bahan selimut yang ringan dan taruh selimut tetap di pinggang Anda sehingga tidak akan menutupi kepala bayi.

4. Pakaikan pakaian tidur yang aman untuk bayi

Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu lingkungan sekitarnya. Jika cuaca dengan dingin, Anda bisa memakaikan pakaian berlapis pada bayi sehingga memberi kehangatan. Sedangkan, jika cuaca sedang panas, Anda bisa memakaikan bayi dengan pakaian yang lebih tipis agar bayi tidak kepanasan. Intinya, beri kenyamanan pada saat bayi tidur.

5. Perhatikan kondisi Anda sendiri

Hal-hal yang Anda sendiri harus perhatikan ketika ingin tidur dengan bayi Anda adalah:

  • Jangan pernah tidur dengan bayi Anda jika Anda berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan. Ini dapat menurunkan kesadaran Anda bahwa di samping Anda sedang ada bayi.
  • Jika Anda atau pasangan Anda perokok, sebaiknya ganti baju Anda sebelum tidur dengan bayi.
  • Jika Anda mempunyai berat badan berlebih, mungkin tidur seranjang dengan bayi Anda bukanlah hal yang aman. Anda harus berhati-hati sekali saat tidur dengan bayi Anda. Atau Anda bisa menempatkan bayi tidur dalam boks bayi di samping tempat tidur Anda, ini adalah cara yang lebih aman.
  • Sebaiknya tidak tidur dengan pakaian yang memiliki banyak aksesoris atau memakai perhiasan.

BACA JUGA

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baby Center. 2016. Sleep-Sharing: The Family Bed. Retrieved from http://www.babycenter.com/0_sleep-sharing-the-family-bed_7753.bc?showAll=true. Accessed October 11, 2016.

La Leche League International. 2016. Should I Sleep with My Baby? Retrieved from http://www.llli.org/faq/cosleep.html. Accessed October 11, 2016.

Baby Centre UK. 2016. Co-Sleeping and Safety. Retrieved from http://www.babycentre.co.uk/a558334/co-sleeping-and-safety#section2. Accessed October 11, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x